BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 15. Candidates 2


"Aku mengunjungi anak-anakku, menjadi nenek yang baik tiap akhir tahun. Maaf sekali aku tidak bisa Margarita."


Ibu tiriku belakangan nampaknya mulai mendekati Bibi Irina. Biasanya dia tidak pernah berbasa-basi seperti itu. Dia tidak menyukai Bibi Irina karena Bibi membelaku selama bertahun-tahun ini. Dan Bibi juga tidak menyukainya karena memperlakukanku dengan buruk.


"Sayang sekali, sekali-sekali kita harusnya mengumpulkan keluarga liburan bersama."


"Ya itu ide yang baik, tapi harus di beritahukan jauh-jauh hari tentu saja." Bibi menyetujui ide itu.


Liburan keluarga besar, ini akan complicated, jika benar Ayah berniat mengoper tongkat kepemimpinan, dan pasti nanti cepat dan lambat Margarita akan tahu, jika benar perkataan Bibi Irina, Margarita tak akan membiarkan Ayah memilihku. Apa yang akan dilakukannya.


Sergie menghampiriku saat sudah selesai acara. Dan kami sudah di acara makan malam bebas.


"Brother Alexsey nampaknya belakangan kau banyak mendapat perhatian Ayah." Gara-gara Ayah mengungkit kerugiannya tadi dia menyimpulkan aku mendapat perhatian?


"Aku mendapat perhatian bagaimana maksudmu?"


"Kau hanya memegang bisnis kecil di US, tapi nampaknya Ayah memperhatikanmu lebih dari kami yang memegang kapitalisasi besar."


"Aku tak merasa begitu. Kurasa karena belakangan aku banyak masalah saja. Aku banyak dimaki Ayah tak kompeten. Jika itu yang kau sebut perhatian." Aku tertawa di depannya.


Seperti kata Bibi aku harus pandai merendah. Dia akan berada di bawah ketiakku pada saatnya di sepanjang sisa hidupnya. Tak apa mengorbankan tahun-tahun awal karierku di tanah pengasingan, berjuang sendiri disana.


"Karena pabrik USA yang di sita itu. Itu memang kehilangan yang besar, dari 23% kapitalisasimu sisa 17%, sayang sekali." Dia menikmati kekalahanku di tahun ini. Pura-pura prihatin padahal dia menertawakanku.


"Iya sayang sekali, tahun ini pencapaianmu sangat bagus. Kau pantas di beri selamat." Aku mengalihkan perhatiannya padaku dengan memuji pencapaiannya.


"Selamat, kau memang pantas menerimanya karena kerja kerasmu. Kau sangat hebat tahun ini." Akan kuberikan pujian yang ingin dia dengar "Kau memang enak diberi wilayah Eropa Barat, disana tak banyak terdampak, jika adapun bisa di isolasi dengan baik. Sekarang semuanya sudah pulih bukan."


"Iya kebanyakan negara sudah pulih di tahun ke lima ini. Terima kasih Brother."


"Tahun depan akan lebih bagus lagi harusnya, seperti kata Ibu kau memang pantas jadi pimpinan perusahaan utama." Aku akan terus memujimu sampai kau tak sadar kau punya banyak kekurangan.


"Kurasa Ayah tidak akan semudah itu menunjukku, aku pikir kau juga punya kemungkinan ditunjuk Ayah. Saat sedang pandemi, CSL Technology malah produksinya meningkat dan kalian jadi supplier pemerintah di US dan Canada, bisnismu yang lain juga masih berjalan. Kami banyak yang terpaksa berhenti..."


"Tidak, kau yang akan ditunjuk!" Sebuah suara tajam datang dari belakang. Margarita Jovovich nampaknya tak senang anaknya sama sekali tak punya kepercayaan diri.


"Ibu, aku hanya bicara Alexsey juga punya kesempatan. Tentu saja aku akan mengusahakan kesempatanku. Aku tak akan mengecewakan Ibu."


"Dia tidak punya kesempatan. Dia memegang perusahaan di US dan Kanada sejak dulu. Dia familiar dengan Amerika dan itu tak akan berubah. Benar bukan Alexsey."


"Benar Ibu. Kurasa aku memang tak punya kesempatan. Selama dua puluh tahun ini aku terbiasa di US. Tak mungkin aku pindah ke Moskow." Aku jadi berpikir, jika sedikit saja dia tahu rencana Ayah yang kemungkinan besar menjadikanku pimpinan di perusahaan utama. Apa yang akan dilakukannya?


"Memang tak mungkin." Dia memandangku dengan tajam. Seakan jika aku menentangnya ada hal buruk lain yang terjadi. "Kau dengar posisi itu milikmu, hanya kau yang akan memiliki posisi itu."


Memastikan aku tidak ada alias membunuhku?


Itu sangat mungkin terjadi.


Peringatan Bibi agar aku tidak mengatakan apapun soal kemungkinan Ayah mencalonkan aku bukan tanpa alasan kuat....