BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 89. Moskow 4


Keesokan harinya aku tak sabar ingin pergi ke rumah Ayah. Berlawanan dengan tahun lalu, tahun ini laporanku meningkat pesat, sementara laporan Sergie turun drastis.


Tambahan lagi peluangnya untuk bersaing padaku bisa dikatakan hampir nol. Jadi jelas saja, makan malam ini aku akan melihat wajah Sergie terus tertunduk dan tak berani menyombong seperti yang dilakukannya tahun lalu. Baru setahun laporannya melebihiku dia sudah menyombong, itupun karena kecelakaan CEOku salah menangkap anak singa


"Kau terlihat sangat senang hari ini." Svetluny melihatku punya semangat yang baik di sarapan pagi itu.


Aku tersenyum padanya kukatakan apa alasannya. Berlainan denganku dia tidak begitu tertarik.


"Apa kita akan jalan-jalan siang ini."


"Tentu saja, kemanapun yang kau inginkan."


"Aku mau menonton ballet di Bolshoi, tapi sayangnya di libur panjang ini mereka tidak pentas, kita jalan-jalan di museum dan pusat perbelanjaan saja. Dan melihat-lihat Central station. " Dia memutuskan akhirnya.


"Tentu saja, apapun yang kau inginkan..."


Kami berjalan-jalan dengan bebas hari itu, dia memanfaatkannya untuk berbelanja oleh-oleh untuk Ibunya. Berbelanja membuat suasana hati wanita jauh lebih baik itu terlihat jelas. Dia pulang ke hotel dengan gembira dan kami bersiap untuk pergi ke rumah Ayah.


"Apa kau pernah menyebutkanku pada Ayahmu?"


"Tentu saja. Dia juga ingin bertemu denganmu langsung."


"Apa kau tak pernah dijodohkan ke seseorang?"


"Dia Ayahku, menjodohkan harusnya pekerjaan seorang Ibu. Bibiku yang melakukannya dia pernah mengenalkanku ke beberapa orang tapi tak ada yang kusukai. Begitu aku bertemu kau hanya kau yang ada di mataku." Svetluny-ku tersenyum lebar.


"Mungkin banyak yang jatuh, tapi satu-satunya yang membuatku bertekuk lutut adalah kau." Dia menangkupkan wajahku karena gemas.


"Kau terlalu banyak makan blini kemarin. Kenapa mulutmu manis sekali hari ini." Aku tertawa ngakak sekarang.


"Hmm, semoga Ibu tirimu tak membuat masalah dalan makan malam. Akan menyebalkan harus bertengkar di meja makan."


"Dia tidak akan membuat masalah, percayalah padaku. Ayah sudah mengurusnya dia tidak akan berani." Mana mungkin dia berani membuat masalah saat Maslenitsa, kredit keluarganya akan terancam gagal total. Yang bisa dilakukannya sekarang adalah memarahi Sergie dan menyuruhnya bersikap baik di depan semua orang.


Dan tak memakan waktu lama kemudian kami sampai ke rumah Ayah. Seperti kuduga, Margarita bersikap dia adalah Nyonya rumah yang baik. Makanan yang baik di siapkan, dan dia bahkan bisa mengobrol dengan Monica. Seperti kataku dia tak akan berani membuat masalah.


Sergie yang melihatku dengan enggan menyapaku karena aku lebih tua darinya dan walaupun semua orang seperti merasa kami berjalan di lapisan es tipis, tapi tidak ada yang berusaha merusak suasana makan malam itu.


"Bagaimana Moskow Monica, apa kau menyukainya." Ayah bertanya ke Monica yang sedang menghabiskan dessertnya. Dia cukup banyak bicara ke Monica, Monica yang dasarnya ramah dan sudah terlatih berbicara dengan tamu-tamu baru dengan cepat bisa menyesuaikan pembicaraan.


"Sangat indah Paman, semua orang nampaknya suka berpesta di musim dingin. Aku jadi membayangkan mengunjungi Moskow saat puncak musim dingin di ġesember. Alexsey bilang dia merindukan suasana Natal putih musim dingin di Moskow."


"Ahh iya, sudah lama dia tidak kembali saat Natal. Tapi di masa depan kalian punya banyak waktu untuk merasakannya, lagipula kalian akan tinggal di Moskow di masa depan." Kata-kata ini akan membuat Svetluny moodnya jatuh lagi, tapi kali ini dia hanya tersenyum seakan yang didengarnya itu bukan hal luar biasa dan mengangguk patuh.


Aku heran tapi kurasa dia menjaga sikap di depan Ayah, tapi jika kami kembali ke hotel dia akan mempertanyakan apa yang didengarnya.


"Oh ya Alex, rumah Ayah dan Ibumu masih terawat dengan baik, jika kau pindah ke Moskow kau dapat menggunakannya." Rumah Ibu di Moskow, Ayah menyebutkannya sekarang lama aku tak melihatnya.