
"Perawat Kepala Jen, bagaimana keadaanmu." Donna mendatangiku pagi itu.
"Donna, aku baik. Bagaimana semalam?"
"Dokter James membuat pengaduan langsung ke Walikota. Dia sudah dihajar oleh para prajurit, dan sekarang dia tak punya izin memasuki kota lagi. Dia hanya diizinkan tinggal di pertanian luar wilayah kota dan bekerja di sana." Jadi semalam sudah ada tindakan. Sesuai harapan, harusnya memang tak mempengaruhi Andrew secara langsung.
"Itu bagus. Jadi kau tak perlu takut lagi dia menganggumu. Kau aman di sini." Aku turut lega untuknya.
"Aku berhutang hidupku padamu."
"Tidak ini sudah tugasku untuk membantu. Tak ada yang berhutang apapun. Lanjutkan hidup saja sekarang, kita semua kehilangan seseorang, di sini setidaknya lebih baik." Aku tersenyum padanya, senang rasanya melihatnya lebih bersemangat sekarang. Orang yang berterima kasih padaku membuat hidup terlihat lebih baik. Pagi hari ini entah kenapa ini terasa lebih baik.
Kami menerima beberapa pengungsi lagi. Kabarnya ada 100 orang baru yang bergabung hari ini. Beberapa yang baru datang harus tinggal dalam perawatan.
Susan datang padaku siang itu. Wajahnya menyiratkan ada berita besar yang dia bawa. Dia kelihatan senang sekali dan tak sabar untuk bicara.
"Jen, kau tahu ada seseorang yang datang deman naik turun dan hasil tesnya positif, tapi dia bilang tak mungkin. Demamnya sudah 7 hari. Baru kali ini kita kasus begitu." Masa demam biasanya paling lama 3 hari pasien sudah kehilangan kesadaran.
"Kau sudah melapor ke James?"
"Sudah, tentu saja. Kau tahu kata James kemungkinan ini seperti orang yang kita tangkap di pabrik makanan itu. James sedang melapor ke pusat untuk meminta petunjuk apa yang harus dilakukan."
Kurasa dia akan dikirim langsung ke Atlanta, markas CDC, salah satu kota besar aman yang bertahan di USA. Bisa dikatakan negara bagian Georgia lebih baik keadaannya dibanding negara bagian lainnya di US.
Setiap kemungkinan kami bisa melawan virus maka itu harus diteliti secepatnya. Perkiraanku tidak salah, James langsung datang dengan perintahnya.
"Jen, bersiaplah kau akan segera ke Pangkalan Udara Militer Little Rock, ada transport militer dari Atlanta akan menjemputnya. Protokol penanganan di perjalanan tercantum disini. Dengan keadaan sekarang kemungkinan dari sejam ke Little Rock kau akan perlu waktu lebih banyak lagi jika ada halangan."
"Ohh Little Rock." Itu adalah Ibukota Arkansas. Tapi kota itu belum aman. Pasti banyak halangan.
"Bersiaplah segera, aku akan menyiapkan obat-obat dan peralatan dalam perjalananmu. Aku harus mengirimmu ke perjalanan ini, kau yang paling siap untuk perjalanan di banding yang lainnya." James menjelaskan alasannya.
"Baik James. Aku mengerti." Aku segera membaca protocol yang dikirimkan FDA dan dalam sejam kemudian aku sudah melihat pasienku.
Seorang laki-laki bernama Aaron Kendricks. Dia terlihat sudah siap melakukan perjalanan. Sementara aku juga sudah siap dengan peralatanku, obat dan senjata.
"Namaku Jen, senang bertemu denganmu. Aku akan mengawalmu ke Little Rock. Jika kau merasa tidak baik kau harus mengatakannya padaku." Sekarang kami berkenalan secara pribadi.
"Perawat Jen, aku baik-baik saja sudah siap dengan perjalanan ini. Jangan khawatir aku akan sampai ke sana dengan selamat. Senang bisa dianggap sebagai orang yang bisa menolong peradaban." Aku menyalaminya, aku suka semangatnya untuk tetap sembuh dan sehat.
----bersambung besok