
"Tentu saja pemerintah kami sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah Anda Nona. Buktinya saja kami mengirim 4 batalyon untuk membantu Anda. Bahkan Anda sendiri hanya mengirim 3 batalyon."
"Perkataan Anda nampaknya mengatakan Anda tak akan memberikan obat dan pelatihan protokol dengan cuma-cuma? Apa yang Anda minta?"
"Saya akan terus terang pada Anda. Pemerintah memberikan waktu dan limit jumlah dana yang sangat terbatas dalam misi sosial ini. Saya harus putar otak dengan dana yang terbatas ini, saya hanya minta Anda menanggung 50% ransum prajurit kami satu bulan ini, saya dan tim akan bekerja cepat membantu Anda membersihkan daerah Anda. Anda bisa mengandalkan kami. Dan dokter James akan memberikan Anda pelatihan dan obat jika ada sisa obat yang bisa Anda dapatkan nanti jika tidak ada kejadian."
"Menanggung 50% ransum, maksudnya Anda ingin uang?"
"Tidak, Anda salah paham saya hanya ingin Anda membantu ransum para prajurit. Ini misi sosial kami tidak mencari uang di sini."
"Begitu..." Dia berpikir sebentar. "Saya kira itu tak akan menjadi masalah. Tapi saya akan mengatakan ini dulu ke Jenderal dulu."
"Terima kasih jika begitu. Saya sangat terbantu, tadinya saya binggung dengan keterbatasan dana yang saya harus tanggung."
Wonder woman ini bisa diajak kerjasama ternyata. Kami ke pembahasan berlanjut bagian teknis dan strategi tak lama kemudian.
Aku dan para komandan sekarang duduk bersama, para prajurit sudah mulai mobilisasi ke titik awal penyapuan. Kami sudah menyepakati strategi.
"Ternyata wonder womannya cukup pintar, dia tak terlihat seperti Hercules, untung kita bisa dapat pemandangan bagus." Evan wakilku memulai pembicaraan. Orang-orang tertawa sekarang. Kami sudah duduk setelah makan malam.
"Iya, setidaknya dia tak terlihat seperti Hercules. atau wonder women blonde dengan otak kosong." Aku menyetujui setelah bicara dengan Komandan wanita itu.
"Kau benar, setidaknya dia bukan dikirim untuk hanya melancarkan urusan dengan Komandan Gilbert. Dia punya otak dan mulut setidaknya. Tidak perlu mulut yang lain berbicara...." Semua orang ngakak dengan lawakan yang menyinggung gender ini sekarang. Para feminis akan membunuh kami dengan lawakan ini.
"Mam..." Kami menyapanya seperti kami harus menghormati orang yang harus kami hormati.
Dia mengambil kursi dan duduk diantara kami tanpa rasa canggung. Yang lainnya saling melihat, aku harus memperbaiki kekacauan ini.
"Aku harus minta maaf padamu soal komentar tadi. Kami tidak bermaksud menghinamu. Aku pribadi yang mewakili mereka meminta maaf." Dia tersenyum.
"Tak usah diperbesar, bukan sekali aku menerima komentar seperti itu. Aku di sini bukan di kirim untuk memperlancar urusan denganmu jelas saja itu sangat menyinggung. Kanada tidak punya tentara yang besar, tidak seperti USA, kami menghabiskan sumber daya untuk memastikan green zone di bagian yang lebih utara terlindung penuh dari awal punya sumber daya yang cukup dan industri yang berproduksi, itu sebabnya kami tidak punya masalah menyediakan makanan bagi kalian, tapi jelas kami punya masalah dengan orang, karena militer kami melindungi garis green zone kami. Dan semua kontaminasi ini dari kota kalian."
Semua orang diam.
"Kami mengerti, kami kurang bijak berkomentar. Aku minta maaf sekali lagi." Aku memberi tanda untuk mereka meminta maaf. Semua dari Komandan Batalyonku sekarang meminta maaf ke Komandan Elizabeth Dugard.
"Kalian dismiss." Aku harus memperbaiki kesalahan ini. Jika tidak aku akan mendapat nama jelek.
"Selamat malam Sir, Mam." Mereka pergi dan membiarkanku bicara dengan sang Komandan.
"Aku tak tersinggung, kenapa kau membubarkan mereka. Kau takut aku mengadukanmu ke yang lebih atas lagi?" Dia tersenyum sekarang, bukan dia yang harus memperlancar urusan denganku sekarang malah terbalik. Sial.
❤❤❤❤❤
💙💙 Ini mini seriesnya buat Gilbert ya, tetap nyambung dengan James dan Jen nanti. Cuma POV nya ini Gilbert