BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 166. Elizabeth Dugard 1


"Iya baiklah, aku akan coba memintanya."


"Kau harus berhasil, aku serius tak punya dana lagi untuk menambah perlengkapanmu.. Kau harus berhasil merayunya. Aku bahkan akan memaksanya menanggung ransum prajurit jika bisa setidaknya 50%. Sebelum aku maju ke yang besar kau harus maju duluan. Mereka belum punya supply obat. Aku juga mau menggunakan kartu itu supaya dia mau menanggung ransum."


"Ok...ok, baiklah. Akan kuusahakan. Tenang saja." James bisa diajak bekerja sama, setelah ini aku harus berusaha sendiri.


Kami sampai ke tempat pertemuan, ini titik pemeriksaan perbatasan. Sebelum kami masuk ada beberapa hal yang harus kami rundingkan, mulai keadaan lapangan sampai masalah supply ini.


Seorang wanita menyambut kami di sebuah ruang pertemuan. Well baiklah dia tidak terlihat seperti Hercules. Setidaknya Wonder Woman lebih mendekatinya dan dia blonde. Blonde di militer itu jarang terjadi di US.



Elizabeth Dugard alias Emma Stone 😁


"Selamat datang Komandan." Dia maju duluan, di belakangnya ada tiga orang pria. Pasti Komandan Batalyonnya.


"Anda Komandan Elizabeth Dugard? Senang bertemu Anda."


"Anda Komandan Gilbert Gillian, kehormatan bisa mendapatkan bantuan Anda." Aku mengenalkan staff yang kubawa, Dokter James, Steve dan Evan.


"Sihlakan duduk Tuan-tuan." Elizabeth mempersihlakan kami duduk.


"Ohh Anda membawa seorang Dokter." James, memasangnya di sini tak akan rugi, dia mendapatkan, Komandan wanita yang terlihat masih muda ini langsung tertarik dengan kehadirannya.


"Komandan Elizabeth, kami akan mengcover semua kejadian entah itu prajurit US ataupun Canada tentu saja, kami petugas kemanusiaan, kami cuma minta perlengkapan nanti jika pertempuran sudah berkembang di tengah, sementara ini kami masih bertempat di Sarnia, tempat aman untuk menempatkan personel medis nanti di wilayah Anda. Kami disini memang untuk misi membantu Anda." Untunglah dia juga memang pintar bicara. Aku memang tak salah membawa Dokter James.


"Begitu, tentu saja. Kami berterima kasih atas bantuan divisi Anda dokter James. Jika ada kekurangan perlengkapan medis nanti Anda bisa mencari staff kami. Kami akan membantu tentu saja."


"Saya sangat menghargai bantuan Komandan Dugard. Semoga operasi ini tidak banyak kejadian yang memerlukan back up medis. Kami menjamin dengan obat dan protokol penanganan kami, tidak lagi infeksi yang harus ditakutkan oleh prajurit. Rate kesembuhan kami 100% untuk para prajurit." James mengerti maksudku untuk menukar obat dan protokol dengan bantuan backup ransum.


"Benarkah? Tim medis kalian menangani infeksi 100%?"


"Itu benar, aku bisa mengatur kesepakatan training tim medismu. Tim James bertugas bersamamu saat kami membersihkan kota dengan populasi terpadat dengan infected, bisa lima ribuan per mil persegi. Cedera tak terhindarkan jika kau berhadapan dengan jumlah semassive itu."


"Wow itu mengagumkan."


"Dan mereka check out 100%, 4 hari isolasi 3 hari pengawasan. Kami menjamin 100% batalyon yang menyapu Florida pulang dengan selamat." James menjual jasanya untuk menukarnya dengan ransum.


"Kau bisa mengajari kami protokolnya Dok?"


"Kalau itu bisa tapi tentu saja tergantung penugasan Komandan Gillian."


"Komandan Gillian? Kanada membantu kalian banyak sebelum ini, kuharap kau langsung memberikan izin." Giliran aku yang tersenyum.