BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 48. Suprising Thoughts 1


POV Eliza


Gadis yang menyebalkan itu memang gadis bodoh. Tak perlu khawatir akan dia akan menyebabkan kekacauan tak perlu dalam hubungan kami, walaupun dia dijodohkan oleh sahabat Ayahnya.


Sangat tak mungkin dia bisa mencapai Gilbert dengan kondisi seperti sekarang.


"Aku akan merindukanmu." Aku memeluknya di hari terakhir kami bersama minggu ini. Aku punya pertemuan pagi ini, aku tak bisa mengantarnya pergi siang ini.


Dia akan kembali lagi ke Washington DC menunggu hasil rapat internal tim Albert.


"Aku juga akan merindukanmu." Ciuman manisnya menyasarku dan pelukannya lengan kokohnya membuatku berpikir aku tak mau melepasnya lagi.


"Akhir pekan minggu depan ganti aku ke DC, okey. Sekarang saja aku sudah merindukanmu Jenderal." Aku mengigit bibirku, menahan godaan untuk menyisipkan jariku di antara kaus lembutnya.


"Apa yang sebenarnya kau rindukan. Kita bisa mengulanginya." Aku terkikik sekarang, dia memainkan bi*birnya di leherku menggodaku.


"Aku cuma suka caramu memelukku. Bukan itu..."


"Minggu depan. Aku akan menunggumu... Aku akan memelukmu sampai kau kepanasan."


"Itu memang maumu. Aku tinggal di apartmentmu saja bukan Jenderal."


"Tentu saja, kenapa kau harus ke hotel." Dia tersenyum padaku.


"Baiklah. Kalau begitu sampai jumpa minggu depan, rindukan aku oke. Pagi ini aku punya pertemuan dengan tim Perdana Menteri, aku tak bisa terlalu siang pergi. Kenapa dua hari cepat sekali. Aku masih merindukanmu." Hubungan jarak jauh ini menyiksa sekali.


"Pergilah. Kita akan saling menelepon seperti biasa."


Aku melambai pergi dengan senyum di bibir padanya. Aku akan merindukannya.


Pagi ini ada pertemuan pendukung partai, mereka membuat ini antara waktu sarapan dan makan siang. Aku melihat banyak orang yang sudah kukenal berkumpul. Dan tebak Mashkov juga di sana.


Nampaknya dia cepat belajar bahwa bergabung di sini sangat besar manfaatnya baginya.


"Nona Eliza, senang bertemu denganmu lagi."


"Tuan Mashkov, sudah kuduga kau ada disini."


"Monica tidak ikut?" Rupanya dia masih menanyakan Monica, mungkin dia benar terpesona oleh adikku yang membencinya itu.


"Tidak, dia tidak pernah ikut acara seperti ini."


"Ohh sayang sekali." Dia kelihatan kecewa. Sebenarnya kurasa dia cukup baik. Tapi Monica terlanjur membencinya. Aku tidak bisa menolongnya untuk untuk hal ini.


"Ohh iya aku pernah berkenalan dengannya, pemain sukses baru bisnis di Silicon Valley, dia memindahkan operasinya ke Kanada baru-baru ini bukan. Albert yang mengenalkanku."


"Iya, kau bisa temani dia, orang-orang tua ini sepertinya sulit dipahami olehnya." Aku tersenyum. Paman menunjuk seorang pria yang terlihat berdiri sendiri di sebuah sudut.


"Iya Paman, kau tenang saja."


"Thanks sweetheart."


"Tuan Mashkov, kau mau ikut denganku."


"Kau dan Tuan David nampaknya sangat dekat. Sudah seperti keluarga."


"Paman David sahabat karib Ayahku, aku mengenal keluarga Paman David sejak kecil."


"Begitu rupanya."


Aku pergi menghampiri Kendrick bersama Alexsey Mashkov.


"Akhirnya aku melihat wajah yang kukenal juga." Kelegaan terpancar dari wajahnya.


"Sir David memintaku menemanimu, kau belum pernah ke acara seperti ini bukan."


"Belum, dan aku tak kenal siapapun di sini, bicara pada mereka aku tak mengerti. Mereka nampaknya punya semacam topik pembicaraan khusus antara mereka." Aku tertawa dengan komentarnya, sebenarnya akupun jarang bergabung dengan senior-senior, hanya karena sudah terbiasa dengan mereka aku tak canggung lagi hanya untuk menyapa dan bergabung.


"Ohh ya ini Tuan Alexsey Mashkov."


"Mashkov? Kau Russian?"


"Benar..." Mereka nampaknya cocok dalam sekejab, aku tinggal menimpali dan memperamai pembicaraan.


"Kakakmu tidak datang Nona Eliza." Sekarang Kendrick yang bertanya.


"Oh, tidak. Yang menangani acara seperti ini selalu aku. Dia hanya akan datang di acara khusus yang bertipe setahun sekali saja."


"Kau mau makan siang bersamanya, nanti aku tanyakan kapan dia ada business lunch bersama teman-temannya."


"Bagaimana kalau aku mengajakmu makan malam saja."


"Makan malam?"