BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 73. Disagreement 3


POV Gilbert


"Kau baik-baik saja? Kenapa kau tak cerita kau mau di tembak?" Aku khawatir tentu saja saat mengetahui kejadian yang menimpanya.


Dan lagi yang menerima tembakan itu adalah Andrew yang sudah melamarnya dengan terang-terangan, jika entah bagaimana dia tersentuh dengan keberaniannya, lalu dengan desakan keluarga, mungkin peluang kami untuk bersama akan tinggal kenangan.


"Ohh itu kejadian dua hari yang lalu. Maaf, aku belum sempat cerita. Aku ketakutan jika terjadi sesuatu pada Andrew bagaimana aku bisa mengatakannya pada Paman David. Aku menunggui operasi sampai jam tiga pagi. Tapi bagaimana kau bisa tahu siapa yang memberitahumu?"


"Rachelle, aku bertemu dengannya malam ini di pesta rekanan Warner." Rachelle, entah apa yang dikatakan Rachelle padanya soal aku dan Andrew.


"Ohh Rachelle...."


"Kau baik-baik saja?" Yang terpenting adalah dia. "Apa yang menembakmu sudah ditangkap?"


"Aku baik tak tergores sedikitpun .Orang yang mau menembakku sudah ditangkap, aku tak terluka tapi Andrew yang menghalangi tembakannya...." Dia menjelaskan siapa yang ingin menembaknya di sana, apa yang terjadi lebih lanjut. Tapi lebih banyak hal yang kudengar dari Rachelle membuatku lebih khawatir.


Rachelle sendiri yang mengatakan bahwa orang tuanya akan turun tangan dalam perjodohan ini. Apa keluarganya bisa memaksanya ke titik dimana dia tak punya pilihan lain selain menerima? Itu yang paling kukhawatirkan.


"Rachelle bilang Ibunya mengatakan akan bicara pada Ibumu soal hubungan kalian. Apa dia akan memaksamu."


"Soal itu, kurasa tidak, Mama tak akan memaksaku biarpun Bibi bicara begitu...." Dia diam. Aku merasa dia sendiri tak yakin dengan kata-katanya.


"Kau merasa berhutang pada Andrew? Apa dia mengatakan sesuatu padamu?"


"Bagaimanapun dia mempertaruhkan nyawa untukku. Aku merasa bersalah untuknya. Walau dia bilang akan mengatakan padaku aku tak berhutang apapun padanya. Sekarang dia masih di rumah sakit di sini. Kau tahu aku merasa serba salah sekarang menghadapinya... Kakak bilang aku harus merawatnya dengan baik dan menemaninya kembali ke Montreal."


"Dia... " Eliza mencari kata yang tepat nampaknya.


"Kau tak perlu menutupi apapun, katakan saja yang sebenarnya." Rachelle sudah membenerkan kebenaran nampaknya, keluarga Dugard dan Davis sudah terlanjur dekat, dan aku hanya orang luar yang dianggap penggangu.


"Dia dan Andrew sudah kenal lama, mereka teman dekat, jelas saja dia lebih memihak Andrew, kita sudah tahu ini tak akan mudah. Kita perlu bersabar..."


"Apa dia menentang ide kepindahanmu ke DC?" Jika dia sudah tahu, dia pasti mengerti dalam rencana kami Eliza yang harus pindah. Apa dia menerima ini...?


"Untuk saat ini... iya. Dia sama sekali tak suka mendengar aku harus pindah dan meninggalkan posisiku disini." Jelas apa yang terjadi sekarang, Kakaknya sudah tahu dan lebih memilih mendukung Andrew. "Kau tak usah khawatir kurasa mereka tak akan memaksaku, tapi untuk saat ini kau lebih baik tidak maju."


"Ya baiklah, nampaknya kita memang perlu bersabar."


"Kita tahu ini tak akan mudah. Aku merindukanmu, sudah lama kita tidak bertemu."


"Setelah kau kembali ke Montreal aku akan ke sana."


"Aku akan menunggumu."


Sekarang kami hanya bisa berjalan di belakang sambil bersabar mengharapkan persetujuan keluarga.


\=\=\=\=\=\=