BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 77. Sergei Mashkov


"Aku akan ke Mexico minggu ini sayang, lima hari saja. Anna ikut denganku. Kau mau ikut?" Setelah Minggu lalu ke US, Minggu berikutnya dia akan ke Mexico.


"Tidak, aku ada pemotretan dan syuting iklan. Aku tak bisa ikut denganmu."


"Kau tak cemburu kepada Anna lagi bukan. Dia ikut kesana karena menangani pertemuan juga. Bukan ikut sebagai sekertaris, kami sedang mengejar supplier rumah sakit pemerintah dan militer. Dia yang membuka pembicaraan ke salah seorang pejabat di sana." Aku tahu Anna dan dia benar rekan kerja. Walau ada kalanya aku merasa assistennya itu terlalu cantik.


"Kenapa kau bisa memilih assisten secantik itu."


"Mudah, karena wanita cantik apalagi selevel Anna sangat mudah menarik perhatian pria. Jika aku ada kesepakatan, berhubungan dengan pria, memasang Anna bicara dengan mereka sangat efektif. Anna punya banyak keuntungan."


"Ahh begitu..." Baru aku tahu bagaimana dia menggunakan Anna. "Tetap saja dia terlalu cantik, kau tak pernah tertarik padanya."


"Dia temanku, aku punya batasanku sendiri soal cinta dan pekerjaan. Mencampur cinta dan pekerjaan akan memusingkan."


"Oh ya? Kenapa begitu, aku mendengar banyak cerita teman sekantor."


"Mungkin banyak, tapi coba bayangkan, kau harus menyuruh-nyuruh orang yang kau sukai, atau kau punya masalah dengan pekerjaannya tapi tak bisa memarahinya, begitu kau memarahinya kau pulang ke rumah dengan masalah yang tak terselesaikan. Pekerjaan dan cinta akan rumit bila bersama bagiku. Aku tak mau memperumit hidupku."


"Hmm begitu." Entahlah, tetap saya aku kadang cemburu melihat Anna. Walaupun sekarang nampaknya dia menjadi kekasih Andrew.


"Kau benar tak mau ikut?"


"Tidak."


"Maslenitsa tahun depan, ikutlah ke Moskow. Kukenalkan kau ke Ayah dan Bibi." Aku tersenyum dengan permintaannya.


"Masih lama, kenapa harus meminta sekarang."


"Berjanjilah untuk ikut."


"Baiklah terserah padamu." Dia tersenyum lebar sekarang.


"Aku akan membawamu ke Moskow tahun depan."


Kembali bersama ke kota kelahirannya, merasakan dinginnya Moskow di akhir February, masih tujuh bulan lagi tapi nampaknya sangat berarti baginya.


----'


Pemotretan hari ini untuk sebuah lokal, mereka meluncurkan rangkaian produk anti aging, aku terpilih untuk mempromosikan untuk kulit wanita usia 30an, plus seorang model senior untuk produk 40 tahun ke atas. Akan ada sesi foto bersama juga, jadi ini akan jadi hari yang melelahkan.


"Katanya pemilik brand juga akan datang ke sini." Eva Lopez, model yang bekerja denganki hari ini mengatakan sesuatu padaku.


"Ohh ya? Pemiliknya? Siapa?"


"Namanya Charlie Addams, masih muda, aku pernah bertemu dengannya baru sekitar 35 tahun. Nanti kita akan dikenalkan padanya."


"Charlie Addams,..." Aku merasa pernah mendengar namanya, dimana, apa kami pernah bertemu, aku berusaha mengingatnya tapi aku lupa.


"Ohh baiklah." Aku harus bersikap sopan padanya, bagaimanapun dia yang membayar kami bukan.


Pemotretan solo mulai berjalan kemudian dilanjutkan pemotretan berpasangan. Di akhir sesi aku melihat beberapa orang datang melihat pemotretan kami. Tapi aku tak terlalu memperhatikan karena harus fokus ke pemotretan.


"Ini Tuan Charlie Addams, pemilik brand ini." Sekarang aku dan Eva dikenalkan ke Charlie Addams, dan langsung kuingat, dia orang yang pernah kutemui di pub bersama saudara tiri Alexsey, Sergie. Alexsey pasti pernah menyebutkan namanya tapi aku tak terlalu memperhatikan.


"Halo Nona Eva, Nona Monica terima kasih atas kerja keras kalian." Dia menyalami kami, pria muda yang mungkin seumur Alexsey itu bersikap ramah. Aku akan pura-pura tidak pernah mengetahui siapa dia. Yang pasti menurut Alexsey dia dan Sergie sedang mendapatkan kenyataan bahwa investasi mereka sedang hilang terbakar habis.


"Halo Tuan Charlie, senang bisa bertemu dengan Anda." Setelah Eva menyalaminya aku yang menyalaminya.


"Senang mendapatkan kalian bisa bekerja untuk kami, terutama Nona Monica yang sudah terkenal sebagai survivor."


"Aku yang mendapatkan kehormatan membantu Anda." Aku mulai mempertanyakan apa dia mengenalku sebelumnya, bagaimanapun dia adalah teman dekat Sergie, mungkin ada semacam perangkap di sini. Aku tahu kekhawatiranku mungkin agak berlebihan, tapi apq yang tidak dapat terjadi, terakhir kali Sergie dan Margarita membayar orang untuk menabrak mobilnya.


"Bagaimana jika saya mentraktir Anda berdua makan malam, Nona-nona ini pasti kelaparan karena sudah bekerja begitu keras." Aku dan Eva berpandangan, kami tak bisa menolak undangan makan malam yang murah hati ini, dia yang membayar pekerjaan kami.


"Iya baiklah. Tentu saja." Eva yang menjawabnya terlebih dahulu.


"Nona Monica, Anda juga bersedia bukan." Dengan adanya Eva kurasa tak ada masalah, lagi pula pengawal yang ditugaskan Alexsey masih menjagaku. Hanya karena aku sibuk disini, dia kembali ke kantornya yang tidak jauh dari sini.


"Iya baiklah.Tentu saja." Aku memberitahu pengawalku segera supaya dia menjemputku di restoran saja. .


Kami naik ke mobil Charlie, Eva nampaknya menyukai Charlie, nada suaranya berubah menjadi lebih manja dan lembut asaat kami bersama naik mobil dengan Charlie.


bersambung besok....


"