BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 60. Hot Spring 5


Dalam dua bulan kemudian penghalang di kota Hot Spring sudah selesai, populasi kota bertambah. Dengan pemukiman satelit yang sudah ada di atas, walaupun banyak yang memutuskan kembali ke kota juga, ada sekitar tiga ribu sipil baru yang masuk ke kota dan mengusahakan pertanian dan perternakan untuk memenuhi kebutuhan pokok kota satelit ini dan pasti akan bertambah.


Tenaga kesehatan mendapat tambahan 15 orang perawat, dan 7 dokter. Rumah sakit ini menjadi sanggup beroperasi 24 jam setidaknya sekarang. Kami punya 10 dokter umum dan spesialis dan 18 orang perawat profesional ditambah dengan prajurit medis dan sipil yang bekerja membantu kami. Ini lebih dari cukup untuk menangani sipil dan batalion.


Dan satu lagi. Walikota militer dan Kepala rumah sakit kami menjadi impian gadis-gadis. Tentu saja mereka tampan dan sepertinya punya masa depan cerah. Aku kadang tersenyum sendiri melihat waktu makan siangnya mereka tidak pernah tenang belakangan.


"James, makan siang?"


"Tidak, bisakah kau bilang mereka untuk membawakan makan siang ke sini?"


"Hehehe, Nona-nona dibawah merindukanmu."


"Tootsie, kau tidak dibayar oleh gadis-gadis itu kan."


"James sayang. Dollar tidak berlaku lagi disini. Yang berlaku kupon cake." Aku tertawa sekarang.


"Kau menerima bayaran makanan? Sudah kuduga. Kau masih murahan rupanya."


"Aku hanya mencari kue gratis sesekali dari menjual infoemasi pribadi. Hari ini nanpaknya mereka membuat es krim stroberi. Nanti kubawakan untukmu."


Dia meringis. "Pergilah sana aku sudah lapar."


Dan aku juga sudah kelaparan. Kali ini aku bertemu Andrew di triage.



"Andrew? Kau baik-baik saja? Kenapa kau kesini? Kau sakit?" Aku langsung heran kenapa dia bisa muncul disini. Tapi nampaknya dia baik-baik saja.


"Maukah kau menemaniku makan siang?"


"Menemani makan siang? Ayo, aku memang mau ke bawah."


"Maksudku di kantorku. Di bawah belakangan banyak sekali penggangu."


"Itu gangguan bagiku." Para laki-laki ini kenapa mereka tidak memanfaatkan kesempatan dengan baik. Ini keuntungan untuk mereka harusnya.


"Baiklah, kuambil dulu makanannya oke." Aku sudah lapar, baiklah Andrew yang baik hati ini sudah banyak membantuku, aku harus membalas kebaikan hatinya kali ini.


"Sudah ada di kantorku. Ikuti aku saja."


"Ohh... baiklah." Aku berjalan ke gedung seberang sakit kami yang isinya adalah markas batalion dengan baju kaos lambang perawat dan celana kargo militer.


"Albert, tolong bilang ambilkan makanan ke kantor dokter James, dia ingin makan di ruangannya sendiri. Aku berpesan ke prajurit militer yang sedang bertugas. di depan.


"Yes Mam, segera."


"Kalian ini aneh pengagum kalian menunggu kalian di bawah sana, tapi kalian malah ingin makan sendiri." Aku tertawa sendiri sambil berjalan. Andrew tak menanggapiku.


"Pasien banyak hari ini?"


"Hmm...yah, tak terlalu, biasanya lonjakan terjadi jika ada pengungsi masuk. Tapi seminggu ini belum ada lagi pengungsi baru, jadi cukup tenang belakangan." Dia mengalihkan pembicaraan.


"Baguslah, tapi mungkin akan ada segera. Karena batalion sedang menyisir ke timur. Akan ada banyak orang ditemukan."


"Tak apa, itu tugas kami."


Aku masuk ke kantornya kemudian. Ternyata benar makanan sudah ada, porsinya agak banyak dan ada beberapa tambahan yang dibuat khusus untuk para kepala oleh koki, ini istimewa.


"Ada keju dan roti?" Zaman sekarang keju dan roti adalah keajaiban.


"Kita mendapatkan kiriman gandum cukup banyak kali ini." Dia tersenyum melihatku seperti gadis kecil mendapatkan permen.


bersambung besok ....