BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 54. Broken Arrow City


Aku akan kembali untukmu.


Kata-kata itu terngiang sepanjang sore dan malam dikepalaku. Andrew mengatakan dia menyukaiku. Masih meninggalkan rasa yang tersisa dari ciuman kecil itu.


“Jangan melamun.” Susan menghampiriku yang duduk di triage. Kami beristirahat ditengah jendela yang masih berlubang, udara dingin, hanya di perbaiki dengan kawat supaya tidak ada sesuatu yang bisa merangkak  masuk.


“Susan, Andrew bilang  dia menyukaiku.” Susan melihatku dan tersenyum.


“Bukan sesuatu yang mengejutkan. Aku sudah menduganya. Dia seperti punya perhatian khusus denganmu.”


“Aku masih menunggu Fred. Dimana  dia sekarang.”


“Entahlah Jen, sudah berbulan-bulan. Hampir lima bulan, kau tak tahu apa yang terjadi, dunia kacau Jen, jika kita hidup hari ini, bisa masih makan, mungkin ini adalah keajaiban, 20% penduduk dunia diperkirakan sudah menjadi   korban. 30% kota di Amerika  sudah tak bisa ditinggali lagi, hidup sepertinya akan kiamat. Aku bukan mengecilkan harapanmu, tapi jika dia masih hidup apa dia tak akan  berusaha pulang dari Dallas ke El Paso, dia masih punya keluarga disana, itu hanya sepuluh  jam  perjalanan darat. Kau harus realistis Jen...”


Air mataku jatuh kembali. Apa aku harus membuang harapanku. Aku terisak disamping Susan.


“Jen, jika Fred masih hidup itu bagus, walau kemungkinannya kecil. Tapi kau harus tahu mungkin itu hanya tinggal harapan kecil saja selama berbulan-bulan ini. Kurasa kau harus mulai merelakannya dan menerima kenyataan. Andrew pria yang baik kurasa.”


Menerima harapan bahwa mungkin Fred sudah... tewas. Rasanya aku tak mau mempercayai kenyataan seperti itu. Benarkah aku harus melepaskan harapanku selama ini. Badai ini rasanya lebih mencabik   hatiku daripada hanya tubuhku yang kelelahan.


\===========****=============


Sebuah tembakan terdengar pagi buta ini, membuatku terbangun dari tidur terlalu pagi.


“Apa itu?” Aku langsung siaga


Ada infected di bagian luar parimeter camp, sensor-sensor yang hilang digantikan dengan kaleng berisi batu yang digantungkan di kawat-kawat berduri yang sudah diperbaiki untuk memberi tanda jika ada penyusup tak berotak mencari dagingmu.


Hidup sekarang adalah  pertarungan antara pemakan otak dan manusia.


Dalam sebulan belakangan ini lahan-lahan pertanian di sekitar Henryetta kebanyakan dihuni kembali. Ada tambahan pengungsi dari Siloam Spring. Komandan dan para tentara engineer  bekerja memfungsikan kembali kehidupan agar kami bisa memenuhi kebutuhan dasar kami, dan mendukung tentara yang bermarkas disini. Keadaan di Henryetta sudah cukup baik. Orang-orang disini sudah belajar mempertahankan hidupnya dengan benar, setidaknya mereka tak akan tergigit lagi di malam hari, semua berusaha saling menjaga satu sama lain. Pemukiman aman sudah  dibuat dan semangkin banyak pekerja-pekerja  pertanian datang menetap bekerja membuat suplai makanan terjaga.


Kau tahu rasanya seperti kembali jaman abad pertengahan lagi. Semua  utama kota yang masih bertahan seperti harus dibentengi pagar besar. Pengawalan super ketat. Para prajurit dirotasi pulang ke kota untuk membasmi para pemberontak. Pertanian dipusatkan di sekitar kota. Orang-orang harus bekerja dibawah otoritas militer agar mereka bisa hidup.


Tapi yang menyedihkan adalah semua kota besar terutama di pesisir timur dan barat adalah kota-kota yang jatuh paling parah. LA, San Diego, Seatle, Portland, San Fransisco tak bisa dihuni lagi karena penuh dengan puluhan juta infected dan yang selamat menyebar ke kota-kota kecil dan pedalaman yang berusaha mempertahankan diri sebaik-baiknya dengan cluster-cluster kecil.


Satu hal yang pasti semua makanan harus panas, makanan mentah dan dingin menjadi mengerikan, salad tak ada lagi dalam menu, steak medium rare  sudah dibuang kekotak sampah, kecuali kau mau menanggung resiko berubah jadi infected, bahkan buah pun menimbulkan ketakutan harus mencuci, sebersih-bersihnya dengan air bersih, jika perlu dicelup  sebentar ke air panas, mengupas kulitnya dengan pisau dan tangan bersih untuk memastikannya tidak terkontaminasi karena ilmuan belum menemukan cara menghindari infeksi.


