
Sementara aku meninggalkan Ayah bicara dengannya aku bergabung dengan Vladimir untuk bicara dengan lebih banyak orang. Dia mengenalkanku ke Deputi Perdana Menteri untuk Pertahan dan Menteri Kesehatan, semua yang terkait hadir di sini.
Vladimir menyebutku sebagai anak tertua yang akan memimpin keluarga Mashkov sehingga semua orang melihatku, selain kenyataan bahwa akulah yang membawa formula obat ini. Kenyataan aku telah lama memegang perusahaan di US membuatku dipandang sebagai orang yang bisa di andalkan.
Dan lagi-lagi aku ditanya hubunganku dengan keluarga Jovovich, nampaknya semua orang tahu, tapi kali ini mereka tahu aku punya masalah dengan Jovovich.
"Aku tak punya hubungan dengan Jovovich. Dia keluarga tiri. Lain kali jangan hubungkan aku dengannya." Aku sengaja tak mau mengakui hubungan keluarga kami. Biarkan saja aku memang sengaja mau menunjukkannya. Lagipula siapa yang tidak muak dimanfaatkan seperti itu.
Ketika perjalanan pulang Ayah sedikit merenung sebelum dia bicara denganku.
"Kau mungkin terlalu frontal tadi, Oleq mungkin tidak tahu apapun mengenai kejadian itu." Aku langsung menertawakan Ayah.
"Ayah kenapa kau berkata senaif itu. Jelas nomor itu beroperasi di area ini. Siapa lagi yang ada di area ini, kau pikir aku punya musuh di Kremlin setelah 20 tahun di asingkan di Kanada?"
"Bukan begitu, mungkin dia memang tak tahu karena faktanya bukan Margarita yang meminta ini tapi Sergie. Mungkin sekali bukan Oleq yang mengatur semua ini."
"Lalu siapa?" Itu tak masuk akal sama sekali, aku sidah 20 tahun keluar dari Moskow, mana mungkin aku membuat musuh di Moskow, yang menjadikanku musuh kemarin adalah CIA bukan KGB.
"Entahlah Ayah punya tebakan seorang sepupu Sergie, ada beberapa Jovovich yang bekerja di sana. Oleq nampaknya tak akan berani mengambil metode seperti itu, dia dan Margarita tahu dia butuh uang Ayah untuk bertahan. Jika dia terlibat skema seperti itu ada banyak resiko yang mereka tanggung. Ditambah masa depan pimpinan perusahaan saat itu bisa saja jatuh ke tanganmu. Ayah rasa dia tidak akan sebodoh itu, tapi ya mungkin keluarga Jovovich yang lain. Makanya dia benar-benar tidak tahu." Ayah menjelaskan dengan panjang lebar, sama saja, jika keluarganya terlibat itu membawa nama Jovovich juga.
"Aku tak perduli, nama mereka tetap Jovovich." Sejak dulu semua Jovovich menganggapku musuh, jadi mereka semua sama. Jadi apa bedanya Jovovich yang mana, memuakkan mereka mendapatkan kredit karena kerja kerasku tapi mereka yang ikut mendapatkan manfaat." Terus terang aku masih emosi melihatnya.
"Baiklah, Ayah tahu perasaan kesalmu, ini salah Ayah juga tak bisa melihat apa yang di simpan Margarita. Tapi mungkin lain kali kau jangan terlalu keras, bagaimapun dia adalah ketua keluarga Jovovich. Tidak baik menyinggung terlalu keras, sindiran sudah cukup berguna. Mungkin dia memang tidak terlibat. Orang-orang tua itu berpikir cukup jauh ke depan untuk membuat skema semacam itu."
"Ohh Ayah yakin dia mempan di sindir. Kenapa Ayah tak menyindirnya." Aku heran kenapa Ayah tak menegurnya karena masalah ini. Jika dia tahu apa dia masih punya keberanian menunjukkan muka di sini.
"Margarita sebenarnya yang berkata Kakaknya tak terlibat. Dia memohon tidak meneruskan masalah ini. Sebagai gantinya dia tidak mempermasalahkan kau mengajak Sergie ke ring. Kurasa dia memang tak tahu. Tak ada gunanya menyindirnya karena dia memang tak tahu." Ayah menjelaskan panjang lebar padaku.
" Dia tahu sekarang karena aku memberitahunya, Ayah mengatakan itu sebagai saran kepadanya. Sebaiknya dia yang memberi saran pada Margarita dan siapapun Jovovich yang melakukan ini untuk meminta maaf padaku." Ayah diam. Aku masih melanjutkan keluhanku terhadap Jovovich.
"Lain kali jika aku membawa aib keluarga keluar dari tempatnya mungkin akan lebih baik. Akan kukatakan Jovovich itu berniat membunuhku, akan kulihat bagaimana koleganya melihatnya. Jovovich berusaha membunuhku aku akan berusaha membunuh reputasi mereka." Aku heran kenapa Ayah lembek sekali ke mereka. Apa dia sering dibantu oleh Jovovich.
