BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 14. Motive 3


Menjelang siang aku pergi sendiri ke headquarters CSIS (Canada Security Intelligence Service) yang berada di Ottawa. Sementara Charles dan unitnya in charge bersama polisi untuk mengeliminasi kemungkinan ada seseorang melapor bahwa kami memiliki unit penyelidik lain.


Aku bertemu dengan Sir Jordan. Kepala unit yang mungkin berusia pertengahan 40 tahunan itu menyambutku saat masuk ke cluster kerja unitnya.


"Nona Dugard, Anda di sini." Aku bergegas menyalaminya.


"Sir, terima kasih atas bantuan Anda, apa kita punya perkembangan situasi."


"Kita punya... Saya akan tunjukkan kepada Anda." Dia membawaku ke sebuah monitor. "Baru satu jam yang lalu kami mendapatkan bahwa ada beberapa orang mengawasi survivor ketiga kita, kali ini seorang laki-laki, namanya Michael Cera, yang bekerja sebagai seorang chef di sebuah restoran di Ottawa sekarang. Dan seorang lagi Anton Holt yang bekerja sebagai seorang guru di sebuah sekolah di Ottawa." Dia memberiku beberapa foto sekarang.


"Dua wanita telah hilang dalam satu hari, dan sekarang mereka mengincar pria, itu bukan hal yang aneh, mereka akan menjalankan percobaan dengan dua orang pria dan dua orang pria survivor." Sir Jordan menjelaskan.


"Kau akan membiarkan mereka membawanya bukan?"


"Iya, pasti. Itu cara tercepat mengetahui dimana markas mereka. Kami tak akan melepaskan mereka tenang saja. Dua GPS tersembunyi telah di pasang oleh agen saat mobil mereka diparkir untuk mengawasi target. Kami menemukan bahwa perawakan orang ini sama seperti orang yang terlihat di sebuah kamera jalan. Ini pasti mereka. Kita harus bersabar."


Aku menghela napas lega dalam hati. Akhirnya ada yang bisa kami ikuti dan jalan menemukan Monica sudah ada. Kami hanya harus berhati-hati dan bersabar.


"Bagaimana dengan Dave Thomas, apa dia terlibat sesuatu di dalam ini?"


"Kami berhati-hati menguru*tkan teleponnya beberapa hari ini. Kami memang belum menemukan sesuatu yang mencurigakan, tapi dalam dua hari kemarin dia banyak menghubungi assistennya John Adam, ini yang sedang dikerjakan oleh timku, dengan siapa assistennya ini berhubungan. Nomor-nomornya yang dihubunginya banyak yang berasal dari US sekilas."


"Itu akan sangat membantu jika Anda bisa mendapatkan bantuan semacam itu."


"Baiklah, tunggu sebentar akan kutelepon seseorang yang aku yakin bisa membantu."


Aku segera menelepon Gilbert. Dia sendiri yang bilang padaku aku bisa meneleponnya kapan saja.


"Eliza, kau meneleponku. Aku baru saja sampai di Michigan. Bagaimana apa kalian berhasil melacak adikmu?"


"Sebenarnya kami memperoleh titik terang, kau benar, ini ada hubungannya dengan kenyataan bahwa adikku seorang survivor, ..." Aku menceritakan semuanya padanya, dia diam mendengarku dan tidak memotong ceritaku sampai akhir. "Kami perlu mengindentifikasi nomor-nomor yang dihubungi assisten Dave beberapa hari terakhir, ada nomor-nomor US disana. Apa kau bisa membantu?"


"Nomor US? Benarkah?"


"Kami sedang menunggu umpan itu dimakan, dua pria itu pasti juga akan di culik, dengan kenyataan bahwa mereka bahkan sudah merencanakan menculik Monica di blind s*pot, kecurigaan Dave Thomas terlibat untuk menahan Monica sangat besar. Apalagi bisnis mereka juga sedang tidak baik, uang besar bisa menggerakkan siapapun. Dia bisa saja melepasnya di laboratorium yang tidak punya affiliansi apapun, tapi di belakang layar itu pekerjaan mereka."


"Hmm... kirimkan nomormya padaku. Aku akan mengirimkan data-datanya padamu." Akhirnya dia setuju dengan mudah. Aku menghela napas lega.


"Akan kukirim segera." Dan aku meminta mereka mengumpulkan nomor yang mereka ingin tahu siapa pemi*liknya itu.