
Infected itu terkejut. Sejenak dia terpaku begitu saja melihat mereka yang mengurungnya itu. Otak yang mengatur bagian logikanya masih benar-benar berjalan.
“Siapa kau, kau bisa bicara?” Andrew yang bertanya, dia hanya mengetes apakah infected ini masih ingat siapa dirinya. Tapi infected itu tidak menjawab hanya matanya menatap liar pada orang-orang yang melingkarinya. Matanya menatap pada jalan satu-satunya yang bisa ditempuhnya. Menaiki container. Dan saat itu Andrew mengambil keputusan langsung menembaknya dengan pistol stungun ditangannya.
Suara ledakan mengagetkannya, instingnya langsung bertindak, infected itu bergerak keatas, tapi refleknya tapi tidak cukup cepat melawan kecepatan jarum stungun 15.000 KV yang menembus kulitnya. Dia berteriak melengking dan tubuhnya bergetar beberapa saat sebelum kolaps, berdebum begitu saja jatuh ketanah.
“Tangani, dia, pegang kepalanya. Lindungi tangan kalian. Plaster mulutnya dulu.” Empat orang langsung memakai sarung tangan yang mereka bawa, mengurung infected itu, menyegel mulutnya, memborgol tangan dan kakinya dengan borgol kabel yang mereka bawa.
“Lapor ke pusat kita berhasil menangkapnya. Minta tranportasi untuk ini.”Andrew meminta Luc untuk menghubungi komando misi mereka.
“Jika ada satu yang begini, mungkin ada yang lain lagi. Kita harus sangat berhati-hati disini. Alan kau tetap disana mengawasi.”
“Siap Bos!”
Mereka mengamati infected itu.
“Kau tahu, dia terlihat lebih terurus daripada infected-infected yang pernah kita lihat.” Kulitnya terlihat lebih bersih, pakaiannya tak begitu kotor. Infected-infected yang pernah mereka temui hampir kehilangan kesadaran dan logika mereka, yang mereka tahu hanya mencari daging untuk makanan. Bau mereka sudah seperti mayat. Tapi yang ini nampaknya tahu membersihkan diri.
“Kau benar, yang ini nampaknya setengah kesadarannya masih berjalan walaupun dia tidak bisa membalas perkataan kita.”
“Transport ETA 40 menit boss.” Luc melapor kedatangan heli transport untuk menjemput infected itu.
“Ikat ke samping seluruh tubuhnya. Kita tak mau dia membuat kekacauan di helicopter transport.” Mereka melilit tubuh infected itu dengan tali pengaman yang ada di perlengkapan mereka, walaupun nantinya tranporter pasti menempatkan dia di tandu yang khusus terikat lagi
Suara generator yang berhasil dihidupkan terdengar tak lama kemudian. Hendry sudah berhasil dengan manualnya. Grid listrik sudah berfungsi.
“Sudah, kau mau menarik orang di sini.”
“Iya, kita perlu banyak orang untuk memuat jika benar kita punya banyak persediaan. Tinggalkan Hendry mengoperasikannya. Minta dia amankan pintu.”
“Suara generator ini akan menarik banyak perhatian. Alan kau harus mengawasi ke sekeliling sini, digudang kami punya banyak orang.”
“Copy.” Alan menjawab dari atas perindah Andrew.
“Beritahu Larry dan Hendry, de Angelo. Bergabung semua ke depan.” Sementara mereka memanggul zombie colaps yang sudah dililit banyak tali itu ke depan bangunan gudang.
Mereka tiba didepan pintu gudang. Satu trailer sudah terparkir di muka bangunan gudang besar hampir dengan 200 meter itu, satu lagi dalam perjalanan dari lapangan parkir. Pintunya besarnya dikunci, mereka harus menggunakan peledak kembali untuk membuka pintunya. Listrik ruangan dihidupkan dan mereka masuk kedalam. Sejumlah besar produk ternyata masih aman tersimpan disana. Sejumlah besar produk daging kalengan, ayam, sapi ada disana, tersimpan rapi untuk distribusi yang tak pernah sampai.
“Well-well, kita bisa membawa 5 trailer kurasa Angelo?”
“Hmmm...kurasa begitu.” Angelo melihat tumpukan besar bahan makanan itu.
“Tidak salah kita kesini.”
“Puluhan zombie, mungkin lewat 50, mendekat 600 meter ke arah rumah generator, Capt! Mereka cepat!”Mereka semua berpandangan.
“Siapkan amunisi kalian.” Empat orang itu kembali berlari ke arah utara. Kali ini pengaman senjata mereka sudah dibuka.