Setelah pertemuan itu aku tak mendengarkan kabar soal Jovovich lagi, aku hanya empat hari di Moskow, lainnya diisi dengan bertemu Paman dan Bibi, dan berada di kantor Ayah.
Malam terakhir di Moskow. Aku tak tahu akan bertemu Jovovich lagi. Tak disangka mereka datang memberiku kejutan.
"Jovovich?"
Artur Jovovich kemari? Apa yang dilalukannya di sini?
"Iya dia menunggu di lobby." Jovovich kesini? Ada apa? Mau mencari masalah? Aku akan ladeni jika dia benar mencari masalah. Aku segera turun ke lobby.
Jika dia mencari masalah, aku tak akan mau menyerahkan CEO ke Paman, akan kuambil posisi CEO hanya untuk membuat perhitungan ke Jovovich, setidaknya aku bisa mempersulit pencairan pinjaman mereka. Dan tenang saja akan kusebarkan apa yang mereka perbuat, dengan orang seperti dia selalu ada musuh yang ingin memanfaatkan kejatuhannya.
Aku bergegas turun ke lobby, hanya unyuk menemukan dia tidak sendiri ada seseorang bersamanya. Tapi orang itu membelakangiku sehingga aku tak bisa melihat wajahnya.
"Tuan Artur, sebuah kejutan mendapatkan Anda disini?" Aku tiba di depan orang tua itu dan sebuah kejutan orang itu adalah pria yang merupakan pelatih Sergie saat itu. Harusnya dia yang mengatur pembunuhanku bukan Artur Jovovich, makanya mereka menggunakan tenaga lokal, jika Artur yang ingin membunuhku harusnya aku mati di tangan agen KGB. Kenapa aku tidak tersanjung. Ironis...
"Kau, kau bukannya pelatih yang ikut Sergie waktu itu?" Aku langsung menunjuknya. Jadi ternyata ini juga Jovovich.
"Iya itu aku. Namaku Yuriy Jovovich " Jadi ternyata dia semacam sepupu, karena Artur Jovovich yang membawanya kesini pasti dia ada hubungan keluarga dengan Sergie.
"Ada apa kalian kesini?" Tentu saja aku heran kenapa keluarga Jovovich ini beramai-ramai ke sini.
"Kami ingin minta maaf,..." Aku langsung tertawa pendek dengan perkataan Artur. Rupanya ada kamus minta maaf di keluarga ini. Kupikir mereka adalah semacam manusia yang tahu dirinya adalah penguasa dunia meminta maaf tak ada di kamus mereka.
Tapi orang tua Patriarch keluarga Jovovich ini berdiri di depanku dan minta maaf. Kenapa? Mereka takut aku menyusahkan mereka karena aku pimpinan selanjutnya yang dipilih Ayahku. Tidak ada yang mereka yang terlalu tulus dengan permintaan maaf mereka.
"Minta maaf? Minta maaf buat apa, bisa kalian jelaskan." Aku melipat tangan di depan dada. Kejutan apa ini. Dalam 36 tahun umurku belum ada satu orang darah Jovovich pun yang minta maaf padaku. "Kenapa kalian minta maaf. Bukankah berpura-pura tidak tahu lebih baik bagi kalian, kenapa harus menyusahkan diri meminta maaf."
"Bicaralah..." Arthur yang menyuruhnya bicara sekarang. Dia merujuk ke anak muda yang ada di sampingnya.
"Sebenarnya saat itu aku yang mengatur kecelakaan dan orang-orang yang menabrakmu. Aku minta maaf telah mempersulitmu. Dan inilah yang disuruh datang ke sini dan mengaku.
"Ohhh..." Sekarang pencuri datang mengakui dia bersalah, kejutan yang menyenangkan ternyata. "Jadi kau minta maaf atas sebuah percobaan pembunuhan, lain kali aku akan mencoba membunuhmu dulu dan minta maaf kemudian, bagaimana dengan itu." Aku tertawa sekarang, menurut mereka permintaan maaf adalah setelah kau gagal membunuh kau boleh meminta maaf dan boleh mengambil keuntungan lagi dari orang itu. Sungguh pintar.
"Saat itu walaupun perintahnya adalah membuatmu cacat berat kami tahu itu tidak akan berhasil. Kami membuat mereka mengikutimu, mereka bilang harusnya ada pengawal khusus tapi mereka tidak bisa menemukan dimana dia. Jadi aku sudah tahu bahwa penyergapan seperti itu tidak akan berhasil. Apalagi kualitas orang yang kami pakai meragukan, jadi kami tahu itu tidak akan berhasil, hanya mencoba membuatmu jera, kami tahu malah akan ada kemungkinan diserang balik cukup tinggi tapi Sergie berkeras dia ingin menghajarmu. Aku waktu itu hanya memastikan kami tak bisa dilacak."
"Kenapa sekarang kau minta maaf bukankah kau tidak tertangkap?" Aku menatapnya dengan sinis.