BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 34. A Gang Member


Dalam tiga hari berikutnya wanita dan anak-anak dipindahkan  dengan pengawalan ke kamp pengungsi di kota terdekat. Sementara para pria yang telah berumur 17 tahun tinggal di kamp dan membantu para personel militer.


Lega rasanya kami tidak menanggung beban atas keselamatan mereka lagi. Para laki-laki langsung dilatih menggunakan senjata, cara membela diri dan mempertahankan diri dari para infected. Kematian Daisy dan putrinya setidaknya memberikan perubahan bagi yang lain.


Kami mulai menerima beberapa tentara yang cedera dalam beberapa hari ini. Walaupun kebanyakan sebatas cedera luar karena terkilir atau kurang berhati-hati paling parah cedera kaki yang harus di gips.



Andrew  dan timnya yang bertugas memberikan pelatihan kepada pria-pria ini dan membagi tugas pada mereka yang tinggal disini.


"Jen, ada rombongan survivor datang. Beberapa dari mereka tampaknya terluka..." James yang memimpin tim sekarang langsung incharge ke triage. Kami hanya berkekuatan delapan orang perawat dan empat dokter disini dan dibantu pleh para prajurit medic.


Kami menyiapkan diri, tak lama kemudian sekelompok laki-laki datang. Dari penampilannya kau bisa memperkirakan mereka datang dari semacam geng awalnya. Bukan hanya dari tampilan kekar, tampaknya alat pelindung diri yang mereka kenakan juga mereka kuasai.


Ketuanya masuk dengan menampakkan siapa dirinya ke triage. Dia nampaknya tidak terluka, kalau adapun cuma tangannya yang dibalut, dia masih bisa berkacak pinggang,  tapi ada dua laki-laki yang jauh lebih kurus  yang tampaknya kepayahan di  belakangnya.


Aku langsung menuju ke belakangnya bersama Noah. Berdiri saja nampaknya dia kesulitan. Kakinya nampak diperban tapi jelas sudah kotor.


"Doctor,  aku datang pertama. Tak bisakah aku dirawat dulu olehmu." Dia  bicara padaku.


"Duduk disana Tuan, kami akan menanganimu nanti..." Aku memegang laki-laki itu dan mendudukkannya ke bed darurat, nampaknya dia langsung bersyukur.


"Hei, dia bawahanku. Aku bossnya." Apa orang ini tak pernah ke rumah sakit. Aku ingin menendang pant*tnya keluar dari ruangan ini. Tapi aku, Susan dan Noah, Adam  tak memperdulikannya. Kami menuju ke masing-masing pasien kami.


"Kakimu?" Suhu tubuhnya tinggi langsung teraba olehku. "Sejak kapan? Noah, demam!" Aku mengkhawatirkannya langsung. Sepatu yang digunakannya tampak menempel dengan perbannya. Kotor! Dan berbau khas... bau yang dikeluarkan oleh wet gangrene


"Aku tak tahu waktu lagi, aku lupa mungkin seminggu lebih awalnya itu terluka dan bagian pembuluh darahnya ada yang luka ..." Dengan cepat aku mengunting  celana bagian kakinya. Pembuluh darahnya yang memerah langsung membuatku menetapkan dugaanku. Gangrene basah!



"Hei Doc, kapan aku ditangani." Kepala geng itu sekarang membuat aku kehilangan kesabaranku.


"Diam dan tunggu diluar! Kau bukan anak kecil!" Aku membentaknya.


"Perempuan jal*ng ini tak tahu siapa yang berkuasa?!" Dia menyebutku perempuan jal*ng\, mulut besarnya itu perlu ditampar\, tapi aku akan mengurusnya nanti.


Tapi rupanya ada Andrew dan De Angelo disana.


"Kau dengar katanya, tunggu diluar."


"Dan siapa kau?"


"Aku atasanmu karena ini camp militer. Keluar sekarang..." Andrew masih memakai nada suara rendah karena dia sadar ini kamar pasien.


"Kita bisa selesaikan diluar masalah bawahan ini..." Dia menyeret orang itu dari triage dan akhirnya keadaan tenang dan kami bisa bekerja dengan penuh.


"Dokter James, kita perlu operasi segera, ..." Noah memberitahu Dokter James. kami melihat kaki bagian bawahnya sudah menghitam, dan bau dari infeksi gangrenenya tak tertahankan.


"Adam, kau incharge." Dua perawat segera mendorongnya ke ruang operasi. Sementara aku dan Noah bergerak ke pasien berikutnya.


Laki-laki ketua geng itu tampaknya akan membuat masalah disini jika Andrew tidak bisa mendisiplinkannya.


Aku langsung tidak menyukainya.


Pasien-pasienku sudah selesai, dua orang terkena gangrene tapi satu tidak terlalu parah, yang lain hanya luka luar fisik. Yang pertama kutangani nampaknya akan perlu guillotine amputation¹ di ruang operasi.


Laki-laki tadi masuk kembali dengan luka memar di wajahnya kali ini. Ahhh diluar tampaknya telah terjadi sesuatu.


"Minta maaf pada wanita yang kau bilang bi*ch itu\, atau kau akan kulempar ke infected diluar pagar sana." DeAngelo yang tampaknya mendapat kesenangan mengh*jar laki-laki ketua geng itu.


Aku melipat tanganku di depan dada. Menunggunya berbicara dan mendapat kesenangan melihatnya tak berani menatap mataku sama sekali.


"Aku minta maaf Mam." Bahkan dia sekarang memanggilku Mam! Pengajaran yang bagus dari para prajurit elit ini nampaknya langsung membuahkan kepatuhan.


Tapi aku tak memberinya kesenangan untuk mengobatinya. Noah turun tangan mengantikanku memeriksanya.


"Woah, pria besar ini akan menyakitkan selama beberapa hari. Hidungmu patah?" Noah tersenyum kecil dan duduk didepannya. "Jen, berikan padaku nasal speculum." Aku mengambil peralatan dan memberikan padanya, tidak berniat terlibat menolongnya. Aku memandang rendah pimpinan yang tidak menghargai nyawa anggota kelompoknya.



Nasal speculum


---------


"Ingat ini, kau mengatakan ***** padanya atau orang lain di kamp ini. Aku mungkin bisa tak sengaja memasukkan bakteri gangrene pada hidungmu yang patah ini... Kau akan melihat wajahmu menghitam dan kau mati pelan-pelan. Bagaimana kedengarannya, menyenangkan bukan..." Noah menjadi jahat sekarang. Aku menyeringai mendengar perkataannya.


"Tenang saja aku akan senang hati membantu ketidaksengajaanmu Doc. Basta*d ini memang tak perlu dikasihani jika dia masih congkak." DeAngelo yang berdiri dibelakangnya. Dia sekarang tak berani berkata-kata lagi.


Noah meluruskan kembali hidungnya yang patah itu kemudian. Dan minimal perlu tiga minggu untuk sepenuhnya pulih untuk luka hidung seperti itu.


Beberapa pasien sipil masuk kemudian dengan keluhan ringan, sementara beberapa tembakan terdengar di siang ini. Ada infected lagi nampaknya yang mencoba masuk dan menerobos kamp. Daerah ini memang belum aman. Tapi patroli sekarang lebih sering karena tambahan tenaga dari para pengungsi.


Kurasa camp ini akan lebih aman.