BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 45. Heading Back Springdale to Henryetta 3


“Da*mmit!” Beberapa orang kehilangan kesabarannya sekarang. Ada satu rentetan mobil  yang benar-benar sulit diurai tiga  terbalik dalam satu row. Rentetan suara tembakan memacu adrenalin mereka.


“Masukkan tali ke sini kita tarik ke samping yang paling belakang ini, John akan membantu mendorong.”


Andrew melemparkan tali pengikat ke mobil  terakhir mereka menarik bersama mobil terbalik  itu ke belakang  dan trailler mendorong dua terdepan. Ternyata itu berhasil kemudian.


“Capt, lebih banyak  lagi muncul!”


“Di sebelah sini juga!” Alan dan Luc meminta bantuan dari atas trailer. Mereka sudah turun dari trailer sekarang membentuk formasi pelindung, dalam sudut terbagi 5 terhadap konvoi, tapi dengan ratusan yang datang posisi mereka terancam.


“De Angelo! Bantu mereka! George awasi sekeliling,  jaga kami!” Satu orang sipil harus bersiap terhadap ancaman yang mungkin muncul disela-sela mobil yang coba mereka singkirkan dari jalan, keadaan genting padahal mereka baru  melewati setengah rintangan. Mungkin ratusan datang ke arah mereka sekarang.


George mulai mendapatkan target yang harus ditembak dengan pistolnya yang muncul di sela-sela mobil menuju ke arah mereka. Andrew  harus membagi perhatiannya sekarang, beberapa lolos dan menyerbu masuk ke mereka, menghindari para menembak dari sisi lain. Sipil hanya memegang revolver dan kadang mereka meleset dan terlalu lambat, beberapa kali harus Andrew yang  mengcover area tembak George.


“George lebih fokus.” Jika dia membawa penembak sipil seperti Jen akan lebih mudah tugasnya. Entah mengapa tiba-tiba dia teringat Jen disela konsentrasi penuhnya.  Mereka tidak akan mati disini. Dia harus kembali ke kamp. Dia mau melihat  tawa gadis keras kepala itu sekali lagi.


“Minggir semuanya, akan kutabrak dua didepan.” John Griffle mengingatkan saat dia mundur dan mengambil moment  sebelum menekan gas penuh. Mereka sudah tidak punya  waktu lagi, tak tahu berapa infected yang akan datang mendengar  keributan ini. Suara tabrakan dan raungan gas trailer memacu  lebih banyak lagi yang berlari kearah mereka. John Griffle yang melihat lebih banyak mundur  berkali-kali dan menabrak mobil-mobil   didepan untuk membuka jalan. Andrew tak punya kesempatan lagi mengawasi pergeseran mobil dia menembaki infected yang terlalu gembira mencium daging segar berupaya agar mereka semua tak menjadi sasaran gigi-gigi kelaparan itu, semuanya sekarang bekerja di bawah perintah John.


“Bos, ada infected yang bergerak cepat lolos kearahmu.” Infected yang baru makan? Apa mereka punya sumber makanan   baru? Atau  ada sumber daging disini, mungkin salah satu freezer beku menyediakan daging bagi mereka. Di sekitar sini ada sebuah jaringan supermarkrt Walmart dan Target, mungkin infected itu punya makanan daging beku disana pikir Andrew. Sementara John bisa membebaskan lebih banyak jalan lagi. Tinggal 20 meter menuju free way. Tapi ada beberapa rintangan yang paling depan tidak bisa ditabrak, harus didorong manual untuk mengurai rapat rintangannya.


“Cepat semuanya! Dorong mobil hitam itu dulu ” Semua berusaha  sekuat tenaga mengurai kepadatan.


“Gelombang kedua!” Alan memperingatkan mereka. Rasanya mereka sudah menembak mati ratusan tapi ternyata masih banyak yang datang. Andrew melihat  semua itu dengan rasa kuatir, daripada mereka semua tidak selamat lebih baik mengorbankan satu  trailer.


“John, tabrak sebisamu semua halangan sampai selesai! Semuanya menyingkir tembak yang mendekati kalian!” John mengerti apa yang Andrew maksudkan, dia mengambil ancang-ancang mundur dan menabrak semua penghalang didepannya berkali kali, memaksa sampai kemampuan terakhir depan muka mobilnya kemungkinan sudah rusak berat. Sementara yang lain menghadapi serbuan infected yang sudah  mengepung mereka.


“Arrrggggh, lepaskan aku!” George tergigit. Oleh dua infected yang melompat dari atas mobil! Ditangan dan lehernya. Kartu mati! Semua sudah tahu begitu kau tergigit tidak ada jalan lain bagimu.


Rentetan peluru berdesing kemudian. Andrew mengambil keputusan, mengakhiri langsung penderitaannya! Dengan tembakan di kepala sekaligus menyarangkan peluru di tengkorak dua infected itu. Setetelah itu dia kembali fokus membereskan ancaman disekitar trailer John Griffle yang sedang melaju membereskan mobil malang melintang.


Rentetan tembakan terus terdengar, tapi rupanya John berhasil membuka jalan untuk mereka walau dengan trailer yang hampir dikatakan sudah keluar asap dan tidak  berbentuk lagi di bagian depannya.


“Mundur ke trailer masing-masing!” John melompat turun berlari sambil menembak,kembali ke trailer yang masih bisa berjalan tinggal 4 trailler sekarang. Enam orang yang memegang senapa otomatis sekarang berupaya sedapatnya untuk melindungi jalur kembali mereka ke trailer. Dan sekarang mereka tidak ragu lagi melempar granat yang pastinya akan menyebabkan keributan itu bertambah terdengar lebih jauh  dan lebih banyak infected yang berkumpul. Tapi mereka  sudah bisa membuka jalan dan target jangka pendek mereka adalah memastikan semua orang bisa mencapai trailer masing-masing.


Satu persatu dari mereka semuanya berhasil mencapai  trailer mereka.


“Semua aman?”


“Aman.” Semua memberikan check mereka masing-masing. Ada kerumunan infected yang berkerumun, mereka memangsa George.


Semua dari mereka sejenak terpukul atas kehilangan ini. Tapi di dunia yang keras ini kematian seakan menjadi teman bermain. Entah hari ini atau besok bisa saja giliran mereka. Trailler yang tadi rusak masih teronggok  di paling depan. Bagian depannya masih mengeluarkan asap. Untuk  mendapatkan tiket kebebasan mereka kali ini satu orang menjadi korban.