BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 90. Revenge 1


Setelah aku kejadian pertemuan dengan Kylie, beberapa hari berikutnya tidak ada yang terjadi hanya beberapa pesan penuh sumpah serapah, entah kenapa aku merasa ini hanya saat tenang sebelum badai, perasaanku mengatakan mereka pasti merencanakan sesuatu.


Sekarang di depanku ada pengacara yang mewakili para calo penyewa, diatas kertas Mark Humphrey tak punya hubungan dengan semua ini, tapi aliran uang tak pernah berbohong dan itu bisa dibuktikan.


"Selamat siang Tuan Pengacara, apa yang bisa kami bantu untukmu." Aku tak bicara, tapi pengacaraku yang melakukannya. Aku hanya hadir mendengar apa yang dia inginkan.


"Saya mewakili para penyewa yang sudah menyewa banyak lot di perusahaan ini. Kami meminta uang kami kembali..." Dia mengunakan banyak pasal di peraturan pemerintah tapi pengacaraku menjawabnya dengan alinea pendek.


"Tidak bisa, ini kepemilikannya, Anda melakukan kriminal...." Pengacaraku memakai pasalnya sendiri. Aku hanya mendengar. "Kami akan membuat Anda semua masuk penjara, dan mendenda Anda untuk semua yang Anda lakukan. Kami tidak akan mengembalikan uang Anda semudah itu. Akan ada banyak perhitungan, biaya keamanan yang harus Anda bayar."


"Anda bercanda. Bagaimana mungkin Anda mengklaim semua biaya keamanan kepada kami."


"Jadi saya harus klaim ke siapa?" Sekarang aku bertanya padanya. "Bilang kepada orang yang membayarmu, aku akan membebankan semua biaya keamanan padanya. Jika ini sampai ke pengadilan percayalah kalian akan membayar lebih banyak lagi."


"Ini rincian yang kami minta dan akan kami kembalikan." Aku menyuruh pengacara dan keuanganku memotong hampir 60% sewa yang belum berjalan. Hanya mengembalikan 40% uang mereka.


"Ini tidak dapat diterima."


"Kelakuan Anda berani menganggu bisnis saya juga tidak dapat saya terima. Suruh boss Anda datang sendiri pada saya."


"Benarkah? Baiklah sampaikan saja ke boss-boss Anda itu." Aku tak akan menurunkan penawaran sampai bossnya sendiri muncul di depanku, lagipula aku masih menunggu hasil penyelidikan polisi soal mobil yang menabrakku. "Aku pergi Ben, kau uruslah selanjutnya."


"Baik Sir." Aku hanya tertarik dengan apa yang ingin dikatakan pengacaranya, setelah tahu aku meninggalkannya.


Sementara orang-orang yang mengikutiku masih terus mengikuti. Belum ada tindakan yang mereka ambil. Dan Adrian mengutukku di pesan singkatnya.


"Sir, kami berhasil menemukan mobil yang menabrak Anda. Sedang diikuti dan dikabarkan ke polisi." Sebuah kabar bagus masuk keesokan harinya.


"Itu sangat bagus. Temukan segera pemiliknya. Aku ingin ada orang yang harus bertanggung jawab segera."


Jika mobilnya sudah ditemukan maka siapa otak yang merencanakan semua ini akan segera terbuka. Kami berhasil melacak mobil ini dengan cepat karena orangku mencari di tempat yang tepat.


"Kurasa mereka akan mengambil tindakan lain. Mereka tidak berhasil mencederaiku di percobaan pertama, mereka akan mencoba lagi. Segera, karena aku sudah memprovokasi Adrian dan mengajukan tuntutan yang sangat berat untuk Mark." Aku menelepon Anthony untuk rencana pengawalanku.


"Baiklah, jika kau khawatir begitu aku akan mengatur tambahan lagi, tapi kali ini kau harus memakai pengawal di mobilmu sendiri, samarkan dia sebagai assisten saja." Sarannya memang benar, lebih baik punya orang di sampingku langsung di saat-saat seperti ini.


"Baiklah. Aku setuju."