BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 9. Ottawa 2


"Selamat siang." Sesaat kemudian dia baru ingat membalas salamnya.


"Saya harus pergi dulu." Dan mata Gilbert mengikuti arah kepergian Monica.


"Kau memilih assiten dengan perawakan seperti model." Aku hanya bisa tersenyum dengan komentarnya.


"Banyak orang mengatakan begitu." Harusnya aku tak usah kecewa, dia hanya pria biasa juga. Pria tertarik dengan barang cantik. Itu hukum alam yang tak bisa dilawan.


"Bagian dari startegi perundingan?"


"Monica? Menjadi strategi perundingan?"


"Ya mungkin memasangnya sebagai ... pengingat perjanjian."


"Apa maksudmu, Monica baru kali ini ikut denganku, lagipula kita sudah deal." Dia adikku, memasangnya sebagai pengingat perjanjian, aku tak perlu melakukan hal seperti itu. Suaraku meninggi. Dia nampaknya tahu aku tak menyukainya pernyataannya, wajahnya berubah.


"Maaf, aku tak mengatakan kau memakai wanita untuk menjebak orang lain. Itu hanya spontan terlintas. Kadang beberapa orang melakukannya di luar sana. Mereka sengaja menyuruh assitennya ikut untuk mengingatkan bila ada perjanjian dengan mereka. Wanita psikologisnya lebih mudah mendekati klien terutama pria, pun mereka lebih ramah. Bukan aku mengatakan kau memanfaatkan mereka untuk tujuan tidak benar." Dia buru-buru menjelaskan.


"Itu bukan gayaku sama sekali."


"Baiklah, bukan gayamu aku mengerti." Dia mengubah pembicaraan kemudian, kami juga bergabung ke beberapa orang kolega. Sementara Monica menghilang entah kemana.


Kami menginap di hotel yang sama dengan delegasi US, saat aku kembali jamuan kedatangan, aku temukan dia sudah mengobrol dengan seorang di sebuah meja restoran yang lain.


"Monica, siapa ini."


"Ohh aku bertemu teman Kakak, Dave Thomas." Teman bisnis Albert di Ottawa. Aku ingat Albert pernah bilang pria ini menyukai Monica. Aku mengenal Dave Thomas yang good looking ini sekilas.


Ayahnya pebisnis besar pemilik perakitan komponen otomotive yang punya plant di berbagai penjuru dunia. Mereka perusahaan top 5 di Canada sebelum pandemi. Bisnis mereka di Asia dan Eropa sebagaia masih berproduksi. Walau tentu saja turun drastis.


"Dave Thomas. Senang bertemu denganmu. Sangat kebetulan bertemu denganmu." Pria ini pakaiannya perlente.


"Iya, aku kebetulan ada di sini untuk bertemu klien, lalu melihat Monica. Rupanya kau ada disini juga." Aku duduk saja di semeja dengan mereka. Jika Albert tak suka aku juga punya alasan untuk tak menyukainya.


"Iya, aku yang ada pertemuan di sini, Monica mengikutiku."


"Aku tadinya mau mengajak Monica berjalan-jalan di Ottawa."


"Kami sudah punya acara sayangnya." Aku tidak ingin Monica ikut dengannya.


"Katanya dia sedang membuat pesta di Nova Star, yatch pribadinya. Dia mengundang teman yang kukenal juga, aku ingin ikut. Dia bilang kami akan berlayar ke jam tiga. Mereka akan berlayar sampai besok sore, Kau bekerja sampai besok sore bukan? Please Monica, aku ingin sekali ikut bersama mereka, ada teman yang kukenal juga ikut." Pesta di yacth pribadi? Keluarga ini punya kesenangan untuk pamer rupanya. Aku tak menyukainya sekarang.


"Tenang saja dia akan turun di dengan selamat besok sore." Dia berani memberikan jaminam.


"Oke Kakak, aku ikut mereka oke."


"Siapa teman yang kau kenal ikut."


"Christie Jurgen, Rachel Maddow." Aku tak mengenal mereka tapi aku tahu siapa yang bersamanya setidaknya.


"Baiklah. Kita pulang besok malam. Sore pastikan kau sudah kembali ke hotel. Aku akan meneleponmu nanti, pastikan kau mengangkatnya oke."


"Beres Kak, aku akan kembali sebelum kakak selesai malam."


Kurasa tak apa, hanya sampai besok. Lagipula tak ada yang berani mamacam-macam dengan nama kami selama ini, keluarga Thomas berani macam-macam dengan adikku, dia akan tahu bagaimana aku membuat perhitungan ke mereka.


\=\=\=\=\=