BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 14. Banished Bouquet


'Bunganya sudah diterima.' Sebuah pesan masuk ke ponselku pemberitahuan dari Anna akhir pekan itu.


Svetluny, apa.dia menyukainya atau langsung membuangnya ke tong sampah? Aku bisa membayangkan wajah mengerenyitnya saat menerimanya. Kurasa dia melemparnya langsung ke tong sampah. Aku sakit hati, tapi alasannya jelas. Siapa yang mau menerima bunga dari penculik yang ingin menjadikannya infected.


Kukirim pesan padanya.


"Moonlight, kau suka bunganya. Aku benar-benar minta maaf padamu atas semua yang terjadi. Bolehkah aku mengajakmu makan siang besok. Alexsey." Aku meringis sendiri mengetik pesan itu. Aku tahu dia akan mengatakan tidak padaku, tapi ini adalah percobaan pertama yang aku tahu tidak akan berhasil. Tapi langkah demi langkah nanti aku akan belajar menghadapinya.



"NO." Hanya dua huruf. Svetluny-ku memang kejam dan efektif jika membunuh harapan seseorang. Bunga yang indah itu sudah pasti sudah berakhir di tempat sampah. Dan pastinya entah beberapa bouquet harus kukorbankan ke tempat sampah nantinya.


"Kejam dan tegas seperti Monica yang kukenal." Aku memberikan emoji tertawa dan pelukan sayang. Aku membayangkan dia penasaran dimana dia mengenalku? Dia 100% yakin tak pernah bertemu ban*gsat sepertiku.


'Jangan bermimpi di siang hari. Kita tidak pernah bertemu.' Dia penasaran sekarang, dimana kami pernah bertemu.


"Kita pernah bertemu sebslum ini, bertahun-tahun yang lalu, mungkin kau tak ingat lagi padaku tapi jelas aku tak akan pernah melupakanmu. Kau dulu sangat baik padaku. Aku tak akan pernah lupa pertemuan kita." Mungkin perbedaan wajahku dulu dan yang sekarang berbeda sangat jauh mustahil dia bisa mengenalku lagi. Lagipula aku dan dia hanya satu kali bertemu.


'Benarkah?' Dia masih menyangka aku berbohong. Yang ini pasti dia ketik dengan bibir miring sebelah karena menuduhku pembohong licik.


'Bagaimana kalau satu kali saja makan siang, akan kuberitahu padamu dimana kita pernah bertemu, itu sudah lama berlalu, kurasa kau tak akan mengingatnya lagi. Makan siang besok?' Ajakan makan siang yang sudah pasti ditolaknya mentah-mentah.


Jikapun aku mengatakan di mana kami bertemu aku ingin dia duduk di depanku, mendengarkan ceritaku, dan aku akan berterima kasih padanya, menceritakan apa yang kulakukan sesudahnya dengan berandalan itu untuk membalas Svetluny-ku yang di dorong ke tanah bersalju. Aku ingin menandang matanya dan bisa mengucapkan terima kasihku dengan sepenuh hati.


"Aku tidak berbohong, aku punya bukti kita pernah bertemu. Jika kau bersedia aku akan membawakanmu buktinya. Kita hanya perlu bicara dan bertemu. Dan kau mendengarkan dengan baik. Makan sianglah sebentar denganku. Masalah pengawalmu, aku menyesal tapi semuanya sudah kubayar sesuai dengan permintaanmu, kumohon maafkan aku."


"Kau bicara berputar-putar, kita tidak pernah bertemu dimanapun, dan kau hanya mempermaikanku."


"Tidak tertarik. Aku banyak pekerjaan, jangan ganggu aku lagi atau kublokir nomormu." Dia benar-benar sulit, dengan kalimat yang paling jelaspun dia tidak percaya padaku.


Aku menghela napas panjang, lebih baik aku mundur dulu, aku bahkan tahu dimana dia tinggal, di mana kantornya, jika aku mau aku bisa pura-pura berpapasan dengannya nanti di sebuah acara.


"Thomas, bagaimana usahamu menemukan subjek survivor di Mexico?"


"Tim sudah menemukan 2 pasang survivor yang kuta inginkan, saya dan dokter Gregory akan langsung ke Mexico bicara dengan mereka besok."


"Kalian harus ingat ini sangat rahasia. Tak ada siapapun yang bisa tahu proyek ini selain tim utama peneliti."


"Kami mengerti Sir."


Jika ini berhasil bukan saja kapitalisasi CSL Technology akan kembali, malah akan mengangkat semua saham utama CSL Group. Janjiku pada Ayah mungkin akan berhasil kupenuhi sebelum dua tahun.