BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 32. It's Me 3


"Itu bagus, kau harus di pojokkan begitu rupa baru bisa melawan." Aku ingat melihatnya tidak mau melawan orang yang memukulnya, kukira saat itu dia akan dihajar sampai mati.


"Sebenarnya saat itu aku malu padamu, aku pria sama sekali tidak berani membela diriku sendiri, tapi kau anak kecil sembilan tahun, perempuan, malah berani mengambil resiko membela orang yang tak kau kenal. Makanya kubilang aku harus berterima kasih padamu yang telah menamparku saat itu." Kali ini aku merasa dia berkata dengan sungguh-sungguh. Aku turut gembira dia bisa berubah lebih baik.


"Hmm...itu bagus. Baiklah makan siang ini kau yang bayar."


"Dengan senang hati." Dia tersenyum lebar sekarang. Dan saat ini aku bisa merasa dia setidaknya tidak memiliki niat jahat karena latar belakang pertemuan masa lalu kami.


Dari bocah kurus dekil tak terurus jadi mafia Rusia tampan, dengan pengawal blonde cantik selalu di sampingnya. Tidak mengecewakan. Tapi dengan latar belakang akses keluarga oligarki Rusia kenapa masa kecilnya nampaknya sangat berat. Setiap orang punya ceritanya sendiri, perjuangannya sendiri aku tak berani bertanya dan menyentuh kehidupan pribadi sedalam itu.


"Apa keluargamu di sini?" Aku penasaran sekarang.


"Tidak, di Moskow." Dia menjawab singkat.


"Kau dari umur 14 sekolah asrama di sini."


"Iya. 13 mungkin, aku sudah setahun terdampar secara menyedihkan di Montreal sebelum kau menemukanku." Mungkin terpisah begitu jauh dari orang tua membuatnya melewati saat-saat sulit pada waktu itu.


"Oh kau terdampar? Maksudmu kau terdampar bagaimana, kau dibuang dari kapal?" Dia meringis.


"Aku dibuang dari Moskow oleh Ibu tiriku saat berusia 13 tahun, aku diantarkan ke asrama dan di tinggalkan di sana."


"Hmm jadi begitu." Well untuk anak 13 tahun, dari Rusia, pasti rasanya memang seperti dibuang dari tanah kelajirannya, tidak haran itu memang saat-saat yang berat untuknya.


"Kau sering mengalami serangan panik?" Dia mengalihkan pembicaraan padaku.


"Belakangan tidak, hanya aku sedang ... banyak pikiran kurasa."


"Bisa kubantu? Kau ada masalah?"


"Kau tak pergi bekerja? Bukankah kau seorang model?" Rentetan pertanyaan khawatirnya membuatku tersenyum.


"Industri fashion belum pulih sepenuhnya. Hanya ada beberapa yang mulai memberi pekerjaan, tapi itupun bayaran sekarang cukup standart karena mereka baru memulai lagi. Aku hanya mengambil iklan dan undangan runway yang sudah pasti, tidak casting untuk runway show."


"Kau harusnya sudah punya nama. Lebih mudah mendapatkan pekerjaan."


"Mungkin karena aku sudah dari 17 tahun masuk ke dunia ini."


Makanan kami datang kemudian, dia bicara hal yang lebih umum tentang industri model.


"Shasha? Iya tentu, aku kenal, dia tinggal di Montreal sepertiku, rekan sesama model juga, dia lebih rajin dariku. Ikut casting dan sebagainya. Ohh ya aku ingat, dia bilang orang tuanya juga kelahiran Rusia, kau mengenalnya."


"Kau mengenalnya?" Alexsey berpikir sebentar. "Dia saudara jauh, aku baru dikenalkan baru-baru ini aku sendiri tak tahu aku punya saudara jauh di sini..Tapi lebih baik kau jangan bilang kau kenal padaku."


"Ohh kenapa begitu?"


"Keluarga kami punya hubungan complicated, anggap saja Jovovich dan Mashkov itu ...bermusuhan." Saudara tapi bermusuhan, nampaknya permusuhan mereka serius sampai dia bilang seperti itu.


"Sayang sekali, aku dan Shasha mengenal cukup baik karena beberapa kali terlibat pekerjaan bersama. Ternyata kalian bermusuhan." Temanku adalah musuh Shasha Jovovich, dunia mafia Rusia ini memang rumit.


"Aku tak bilang musuh, hanya complicated. Tapi aku serius soal lebih baik tak mengatakan kita kenal oke."


Lebih baik tidak bertanya apa yang dimaksud complicated itu. Mungkin saudara dari pihak Ibunya karena nama keluarga mereka berbeda. Dan dia dengan serius mengingatkan aku tidak boleh mengatakan bahwa kami berteman.


"Apa berbahaya bagiku untuk mengatakan aku mengenalmu?" Pertanyaanku bahkan membuatnya berpikir dan tidak langsung menjawabku. Aku langsung merinding. Nampaknya keluarga oligarki Rusia ini sangat rumit. Aku tak mau terlibat dengan orang rumit seperti ini.


"Aku tak bisa memastikan, tapi lebih baik kau tidak bilang kau mengenalku. Itu akan rumit nantinya, aku tak bisa bercerita detail, tapi jika kau tanya apa berbahaya, tidak jika kau mengatakan hanya mengenalku." Dia tak bisa memastikan, teman tak berbahaya, tapi lebih dari teman makan ada sesuatu yang akan terjadi, itu menakutkan.


"Artinya berbahaya untuk berteman denganmu?"


"Bukan begitu. Hanya lebih baik dia tak tahu. Aku tak bisa menjelaskannya secara detail padamu. Jangan tanya lagi." Aku berpikir banyak hal yang bisa menyebabkan itu.


"Ehmm nampaknya dia tahu sesuatu yang tidak boleh aku tahu, kau sudah punya istri di Moskow sana? Kau takut istrimu tahu kau mengirim bunga untukku?"


"Kau terlalu banyak menonton drama." Dia tertawa. "Tidak, bukan itu, hanya jangan katakan oke." Mangkin dilarang aku semangkin penasaran, sebenarnya kenapa aku tidak boleh mengatakannya, bukankah Shasha keluarganya, dia pasti mengenal siapa Alexsey ini sebenarnya.


Seorang mendatangi meja kami. Kali ini bukan assisten blondenya, tapi seseorang berjas hitam yang berbisik padanya. Dia mengangguk.


"Aku harus pergi. Mungkin nanti kita bisa bicara lagi."


"Iya baiklah."


Aku melihatnya pergi. Teenyata ada dua orang dengan jas hitam pergi bersama dengannya. Apa itu pengawalnya, kenapa dia punya pengawal? Apa ada bahaya mengintainya?


Hidupnya jelas tidak sederhana.