BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Episode 35. The Junkie Rebel


Aku dan teman-teman menjalani latihan tambahan kembali dengan group Andrew di bagian utara camp ini yang kosong. Dan pulangnya kami melewati camp pengungsi yang sekarang popolasinya adalah pria semua.


Aku mendengar orang membentak.


"Lakukan yang benar! Dimana tenagamu!" Aku, Susan dan Noah sama-sama menoleh.


"Kita lihat apa yang terjadi..." Noah berbisik dan kami mengendap gendap diantara tenda. Menuju ke tenda yang terbesar.


Pria Ketua geng itu dan gerombolannya dipijat oleh yang lain. Ternyata ada yang bermain atasan dan bawahan disini. Ketua geng ini memang perlu di tendang pantatnya.


"Ayo kita laporkan ke Andrew biar dia yang mengurus tiran ini." Kami langsung berjalan ke bagian lain camp itu. Tempat tenda para prajurit.


Tujuh orang anggota tim Andrew menempati tenda sendiri, tidak bercampur dengan tenda lainnya.



"De Angelo,..." Susan menyapanya. Dia sedang memainkan gitar kecilnya dan duduk bersama Andrew dan Tommy.


"Kalian kenapa kesini lagi? Jangan bilang kau mau latihan tambahan sayang. Tenda sedang kosong ngomong-ngomong." Da Angelo menyeringai lebar.



Mari kita anggap tentara Spanyol ini adalah De Angelo.đŸ˜˜


---------


"Itu tawaran yang menyenangkan, tapi kau masih bau keringat." Susan sengaja menempel untuk menggodanya dan menciumnya didepan kami.


"Bukankah itu sexy..."


"You two, get a room." Lovebird ini memang susah diurus. Aku langsung menguliahi mereka. Kami disini buat melaporkan kejadian di tenda pengungsi malah berakhir dengan menonton tayangan percintaan.


"Jen, tidak ada room disini." DeAngelo membalasku sambil mengedipkan mata.


"Baiklah, kenapa kalian kesini?" Sekarang Andrew yang bertanya.


"Laki-laki kemarin. Ketua geng yang menyebutku ja*lang. Sedang bermain raja kecil di kamp pengungsi. Dia memaksa orang lain memijatnya dan anggotanya."


"Hmm benarkah. Benar-benar pembuat onar nampaknya mereka. Kurasa mereka semacam pemuda jalanan, pengedar dan semacamnya. Kelompok mereka anggota yang kemarin datang terdiri dari lima Hispanic dan tiga negro. Yang lain nampaknya mengikuti mereka karena mereka bisa bertarung di jalanan. Katanya mereka ditemukan oleh rombongan di jalanan dekat kota kecil Roland di perbatasan Arkansas yang dilewati Interstate 40."


"Bukanlah Roland juga termasuk zona hitam."


"Iya. Evac total ke Fort Smith, Arkansas. Itu kota cuma dengan penduduk 3000 orang. Tak ada faselitas kesehatan disana yang beroperasi di kota kecil itu. Tampaknya beberapa orang itu entah bagaimana terjebak bersama mereka."



"Akan kubuat mereka lari mengelilingi lapangan sampai pingsan."


"Sayang, aku akan menemuimu nanti. Sesudah menghajar berandalan itu. Aku harus ikut bos.


"Apa kami bisa menonton sayang? Kami kekurangan hiburan sekarang."


"Terserah kalian..." Kami ikut mereka berjalan ke tenda pengungsi, mungkin ada sekitar 150 orang sekarang di area pengungsi.


Kami duduk menunggu di luar tenda, tampaknya mereka berhasil menangkap basah perbuatan penghuni baru itu.


Ada empat orang yang digiring keluar kemudian diikuti oleh penghuni tenda. Kami menyaksikan dari kejauhan.


"Mulai merasa kau sangat hebat hah, tak ada yang lebih tinggi disini. Tak tahu terima kasih, kalian ditolong tapi merasa menjadi raja."


"Lari keliling 20x di lapangan ini dan setiap boleh menghadiahi mereka sabetan. Kalian 4 orang yang tadi memijat mereka, sabet mereka di pun di punggung, buka baju kalian yang tiba terakhir akan mendapatkan sabetan double. Ambil ranting oak itu."



Empat orang yang ditunjuk langsung bergegas mengambil ranting Sumard oak. Pepohonan yang sangat umum di vegetasi Oklahoma. Aku sering melihat tupai membawa acornnya ( buah oak) setiap hari.



Dengan cepat perlombaan itu mendatangkan keriuhan. Mereka bersorak-sorak seperti ini adalah perlombaan pacuan kuda. Ini hiburan gratis. Sang Ketua yang tampaknya paling lambat diantara anak buahnya mendapat sabetan paling banyak. Dan DeAngelo dia punya membuat seluruh penghuni tenda mendapat kesempatan melakukan sabetan.


Mereka terkapar tak punya tenaga lagi dengan punggung dan kaki bagian belakang lecet-lecet merah kemudian.


"Ini pelajaran buat kalian! Kalian sekali lagi mencari masalah, membuat orang dibawah kalian, bersikap kalian paling berkuasa. Aku akan membuat kalian harus berjalan merangkak! Jangan takut melaporkan para bedebah ini, keroyok saja. Kalian lebih banyak jumlahnya. Kita disinì berjuang untuk mengatasi krisis, tapi kalian sampah malah membuat masalah yabg tidak perlu. Kalian bosan hidup akan kujadikan umpan untuk infected diluar pagar sana." Dia menunjuk 7 orang itu. Semua orang membenci mereka yang baru datang ini.


"Kalian akan berpisah kelompok. Ada lima belas tenda disini, masuk ke tenda yang berbeda! Mana pimpinan kelompok tenda 1 sampai dengan 7." Dengan licik DeAngelo memisahkan kelompok itu.


"Kalian dengar jika pria-pria ini tidak bekerja sama dengan kalian. Jangan takut untuk memberi mereka pelajaran!" Andrew memberitahu semua orang.


" Ingat untuk menjaga kekompakan kalian disini. Kalian pendukung para tentara yang berjuang mati-matian untuk membebaskan rumah kalian agar aman lagi. Dan pelindung bagi mereka yang terluka. Sekarang bubar, tontonan malam ini sudah berakhir." Andrew membubarkan kerumunan dan mereka yang mendapat hukuman dibawa oleh masing-masing Ketua Kelompok.


Hiburan gratis malam ini berakhir. Dan kurasa jika mereka sudah dipisahkan begini tak kan ada yang berani membuat masalah.


Tapi aku akan melihat, ada beberapa orang yang memang tak bisa mengikuti perintah dan pembangkang.