BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Episode 27. First Mission, Good Job Soldier! (2)


"Semuanya ke dalam rumah dan bentuk perimeter pertahanan!" Ratusan infected itu  berlari cepat ke kami.


"Sial!" Andrew mengumpat. "Bilang kontrol pusat untuk membawa bantuan kesini secepatnya." Naik ke atas, tembak semua yang mendekat ambil posisi depan belakang, empat orang. Yang lain dibawah." 



Aku meraba pistol SIG Sauer M17 yang berisi 17 amunisi. Baiklah pistol ini bisa membunuh 17 jika aku bisa menembak tepat. Dan masih ada pisau jika aku harus bertarung di jarak dekat. Aku membawa 2 magazine lagi. Semoga ini cukup, tapi aku hanya bisa menembak jarak dekat. 


"Kalian membawa pistol?" Dokter-dokter itu mengeleng. Dua pilot itu menyerahkan pistol mereka.


"Ini buka pengamannya, pegang seperti ini. Arahkan ke kepalanya, tembak ke siapapun yang mau memakanmu! Kalian mengerti?!" Aku memberikan perintah dasar penggunaannya. Yang penting tidak ada orang yang bisa menembus sisi ini.


"Iya!" Dua orang dokter spesialist infeksi itu mengangguk dengan muka pucat. 


Sementara Andrew sudah mulai memecahkan kaca untuk tempat mereka menembak.  


"Kita tak punya clear shot dari sini boss?!" De Angelo memberi pandangan soal jendela kecil itu.


"Kita habisi mereka didepan..." Mereka keluar dan menembaki setiap musuh yang bisa mereka jangkau. 


Dan diatas tampaknya sudah dimulai  karena suara tembakan sudah terdengar. Ratusan orang meransek ke arah kami dan kami bersiap. 



Tembakan dimulai dari segala sisi, dua penembak jitu tidak menyia-nyiakan satupun peluru mereka. Sementara  yang lain menembak siapapun yang berani mendekat.


Di jendela samping ada yang mendekat dan mencoba memecahkan jendela. Aku sekaligus menghabisinya dalam satu kali tembakan. Tapi akibatnya jelas jendela itu pecah.


"Bagus! Siapapun tak boleh lewat sana." Itu perimetermu. Tidak menunggu lama beberapa infected mencoba masuk lewat sana. Aku menghabisi tiap yang mencoba dengan tembakan tunggal untuk menghemat amunisiku. 


Ada tumpukan mayat di luar diluar jendela dari hasil tembakanku.


Tiba-tiba ada suara ribut dari bagian belakang rumah. Aku dan Noah berpandangan, gawat jangan bilang mereka masuk dari pintu lain di bagian belakang. Andrew masih fokus menembaki mereka dan Angelo masih fokus menembaki gelombang infacted didepan.


"Andrew! Ada suara di belakang!"


"Sial! Angelo dan Noah periksa. Jen cover disini!" Kalian berdua, habisi siapapun yang bisa mencapai jendela samping  itu." Dia memerintahkan kedua dokter itu.


"Yes Sir!" Mereka berdiri disamping Andrew siap menembak.


"Siapapun yang lolos di batas tanaman pagar itu harus kau habisi. Amunisimu tinggal berapa?!"


"Dua full." Aku bicara cepat dan tegas. Siap melaksanakan tugas.


"Dipinggangku ada tiga."


"Mengerti!" Aku mulai fokus menembak. Dan rata-rata tembakanku jitu. Tidak sia-sia aku berlatih selama ini.


"Kanan!" Andrew tiba-tiba memperingatkanku? aku terlalu fokus ke bagian depan sehingga tak menyadari ada satu yang lolos di kananku dan bisa mencapai jarak hampir enam meter dariku. Tapi kemudian dengan cepat dia menemui ajalnya di ujung peluruku.


Aku mulai kehabisan peluru, dan mengambil magazine tambahan di pinggangnya. Suasana kacau, disekeliling kami ratusan mayat infected bergelimpangan. Kali ini aku benar-benar merasakan andrenalinku membuatku tak punya rasa takut lagi, setiap aku menumbangkan satu infected rasanya aku lebih ingin melakukannya lagi dan lagi.


