
"Di sini cukup bagus bukan keadaannya." Andrew bertanya padaku di sela makan siang kami.
"Iya bagus terutama untukmu." Aku menjawabnya sambil tersenyum lebar. Dia punya banyak penggemar di kota kecil ini.
"Kita bicara hal yang berbeda kurasa."
"Iya memang hal yang berbeda." Aku tertawa. "Maaf aku senang sekali melihat kalian kadang harus kerepotan menghadapi penggemar di ruang makan."
"Itu bukan hal yang menyenangkan bagiku."
"Kenapa? Kau tak mau menyusul temanmu itu? Pengemarmu itu cantik-cantik. Kau malah terkurung denganku di sini. Kau rugi Sir."
"Aku terkurung dengan siapa itu pilihanku kukira. Aku terkurung denganmu disinipun aku tak mengangapnya rugi." Sejenak aku terdiam mendengar jawabannya. Maksudnya dia mengatakan dia memilih makan siang denganku daripada bersama wanita-wanita dibawah. Atau mungkin dia hanya... tak ingin... menghadapi wanita yang tidak disukainya.
"Ya kau bisa memilih siapa saja. Maaf, kau pasti sedang banyak pekerjaan. Aku tak bermaksud memaksamu harus bersama mereka tentu saja. Kita teman, kau bisa bicara apa saja denganku tentu saja. Aku hanya... senang kau berhasil dan popular sekarang, itu saja. Ayo makanlah... Hari ini makanannya istimewa." Aku menghapus pikiran aku di istimewakan.
"Bagaimana kabar Ibumu." Dia mengalihkan pembicaraan.
"Baik-baik, dia sehat, punya banyak teman. Semua yang diceritakannya padaku bagus. Keluargamu baik?" Aku menanggapi pembicaraannya.
"Baik, mereka sudah di kota aman, setidaknya definisi baik untuk saat sekarang. Jika transfer antar kota sudah diperbolehkan mungkin aku bisa mengunjunginya mereka."
"Transfer antar kota."
"Iya untuk sekarang itu hanya untuk kepentingan militer dan medis. Tapi mungkin jika dua kota sudah berada di zona dekat dan cukup aman itu bisa dilakukan." Sekarang aku membayangkan jarak antar dua kota, El Paso da Hot Spring.
"El Paso dan Hot Spring terpisah 14 jam perjalanan, jelas itu masih sangat lama. Kecuali jika berani menanggung resiko sendiri. Kita tak mungkin mendapat cuti di situasi darurat militer ini. Mungkin bisa bertahun-tahun lagi. Aku hanya berharap Ibuku Ibuku baik-baik saja." Aku makan sambil memikirkan banyak hal di kepalaku.
"Semuanya akan baik. Berharaplah yang baik-baik. Lagipula El Paso bisa dikatakan kota aman yang sangat stabil. Tak ada kasus apapun disana, tak ada faselitas rusak. Pemerintahan militer disana akan mengatur hal yang baik, disana memang banyak pensiunan, rumah sakit pun berjalan dengan baik. Tak ada yang perlu kau khawatirkan." Dia menjelaskan dengan panjang lebar untuk membuatku tenang.
"Iya baiklah. Kurasa kau benar. Terima kasih Andrew. Walaupun aku jauh dari keluarga, tapi disini aku juga punya keluarga rasanya." Dia tersenyum kali ini.
"Kau selalu bisa mengandalkanku. Jangan khawatir."
"Kau memang selalu bisa diandalkan Kapten." Aku memberi hormat padanya dengan dua jari. Dia tertawa kecil sekarang.
"Bagaimana pacarmu dia sudah ditemukan?"
"Belum, mungkin aku harus berhenti berharap. Aku mendoakan yang terbaik untuknya, 9 bulan, tak ada kabar, bahkan di pusat orang hilang manapun di semua kota aman. Kurasa sekarang aku harus realistis terhadap kemungkinan terburuknya. Ibunya mengatakan itu padaku, kadang aku tak mau percaya perkataan itu. Tapi yah, mungkin itu benar. Semua orang kehilangan, termasuk aku. Sudahlah kita makan saja..."
Dia diam kali ini. Tak lama dia mencari topik lain yang setidaknya membuatku bisa tersenyum.
bersambung besok