Tapi setelah aturan ketat tentang kebersihan dan makanan mentah itu dijalankan, kasus infeksi baru dikabarkan sangat menurun. Jadi  tugas gugus-gugus pasukan adalah membuat perimeter kota layak huni baru dan membersihkan kota-kota yang sudah jatuh. Sekarang fokusnya adalah mengurangi pengungsi dan membuat cluster-cluster layak huni sehingga manusia bisa menata hidup mereka lag dikota-kota itu menjalankan pertanian dan industri pokok.


Pemerintah berusaha membentuk  kota-kota mandiri yang aman, berusaha membuat ekonomi pokok tetap berjalan, manusia berusaha beradaptasi membentuk cluster-cluster amannya sendiri, semntara para prajurit dikerahkan membunuh setiap infected, membersihkan kota.


“Kita akan pergi! Dalam dua hari.” Dr  Joseph pimpinan utama kami datang dengan sebuah pemberitahuan.


“Karena prajurit  kita ke  utara, daerah ini sudah bersih, dan pertanian sudah berjalan, medic team akan bergabung di pinggiran kota Broken Arrow, tentara kita sedang berperang membersihkan Broken Arrow dan Tulsa, ada satu area dengan gedung rumah sakit lengkap, sudah siap ditempati, beserta pusat komandonya. Kita akan bergabung dengan dua tim medis lain , sehingga kekuatan kita nanti ada sekitar 80 orang plus dokter dan perawat lokal. Akan ada 4000 tentara bergabung membebaskan Broken Arrow dan Tulsa. Ada ratusan ribu infected di kota itu.” Seminggu setelah kepergian Andrew akhirnya kami mendapat kabar pemindahan. James memberitahu kami setelah dia kembali dari gedung komando.



“Akhirnya kita punya gedung tetap. “ Akhirnya kami berada lebih dekat ke peradaban lagi.


“Akhirnya kita kembali ke kota.” Semua orang merasa lega sekarang.


“Kita akan memulai memindahkan kontainer dalam dua  hari. Tempatkan semua obat dan peralatan kalian ke dua kontainer utama. Tapi kita tidak akan membongkar  tempat ini, tempat ini masih akan jadi daerah pengungsian. Dan ada post penjaga. Tentara medis yang akan memakai tempat ini dan jika diperlukan kita akan kesini.” Tulsa dan Broken Arrow


Dalam dua hari kami berkendara empat puluh lima menit ke utara  dan akhirnya bertemu dengan satu komplek besar area yang penuh dengan keberadaan tentara dengan sebuah gedung rumah sakit permanen. Plus bangunan-bangunan di area itu menjadi sebuah kamp militer baru. Kami akan mendukung operasi besar itu. Rasanya melegakan  sekali, bisa bertemu bata utuh.


Sudah sore ketika  kami mengatur selesai mengatur semua shift perawat dan dokter. Dan kami beristirahat untuk bekerja besok pagi.


“Kau sudah disini.” Aku berada di lobby  dengan  baju sipil ketika mendengar suara itu.


“Andrew...” Senyumnya membuatku  ikut tersenyum. Ah pantas saja aku dari tadi tidak menemukan Susan dia pasti bersama D’Angelo.


“Bagaimana kabarmu?”


“Baik, seperti yang kau lihat.” Sejak pengakuan itu aku berpikir kata-kata Susan mungkin benar, sudah hampir lima bulan, mungkin  aku harus belajar merelakan Fred. “Aku sedang kami mendapati gedung lagi  sebenarnya.” Aku tertawa karena masih terbawa perasaan lega bisa kembali ke gedung.


“Hmm kemping di alam terbuka memang tak begitu menyenangkan.” Dia masih melihatku, mungkin lega bisa melihatku lagi. “Kau mau sedikit jalan-jalan. Area aman disekitar sini cukup luas.” Dia mengajakku berjalan sambil duduk  makan malam di dapur umum, mengatakan dia akan pergi memasuki Tulsa besok pagi bersama ratusan orang sebagai gelombang pertama.


“Berhati-hatilah, entah apa ada infected pintar seperti yang kita temukan di Springdale.”


“Aku  akan berhati-hati. Aku sudah berjanji akan selalu kembali padamu.” Aku  melihatnya dengan muka panas. Entahlah bagaimana ini akan berjalan. Tapi aku berhutang segalanya pada Fred, aku merasa dia masih berasa diluar sana.


“Aku,... berharap kau selalu kembali. Tapi aku belum bisa mengatakan apapun  padamu sekarang.”


“Aku mengerti, ambil waktumu, aku tahu kau mengharapkan orang terkasihmu kembali. Menerima kenyataan perlu waktu. Aku menghargai kenyataan bahwa kau kekasih yang setia, lagipula aku masih harus  berjibaku diluar berbulan-bulan yang akan datang. Tapi aku selalu senang pulang kesini dan bisa melihatmu lagi.”


“Terima kasih sudah selalu menjagaku.” Aku teringat tugas pertamaku di ladang dimana kami dikepung ratusan infected.


“Kau tidak perlu mengatakan terima kasih.  Itu sudah tugas kita saling menjaga.”


Dia tampan, prajurit yang baik. Jika Fred mungkin tak pernah bisa kembali lagi setelah musim panas yang akan datang, mungkin memang aku harus menerima kenyataan dia tak akan pernah bisa kembali lagi, sementara kehidupan harus terus berjalan.