
Aku melihat kalung indah yang diberikan Alexsey. Ini pemberian yang sangat murah hati. Hmm katanya dia tidak akan berharap apapun, apa itu benar.
"Bagus bukan Kak."
"Kalung yang bagus, Cartier, kau baru membelinya?" Eliza datang ke apartment dan melihatku mengagumi kalung yang dia berikan padaku.
"Tidak ini diberikan oleh Alexsey..." Kuceritakan soal pertemuan terakhir kami dan siapa dia dari cerita masa lalu kami.
"Nampaknya dia sangat menghargaimu. Itu sesuatu yang bagus, seperti kau sudah mengikat hatinya begitu kau bertemu dengannya dengan perbuatanmu di masa lalu."
"Mengikat hatinya? Itu masalah yang serius." Hati Mafia Rusia itu terikat padaku, apa begitu.
"Dengan semua bunga dan hadiah murah hati ini apa lagi yang tidak mungkin." Mungkin Eliza benar, dia tulus tapi banyak perbedaan diantara kami.
"Sayang dia harus kembali ke Moskow, aku tak mau tinggal di sana."
"Mungkin ada jalan keluar di masa depan. Bisnisnya di sini dan dia sudah 20 tahun di sini, mungkin kau bisa membujuknya agar dia tinggal disini."
"Kurasa tidak mungkin, dia melalukan apapun agar dia bisa kembali ke sana. Lupakan saja. Ada hal yang lenih menyedihkan. Aku melihat Andrew berkencan dengan perempuan lain..." Kuceritakan bagaimana dia begitu terlihat tertarik pada Anna Winslow. "Kau tahu aku tak tahu apa dia akan melihatku Eliz, rasanya aku mengharapkan orang yang salah dan tak melihatku sama sekali... Mungkim dia akan mengerutkan kening dan menjauh jika aku berusaha untuk menggodanya. Itu akan memalukan... Apa.kau pikir hubungan kami mungkin?" Eliza diam mendengar aku putus asa.
"Hmm... Aku tahu perasaanmu. Menggoda orang yang kau kenal dari kecil memang rasanya aneh. Bagaimana jika mungkin aku yang bicara padanya saja? Aku lebih dekat padanya, mungkin aku bisa mengetes reaksinya sendiri. Semacam pertanyaan bercanda dan tak serius. 'Bagaimana kalau kau menikahi adikku saja. Keluarga kita pasti setuju.' Aku ada acara yang harus kuhadiri pagi ini bersamannya. Lalu kita pasti makan siang bersama....Kita lihat bagaimana reaksinya. Aku akan mengaktifkan ponselku supaya kau mendengarnya."
"Itu ide yang baik. Daripada aku harus menggodanya dan mendapat pandangan creepy darinya."
"Ya, dia manis kurasa, ketika aku tahu kenapa dia berusaha meminta maaf padaku dengan begitu gigih, tak lagi berpikir dia melakukannya hanya karena aku semacam piala baginya, pandanganku berubah tapi dia akan kembali ke Moskow cepat atau lambat. Aku tak mau tinggal di sana, jauh dari keluarga kita... Aku tak mau jatuh cinta padanya." Eliza meringis mendengar jawabanku.
"Memangnya kau bisa mengatur kau jatuh cinta padanya atau tidak." Aku mengangkat bahu dengan pasrah, aku sendiri tak tahu.
"Hmm... mungkin ada pria lain yang tulus padaku nanti."
Apakah ada, orang-orang takut aku menulari mereka dan tahu aku punya mental tak stabil setelah kejadian serangan panik yang terakhir.
"Jangan kau pikirkan sekarang semuanya Monic sayang, sejalan waktu kau akan memutuskan. Ikuti saja kata hatimu." Aku melihat ke Monic dengan bertopang dagu.
"Ikuti saja kata hatiku? Kedengarannya itu cara yang mudah."
"Apa kau pernah mendengar, lebih baik dicintai daripada mencintai. Kurasa jika Andrew tak nyaman dengan ide pernikahan ini kita lebih baik tak memaksanya."
"Iya, kurasa dia tidak akan setuju... nampaknya jodohku masih jauh." Aku tertawa miris.
"Mungkin besok datang. Kau tak akan tahu."
\=\=\=\=\=\=