BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 114. False Hope 1


"Aku mengerti. Kau yang terbaik Javier." Dia tersenyum.


"Sekarang aku dibebaskan dari kewajiban mengandengmu bukan?" Giliranku yang sudah bisa tertawa.


"Kita putus saja sekarang." Dia ngakak mendengar jawabanku.


"Sekarang kutanya padamu. Kau tak pernah mempertimbangkan James?" Aku melihat pada Javier. Lalu tersenyum teringat masa lalu kami.


"James? Sebenarnya dia tetangga rumahku, teman bermain saat aku kecil, aku bahkan dekat dengan Ibunya, sahabat kakakku yang sudah meninggal, dia hanya menganggapku adik yang harus dilindungi, dia sudah mengatakannya padamu. Mempertimbangkannya, dia adalah ...," Cinta pertamaku, tapi aku sekarang hanya menganggapnya Kakak.


"Dia adalah apa..." Javier mengejarku.


"Cinta pertamaku saat umurku belasan tahun...." Aku tertawa malu. Javier meringis mendengarnya. "Saat itu dia dan Kakak sudah masuk universitas, aku hanya anak ingusan, dia sudah di level berbeda. Kakakku meninggal karena kecelakaan saat itu, setelah itu kami pindah dan aku tak pernah melihatnya lagi. Baru sekarang kami bertemu lagi. Dan mungkin demi masa lalu kami, ada hal-hal yang mungkin membuatnya merasa dia harus berperan menjadi kakakku."


"Ternyata begitu. Kalau begitu cara ini akan bagus."


"Kenapa bagus."


"Kau akan tahu alasannya nanti. Mungkin aku salah, tapi kita akan tahu. Kakak, kenapa aku tak pernah percaya pada term kakak yang aneh itu." Dia tertawa sendiri.


"Sebenarnya apa maksudmu? Maksudmu James menganggapku lebih dari adik, dia punya perasaan khusus untukku? Dia baik-baik saja saat aku jadian dengan Andrew sebelumnya."


"Manusia mungkin berubah bukan."


Perkataannya membuatku berpikir panjang. James menggangapku lebih dari adik? Mungkinkah? Tapi yang lebih penting aku menemukan cara untuk menjelaskan æ


\=\=\=\=\=\=\=


Dia menghela napas.


"Baiklah, jika itu yang kau inginkan terserah padamu. Tapi aku akan mengatakan padamu. Setelah dia menyerah pada Bella begitu cepat aku tak pernah suka padanya lagi. Tadinya aku berpikir dia benar mencintai Bellanya itu. Dan menerima kata-katamu bahwa kau akan melakukan hal yang sama. Apa yang kupikirkan sekarang adalah dia hanya ingin wanita yang paling mudah ditanganinya. Aku setuju pada James yang paling dipentingkannya adalah kariernya. Kau mengerti?"


"Aku hanya ingin kau melihat apa yang bisa dilakukannya. Apa dia mau berusaha, seperti apa yang dikatakannya.


"Ya baiklah, aku berusaha tak akan terlalu kejam padanya. Tapi kurasa James tak akan memberi kemudahan padanya. Kau tahu betapa paniknya dia saat melihatmu terluka karena mendaki ke atas dan orang yang paling disalahkannya adalah Andrew."


"Lakukan ini untukku. Yakinkan dia untuk melakukan ini."


"Ya baiklah, tapi kau harus menerima hasilnya jika ini tak berhasil dan dia tak mau berusaha lebih jauh."


"Aku akan menerima hasilnya dan tak akan melihatnya lagi.


Sementara James kembali dua hari kemudian.


"Apa bangsat itu menggangumu lagi." Dia bertanya ketika aku menemuinya di ruangannya sore itu.


"James boleh aku minta tolong." Sekarang dia melihatku dengan serius.


"Minta tolong apa?" Kuceritakan apa yang di katakan Javier. James tertawa sekarang.


"Kau benar-benar ingin kembali padanya? Setelah dia menyingkirkanmu? Kenapa kau sebodoh ini." Aku juga tahu James akan menganggapku bodoh karena mengharapkannya.


"James, jika dia mau berusaha bukankah itu tidak bodoh. Jika dia mau berusaha. Mungkin itu hanya kesalahan yang bisa diperbaiki di depan.