BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 155. Drama 4


"Sir..." Aku ingin mengatakan aku tak ingin terlihat berdua dengannya.


"Rosie mengajakmu bicara?" Tapi dia memotongku duluan.


"Begini, aku benar-benar tak ingin terlibat masalah denganmu. Aku sudah katakan padanya kita tak punya hubungan. Sekarang aku mau makan dengan tenang, kau menjauhlah." Sesudah mengatakan begitu aku menggeser dudukku menjauhinya. Dia menghela napas dan ikut menggeser duduknya ikut denganku.


"Aku hanya tak mau dia menyusahkanmu. Bukan aku mau menganggumu."


"Tidak, dia menerimanya. Tak ada masalah."


"Kau yakin dia menerimanya?"


"Ya setelah dia kujelaskan dia tidak mengejarku lagi.


"Itu tidak berarti dia akan menerimanya, mungkin saja dia mundur untuk melihat situasi."


"Sebenarnya apa yang sedang kau usahakan, kau ingin membuat aku terlihat denganmu bukan. Aku...." Baru kukatakan aku tak akan mau terlibat masalahmu, tapi ada seseorang yang memotong kalimatku


"Jen, kau masih belum kembali?" Dan sekarang James yang muncul di depanku. Aku dan Gillian melihatnya. Kakak baik hati ini, kenapa dua orang ini ada di meja yang sama. Memusingkan. Apa yang dia cari di sinì.


"Aku sudah selesai."


"Mau aku temani ke kamar?" Gillian yang bertanya. Aku melihatnya dengan heran. Apa yang sedang dia lakukan? Membuat James cemburu?


"Boleh." Itu terucap begitu saja. Aku memakan umpannya. Membuat James cemburu kelihatannya itu ide yang bagus, tapi secepat aku setuju secepat itu pula aku menyesal, kami di peak perkerjaan kami harusnya aku tak memaksanya begitu jauh.


"Ayo." Gillian malah dengan cepat memanfaatkan kesempatan dengan langsung mengandeng tanganku. Aku mengatakan tidak padanya tadi.


James terlihat tak percaya apa yang kukatakan.


Aku sedikit menyesal aku mengiyakannya tapi drama sudah berjalan. Dan aku berjalan dengan Gillian menjauhinya. Semuanya terjadi begitu cepat.


"Sudah sampai di sini saja." Aku berkata pada Gillian.


"Jalan saja ke kamarmu."


"Kau menjebakku."


"Ini sama sekali tidak bagus. Aku harusnya tidak mendorongnya begitu jauh."


"Apa yang kau harapkan, status quo selamanya."


"Dia ada di sampingku. Bukan seperti kau yang lari dan tidak berkomitmen." Aku kelepasan, aku menyamakannya dengan Andrew. Padahal dia Komandanku. "Maaf Sir."


"Harusnya kau katakan itu untuk Andrew. Panggil aku Gilbert saja. Beranilah sedikit kau perlu sedikit mendorongnya menjauh. Kita sudah sampai sini juga. " Dia meringis.


"Dia tak akan merespon begitu."


"Dia menyusulmu tadi, kau tak sadar. Dia cemburu kenapa kau tak dorong saja ini sampai selesai. Dan sebagai gantinya aku bisa membuat Rosie tak berharap lagi. Deal?" Apa benar James menyusulku karena cemburu? bahkan dia tak keberatan dulu melepasku dengan Andrew.


Aku tak yakin dengan cara ini. Apa aku harus melakukan ini.


"Entahlah Gillian." Aku bimbang sendiri.


"Kita pakai batas waktu saja." Batas waktu? Batas waktu apa aku tak mengerti.


"Apa maksudmu dengan batas waktu.:"


"Paling lama drama ini akan berjalan sebulan. Dan setelah itu tidak ada drama lagi. Berpura-puralah kau jadi teman dekatku selama sebulan, aku akan memanfaatkannya untuk menjauhi Rosie, dan kau membuat cemburu James."


"Sebulan?"


"Iya sebulan saja. Kujamin pasti berhasil." Benarkah ini akan berhasil. Aku ragu James malah akan menjauh. Tapi mungkin ini bagus juga untuk membuat James melihat hubungan kami lagi. "Deal?"


Mungkin memang tak ada salahnya dicoba.


"Baiklah Deal." Gillian tersenyum, aku pesimis.


"Kita akan menyusun rencana lebih baik besok. Kau tidurlah jika begitu."


Sekarang dia berbalik dan membiarkan aku masuk ke kamarku sendiri.


Benarkah ini akan berhasil?