Dan kemudian semuanya berhenti. Tanganku kebas menahan senjata dan tembakan tak berhenti. Tapi tak ada yang muncul lagi di erea pandangan mataku.


"Kita selesai...?!"


"Dean, Tommy laporan semua." Andrew meminta laporan situasi dari mereka yang mengawasi  diatas dan punya pandangan aerial lebih baik


"Timur aman!" Satu lagi yang mengkonfirmasi.


"De Angelo?!"


"Bagian belakang aman!" Aku menghela napas lega mendengar laporan itu. Tapi sekarang aku lemas dan terduduk di lantai. 


"You did a great job  Soldier!" Andrew tersenyum san  memberi tangannya untuk toss. Aku tertawa dan memberikan toss untuknya. Baru kali ini sku diberi penghargaan sebagai seorang prajurit. Itu membanggakan.


"Dean dan Tommy tetap diatas untuk mengawasi. Christ, kapan mereka akan datang ?!"


Christ yang memegang komunikasi dengan pusat,..


"Mereka bilang ETA sepuluh menit, mereka membawa heli penyerang juga."


"Well, kita sudah membereskannya. Kau bisa menyiapkan pasienmu..." Aku masuk dan mengecek para pasien. Mereka tampak tenang dan masih bisa bertahan.


"Sepuluh menit dan kami akan membawa kalian dari sini." Aku mengabarkan kepada mereka yang terluka.


Dua heli evac datang kemudian. Kami menyiapkan para korban dan membantu mereka masuk ke tandu darurat  dan para prajurit membantu evakuasi mereka, dan kami  mulai mengudara dengan aman.


Aku melihat ke arah Andrew yang melihat ke arahku. Aku menaikkan alisku melihat dia memandangku.



"Kau tahu dia bisa jadi penembak jitu kita. Kurasa tak ada yang meleset dari dìa tadi ... " Sekarang dia belum puas memujiku, membuat perasaanku melambung tinggi. Aku cuma tersenyum lebar.


"Welcome to the team...!" Sekarang De Angelo yang mengajakku toss dengannya. Apa ini semacam acara penerimaan anggota baru.


"Thank you bro..." Aku tersenyum lebar. Secerah matahari yang tiba-tiba menghilang dari peredaran sekarang ini. Misi pertamaku sukses, aku bangga diriku sendiri yang pernah terlibat pertempuran.


Dibelakang sana langit gelap bergulung. 


Tampaknya akan ada hujan badai menerpa wilayah ini sekarang. Entah mengapa aku punya perasaan yang tidak enak tentang badai ini.


Aku benci hujan untuk kali ini.


💚❤💚💛💚


 IZAS-05


Kalau di film-film kalian sering liat tentara nyuntik dirinya sendiri. Kebanyakan yang kalian tahu itu adalah morphin buat ngurangin tasa sakit. Tapi dalam kit itu sendiri sebenarnya ada beberapa kegunanan termasuk kit untuk mengatasi racun syaraf berbahaya.



Kuning  (small), containing 2 mg of atropine sulphate,


atropine sulfate adalah sebuah lawan alami untuk zat  acetylcholine, zat yang menghambat   AChE activity by CWAs – racun saraf yang bisa mengakibatkan penghentian rangsangan saraf dan penghentian kerja jantung. 


pralidoxime – a reactivator of the CWA-blocked enzyme AChE (acetylcholinesterase)  ditemukan pada banyak jenis jaringan penghatar seperti saraf dan otot, jaringan pusat dan tepi, serat motorik dan sensorik, serat kolinergik dan nonkolinergik. Aktivitas enzim ini lebih tinggi pada neuron motorik dibanding neuron sensorik. Jadi ini seperti yg udah kena racun syaraf ngelumpuhin bisa jalan lagi. 


diazepam – which has sedative( penenang) and anticonvulsant. Antikonvulsan adalah obat yang digunakan untuk mengembalikan kestabilan rangsangan sel saraf sehingga dapat mencegah atau mengatasi kejang. Selain mengatasi kejang, antikonvulsan juga digunakan untuk meredakan nyeri akibat gangguan saraf (neuropati) atau mengobati gangguan bipolar.


• red (small), berisi 20 mg of morphine sulphate untuk mengatasi sakit ekstrem karena luka pertempuran.