
"Keluar dari ruangan. Biar ruangan ini di steril." Akhirnya Tom memerintahkan pengosongan. "John minta tim sterilisasi membersihkan ruangan ini."
"Aku mau lihat rekaman CCTV. Mario,John, Paul, Jen, Laura, dan kau Michelle ikut aku." Michelle yang sudah tak berani bicara terpaksa mengikuti kami dengan pasrah. Jika tidak aku dia sudah berganti jadi penghuni ruang isolasi.
"Siapa yang pertama tahu Michelle melanggar pembatasan zona berbahaya."
"Aku yang tahu karena melihat kamera keamanan ada satu orang yang masuk tanpa pengawalan...." Lalu Paul menceritakan rangkaian kejadian yang dikuatkan oleh rekaman CCTV.
"Mario, John kalian tak tahu Michelle berada di ruang isolasi?"
"Tidak, kami menyangka dia berada di laboratoriumnya, di ruangan berbeda dengan ruangan utama perawat."
"Kenapa kau menerobos sendiri ke ruang isolasi 2?"
"Aku... aku ... ada data yang belum kulengkapi." Dia tertunduk sekarang, setelah nyawanya hampir dipertaruhkan tadi, menyesal tak ada gunanya.
"Mungkin, kau bisa mencoba digigit dulu, lalu kau lengkapi datanya sendiri di ruang isolasi. Itu lebih valid bukan?" Kali ini nampaknya Tom sudah merasa tidak ada gunanya berteriak kepada Michelle, kudengar dari James, terakhir Tom membuatnya duduk setengah jam di ruang briefing untuk menghafal protokol keamanan.
"Kartu akses. Serahkan padaku."
"Aku masih harus melengkapi data."
"Kartu akses Michelle! Jangan sampai aku mengambilnya sendiri." Tom menegadahkan tangannya sekarang tak perduli lagi apa yang dikatakan gadis pembangkang itu.
Dengan terpaksa gadis itu menyerahkan kartu aksesnya.
"Aku tak bisa bekerja dengammu, kau membuatku duduk setengah jam hanya untuk membuatmu mengerti protokol keamanan. Lalu kau membuang waktuku ke sampah, bahkan sampai membahayakan nyawa rekanmu sendiri. Jika tak ada Jen, kau sudah jadi penghuni ruang isolasi berikutnya. Professormu ingin data? Suruh dia mengirim orang lain dari Atlanta, kau besok akan kukirim pulang ke Atlanta. Aku tak ingin orang yang berbahaya ada di sini." Tom sudah bulat pada keputusannya.
"Dokter James, boleh sambungkan aku ke Professor Hans sekarang ?" Sekarang Tom sendiri yang akan bicara pada Bossnya Michelle.
"Dokter James, tolong aku, ..." Satu-satunya jalan dia mengiba ke James tapi aku ragu apa James akan menolongnya.
"Aku 1000% akan mendukung Kapten Tom, ketidakperdulianmu berbahaya bagi orang lain, kau membahayakan rekan kerjamu sendiri, bahkan keamanan seluruh base ini, kau rupanya memang tak mempan ditegur..." Keberuntungan gadis itu sekarang sudah habis, dia akan pulang ke Atlanta, tanpa bisa didebat lagi.
Telepon tersambung, Tom dan James menjelaskan semua yang terjadi. Dan Profesor Hans nampaknya menerima semua penjelasan tiga kali pelanggaran yang sangat menyudutkan itu dan kenyataan bahwa dia membahayakan nyawa orang lain di kejadian terakhir.
"Selesai, besok kau kembali ke Atlanta. Sekarang kau dismiss. Mario akan memastikan kau menutup laboratoriummu, kemasi barang-barangmu dan besok pagi ikutlah konvoi angkutan barang kembali ke Atlanta."
Aku tak pernah membayangkan gadis itu benar-benar diusir dari sini. Dia tertunduk lemas.
"Sebelum kau pergi, setidaknya ucapkan sesuatu ke orang yang sudah menyelamatkanmu. Tadinya kau akan berakhir dengan menulis laporan dari bangsal isolasimu sendiri." Tom menyindirnya untuk terakhir kalinya.
"Jen, terima kasih." Akhirnya dia mengucapkan kata terima kasihnya.
"Iya." Aku menjawabnya singkat. Tak punya sesuatu untuk dikatakan padanya. Kesabaranku sudah habis.
Aku kembali ke ruangan perawat bersama Laura setelah kehebohan itu. Dan semua orang kembali ke tempatnya masing-masing.
Tom lewat di depanku. Dia tersenyum padaku membuat aku bertanya kenapa dia tersenyum begitu rupa.
"Kau gadis paling berani yang pernah kukenal. Jennifer Gothard, kau hebat."
Dan tiba-tiba kata-kata pujian dari Kapten tampan ini rasanya bisa menghilangkan kekesalanku dalam sekejab mata.