
"Apa maksudmu meratakan?!" Aku mencengkram lengan Susan. Dia langsung menyeretku masuk ke ruangan.
Televisi sedang menanyangkan sebuah pemboman yang dikirim dari kejauhan. Langit memerah saat rentetan cluster bom dijatuhkan dari udara.
"Militer kabarnya mengambil tindakan isolasi zona hitam. Mereka sudah mengerahkan evakuasi dengan kendaraan lapis baja di siang hari selama dua hari, tapi di malam hari daerah itu penuh dengan infected baru jadi mereka memutuskan untuk melakukan umpan suara ke bagian tengah pemukiman meratakan semuanya dengan bom cluster." Penyiar televisi memberikan penjelasan apa yang kami lihat di tayangan televisi.
"Ohh my God...diratakan." Mereka meratakan Pleasant Grove karena populasi infected terlalu membahayakan untuk operasi militer.
Apa James berhasil menghubungi Bibi Jane? Dia di shift yang berbeda denganku dua hari ini. Aku belum sempat bicara dengannya.
"Mau kemana kau..." Andrew memanggilku, aku langsung berjalan terpincang ke lift kembali. Aku ingin bicara dengan James.
"Aku ingin bicara dengan James di ER." Dia mengikutiku dan aku berpegangan padanya lagi.
"Aku tak tahu apa dokter James sudah mendengar kabar tentang Ibunya atau belum..."
"Ohhh... Ibunya masih belum ditemukan tampaknya kemarin, rekanku bilang di mess pengungsian mereka membuka jalur komunikasi. Tapi Ibunya juga belum menghubunginya."
Jadi kemungkinan Bibi Jane menjadi korban?
Aku melihat James di luar ER, dia menyandar sambil melihat handphonenya. Dia melihatku datang di bersama Andrew dan dipapah.
"Kenapa denganmu?"
"Aku hanya cedera pergelangan kaki karena latihan, kau sudah mendengar mereka meratakan Pleasant Grove? Kau sudah mendapat kabar soal Bibi Jane?" Sekarang dia menghela napas.
"Iya aku tahu. Arnold yang mengatakan padaku. Dia sudah berhasil meneleponku. Mom tidak ditemukan di penyisiran militer kemarin. Kami sudah merelakannya..." Dia bicara dengan pelan, aku tak bisa berkata-kata atas kehilangan.
"I'm so sorry for your lost ..." James cuma mengangguk.
"Ayahmu?"
"Ayah sudah berada di El Paso, kami sudah memberitahunya tentang Ibu. Arnold dan keluarganya sudah menuju ke tempatku di El Paso untuk sekarang."
"Syukurlah Ayahmu bisa sampai ke El Paso. Turut berduka untuk kehilanganmu juga Doc..."
"Terima kasih, kami..." Percakapan kami terhenti ketika ada sebuah suara tidak jelas semacam suara ranting patah dari arah taman dan pepohonan gelap, mungkin lima belas meter di depan kami.
"Apa itu..." Aku langsung menghadap sumber suara. Sebuah bayangan jelas terlihat di kejauhan.
"SIAPA DISANA! KELUAR!" kali ini teriakan lebih keras mengema, dua orang prajurit yang berada tidak terlalu jauh mendengarnya dan berlari datang.
Dan saat itu bayangan itu langsung bergerak dengan cepat! Tiga infected berlari menyerbu ke arah kami. Aku membelalak dan bersiap untuk kontak dan melindungi diri. Ini ujian sebenarnya dari latihan kami.
Tapi dua orang prajurit yang memegang senapan ternyata langsung menyelesaikan semuanya. Rentetan tembakan memecah udara malam dan infected itu langsung terkapar dengan tembakan di kepala.
Alarm menyala, tanda keamanan diterobos. Ada kesalahan disini. Blok ini dilindungi oleh sekitar 300 prajurit dan dibatasi oleh kabel tegangan tinggi dan sistem kamera keamanan. Bagaimana mereka bisa masuk.
"Kalian masuk ke dalam biar keamanan menangani ini..." Andrew pergi memeriksa infected yang ditembak itu sementara lebih banyak lagi keamanan yang berdatangan ke depan ER.
"Jen, masuklah..." James menarik bahuku sementara aku menyarungkan kembali pisauku. "Berpegang padaku, kakimu sudah ditangani?"
"Sudah tadi sudah dipijat. Kenapa infected bisa menerobos darimana asalnya mereka..."
"Aku juga tak tahu. Ayo Istirahatlah ke atas, kau perlu tidur ini sudah hampir tengah malam. Aku akan memapahmu, besok ambil cuti. Bagaimana kau bisa bekerja dengan kaki masih sakit seperti itu. Aku akan mengatur izinnya ke mayor."
"Kau sudah mendengar kabar dari Fred?"
"Belum, aku hanya berharap dia selamat. Tak ada yang bisa kulakukan dari sini." Dia sudah berjanji akan kembali.
Serentetan tembakan kembali terdengar kemudian.
Ada infected lain? Kami melihat kebawah dari jendela, beberapa orang terlihat menembaki sesuatu, sementara tanda protokol penguncian level terlihat di layar televisi. Semua pintu, lift, jendela dikunci dan harus diamankan.
Susan dan yang lain tampak keluar karena tanda bahaya. Menghampiri jendela didepan kami.
"Ada apa?!"
"Penerobosan, infected lolos masuk ke kompleks rumah sakit..."
"Apa!? Oh my God."
"Mereka sedang menanganinya..." Rentetan tembakan berakhir. Lebih banyak lampu sorot di nyalakan untuk pengamanan. Sementara para prajurit berkumpul dan diberi komando oleh para atasannya.
Masih jam 11 kami harus menghadapi kegelapan minimal 7 jam lagi. Dan mungkin ini bukan akan jadi kejadian pertama untuk penerobosan keamanan oleh pemangsa-pemangsa haus daging manusia ini.