BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 12. Motive


"Magna International..."


"Apa yang kau pikirkan."


"Sebenarnya jika mereka tak punya motif pun, bisa saja yang punya motif adalah kolega mereka misal. Mereka mungkin tak terlihat secara langsung tapi demi kepentingan kolega mereka." Aku penasaran apa yang dipikirkan oleh Gilbert.


"Kolega? Maksudmu kolega macam apa yang memiliki kepentingan ke Monica? Atau keluarga kami, kau punya perkiraan motif? Kenapa mereka menyasar Monica."


"Aku punya tebakan. Entah mungkin ini salah ...tapi kau jangan lupa bahwa Monica adalah seorang survivor infeksi, dia punya kemampuan penyembuhan alami di tubuhnya. Kami bisa mengembangkan penyembuhan bagi infected adalah kerena kami mempelajari anomali ini. Saat ini yang bisa membuat obat hanya lab permerintah US dan disebarkan ke seluruh dunia. Dijual lebih tepatnya sebagai modal pembangunan kembali. Bukan tidak mungkin ada pihak yang menginginkannya juga untuk keuntungan sendiri, korporasi medical besar misalnya, atau dari negara lain, ini hanya tebakan, mungkin benar, mungkin juga salah, mereka yang bisa mengatur segala cara untuk melakukan test tersembunyi."


Semua penjelasan Gilbert ada benarnya.


"Apa tak ada survivor seperti Monica lagi?" Dia bertanya lagi.


"Terakhir yang kutahu ketika mereka melakukan pembersihan adalah, ada beberapa orang yang mengembangkan kekebalan seperti keluarga kami, tidak seperti laporan pasukanmu 50%, mereka yang dilihat pasukanmu sepertinya pintar tapi hanya membeo tindakan yang dilakukan oleh pemberi perintah, tapi yang bisa diselamatkan pulih 100% seperti Monica hanya ada beberapa orang kurasa dibawah 10 orang, sisanya mungkin kondisinya seperti Ayah dan Ibu, ingatan mereka tak pulih sepenuhnya atau kondisi kesehatannya memburuk akhirnya." Aku mengingat apa yang kutahu soal para survival.


"Untuk memvalidasi ini kau harus diam-diam mengecek kemungkinan beberapa orang itu kemungkinan menghilang juga. Jika bisa lakukan dengan hati-hati agar tak ada orang yang tahu kau menyadari motifnya." Gilbert merendahkan suaranya.


"Aku mengerti. Terima kasih atas saranmu.Aku akan melakukannya dengan hati-hati. "


"Aku harus kembali besok pagi, jika ada yang bisa kubantu atau kau hanya ingin bertukar pikiran, kau bisa menelepon kapan saja. Semoga kau bisa segera menemukannya."


"Iya terima kasih untuk semua bantuanmu Gilbert. Aku sangat terbantu." Aku berdiri dan mengantarnya. Bersyukur aku punya seseorang yang bisa ku posisikan sebagai teman bicara dan support malam ini.


"Tak usah mengantarku. Hati-hatilah. Jangan biarkan dirimu sakit. Ambillah istirahat sementara ada orangmu yang mengawasi."


Aku mengangguk untuk sarannya.


Sekarang aku harus membuktikan kecurigaan yang memang masuk akal itu. Apa ada yang lain hilang dalam data para survivor.


\=\=\=\=\=\=\=


"Paman David, aku ingin melakukan ini diam-diam, jangan menyuruh polisi yang paman tugaskan, jika ini benar akan lebih baik mereka tidak menyadari jika kita menemukan motif mereka." Segera setelah Gilbert pergi aku menelepon Paman David dan mencari cara apa ada kejadian yang sama seperti yang dialami Monica.


"Paman mengerti maksudmu. Seseorang akan ditugaskan menyelidiki ini diam-diam. Nanti Paman akan meneleponmu."


Sementara polisi masih menyelidiki rute dari catatan GPS mobil dan ponselnya, aku mengambil waktu untuk istirahat setelah menelepon Albert dan mengatakan padanya apa yang kutahu.


"Kupikir yang dikatakan temanmu itu ada benarnya juga. Kemungkinan itu ada. Untunglah dia bisa memikirkan itu." Albert punya pikiran sama denganku, untunglah ada yang bisa berpikir selangkah ke depan.


"Iya dia membantuku langsung melacak mobil tadi. Gilbert Gillian itu membantu kita banyak kalau bisa dibilang." Kami sekeluarga sudah berhutang banyak ke Gilbert. Mungkin aku sudah mati saat ini jika dia tidak ada.


"Kita akan mencari cara berterima kasih padanya. Istirahatlah, ada Charles dan timnya ikut mengawasi. Kami mengandalkanmu dan Charles di sana. Aku menenangkan Ibu di sini."


"Iya. Aku akan mencoba istirahat." Aku perlu istirahat untuk bisa berpikir jernih.


Aku kembali ke hotel kemudian, berganti dengan Charles. Mencoba istirahat agar aku bisa berfungsi dengan baik besok. Walaupun sulit karena kepalaku dipenuhi oleh skenario apa yang harus dilakukan.


Aku dibangunkan dan dikejutkan oleh pesan yang masuk ke ponselku jam 7 pagi.


"Nona Dugard, saya Jordan Bernardo, yang ditugaskan perdana menteri untuk menyelidiki diam-diam apa ada orang dalam daftar survivor yang menghilang, baru saja menerima laporan bahwa ada seseorang bernama Maria dilaporkan belum kembali oleh keluarganya, dia juga termasuk survivor. Nampaknya kasus ini memang berhubungan. Saya sudah mulai menugaskan agen diam-diam untuk mengawasi yang lain. Saya akan akan mengabarkan Anda jika ada perkembangan lain."


Jadi tebakan Gillian tidak meleset. Ada orang yang ingin meneliti kekebalan tubuh keluargaku melawan infeksi.


"Bangsat-bangsat ini berani sekali menaruh adikku sebagai tikus percobaan. Aku akan membuat mereka menyesal."


Sekarang benarkah Dave Thomas ada hubungannya dengan ini. Jika iya aku bersumpah keluarganya tidak akan punya akhir yang baik.


bersambung besok