
"Kau berharap terlalu banyak padanya, kenapa kau tak bisa melihat apa yang kulihat. Dia hanya quitter yang memperlakukan sebuah hubungan dengan wanita sebagai pelengkap."
"Mungkin dia tak seburuk itu." James menghela napas panjang saat aku membantah dan masih mempunyai harapan.
"Fine, kau bilang dengan aturanku? Dia harus mengikuti aturanku. Dan selama itu kau tidak bisa bicara dengannya, kau setuju dengan syaratku." Akhirnya dia bersedia menjadi penguji.
"Iya, intinya aku ingin dia membuktikan dia berusaha untukku."
"Baiklah. Akan kulihat sampai dimana dia serius denganmu."
Dan keesokan harinya aku bicara dengan Andrew tentang keputusanku.
"Kau ingin aku apa?" Sekarang aku berdiri di depan Andrew, bicara dengannya empat mata.
"Menyakinkan James, Susan. Bicaralah pada mereka. Jika dia setuju aku akan kembali padamu." Andrew diam.
"Memang siapa mereka, dia bukan keluargamu, mereka hanya teman. Apa hubungannya dia dengan kita." Apa dia mencari alasan sekarang?
"Mereka kuanggap keluarga."
"Kau tak logis. Kenapa kau harus memasukkan temanmu dalam hubungan kita. Kau berlebihan."
"Itu syaratku Andrew jika kau tak mau mengusahakannya, maka terserah padamu. Aku tak akan memaksamu... Bicaralah dengan James dan Susan. Terserah padamu bagaimana kau akan mengusahakannya. Karena aku sendiri tahu aku tak bisa berpikir dengan logika menghadapimu jadi kupikir kau perlu membuktikannya padaku kau mau berusaha untukku."
"Kenapa kau harus melibatkan orang lain? Apa kita tak bisa selesaikan ini sendiri."
"Baik, aku akan bicara pada mereka."
"Aku akan menunggu jika begitu. Semoga kau berhasil."
Dia diam saja saat aku meninggalkannya. Mungkin aku harus siap kecewa, seperti kata James dia tak sebaik itu.
Aku mendiamkannya. Menyerahkannya pada James dan Susan, akhirnya aku tak tahan untuk tak bertanya apa yang mereka syaratkan.
"Aku dan James mensyaratkan hal yang mudah, dia tak boleh mendekatimu sebelum kami bilang dia lulus. Kami tak memberikan waktunya, sebenarnya waktunya sama seperti dia membiarkanmu menunggu Bella, 3 bulan, tapi James bilang jika dia bisa bertahan 2 bulan saja dia akan membiarkan kau kembali pada Andrew. Kami tak akan membuatnya menjatuhkan harga dirinya sebagai walikota. Menurutmu itu tidak berat bukan."
"Harusnya tidak, jika dia benar serius dia akan mengusahakannya."
"Kau tahu aku tak yakin. Kudengar dia termasuk walikota yang menerima pujian diantara banyak walikota lainnya. Dia akan dipromosi, kita lihat apa dia serius denganmu. Tapi berjanjilah padaku, jika dia tak serius. Kau tak usah mengejar-ngejarnya lagi, tak usah memikirkannya lagi. Berjanjilah, ini untuk harga dirimu sendiri."
"Aku berjanji." Aku mengangguk pada Susan.
"Aku berharap kami salah dan kau benar. Tapi kita lihat saja oke."
Dan kemudian hari-hari berlalu. Musim dingin yang penuh harapan untukku, aku berharap Andrew bisa membuktikan dia serius dengan ucapannya padaku. Seminggu, dua minggu, pergantian tahun.
Ada pesta kecil-kecilan di kota ini di siang pergantian tahun, dipusatkan di balai kota, warga kota mengucapkan syukur atas pergantian tahun, makanan dikeluarkan, wanita-wanita orang berpartisipasi memasak, kami bersyukur bahwa kami punya harapan baru di tahun ini. Obat walau belum sempurna sudah ditemukan.