
Aku benar tak bisa tidur malam ini pikiranku penuh dengan bayangan apa yang terjadi di masa depan.
Apa yang aku lakukan jika ini benar, langsung tercetak di benakku. Aku memikirkannya dengan senyum kecil sambil melihat Moon tertidur di sampingku. Membayangkan keajaiban sedang terjadi padanya dan juga padaku.
"Sayang..." Saat Moon membangunku aku tak sadar kapan aku jatuh tertidur. Dia duduk disampingku dan membuatku langsung terbangun.
"Moon. Kau sudah bangun? Jadi bagaimana?" Hal pertama yang langsung kutanyakan dan membuat mataku langsung terbuka lebar.
"Ehm..." Dia berlama-lama tersenyum.
"Moon katakan padaku. Apa hasilnya." Dia tidak menjawabku tapi dia memberi kotaknya di tanganku. Aku dengan cepat membukanya dan melihat ada tanda positive di sana. Tapi aku tak tahu bagaimana membacanya.
"Ini artinya apa?" Dia membalik kotak kemasan dan menyuruhku membacanya. Aku melihat benar itu berarti dia hamil. "Ini serius, kau hamil."
"Iya." Affirmasi itu membuat mataku langsung melebar.
"Iya?" Hal yang perlu kupastikan lagi sebelum aku meledak dalam kegembiraan.
"Iya, Tuan Mafia. Aku hamil dan kau akan punya bayi, Kau masih tak yakin apa yang kukatakan..." Dan aku memeluknya erat.
"Kita akan punya bayi... Kita akan punya bayi." Akhirnya sebuah keluarga yang bisa kurawat, tujuan baru dalam hidupku. "Terima kasih Moon." Semua hal baik yang kudapatkan dari hidupku berasal darinya. Malaikat bulan ini adalah penolong yang benar dikirim untukku.
Dia tertawa kecil melihatku yang hampir menangis karena bahagia.
"Apa yang harus kita lakukan, kau ingin kita menikah segera?"
"Ehmm pernikahan sederhana dimana keluarga kita berkumpul sudah cukup, kita bisa makan malam bersama merayakan ini di sebuah tempat istimewa."
"Tentu saja, apapun yang kau inginkan. Aku akan meminta Anna mencari seseorang membantu kita menyiapkannya."
"Kalau begitu nanti kita ke dokter saja, kau akan menemaniku bukan? Kau bisa kembali dari kantor sebentar bukan."
"Iya, aku akan menemanimu. Aku cuti saja hari ini, menemanimu jalan-jalan jika kau ingin." Svetluny tersenyum.
"Begitu."
"Jadi aku tak usah menemanimu?"
"Tidak, besok saja, aku akan memberimu jadwal dokternya."
"Baiklah." Aku melihatnya lagi. "Kau mau bekerja hari ini bagaimana kalau kuantar saja." Svetluny tertawa.
"Kau manis sekali Tuan Mafia. Coba kau semanis ini setiap hari."
"Maafkan aku apa aku semacam menelantarkanmu?" Mungkin aku memang terlalu sibuk, harusnya aku mulai sekarang lebih banyak mendelegasikan perkerjaan.
"Tidak tentu saja, aku hanya bilang kau manis."
Aku tak bisa tidak langsung menelepon Bibi untuk mengabarkannya. Dia sangat gembira untukku tentu saja, langsung berkata akan tinggal di sini untuk membantuku beberapa saat saat persiapan pernikahan nanti. Dia satu-satunya keluargaku yang bisa sedekat itu padaku, pengganti Ibu yang sangat beruntung kumiliki.
"Bibi akan ke sana begitu kau menetapkan tanggalnya. Segera tetapkan tanggalnya segera oke."
"Menurutmu aku harus mengundang Margarita?"
"Dia istri Ayahmu, selama ini dia tidak membuat masalah denganmu sebenarnya, yang membuat masalah adalah Sergie."
"Bibi benar juga." Aku juga tak ingin ada masalah lagi dengan keluarga Ayah. Setelah ini kami tak mengurusi satu sama lain. Jika kami kesana kuharap tak ada pertengkaran lagi.
"Tapi mungkin kau haris selesaikan dulu perlombaanmu dengan Sergie. Setelah itu menikahlah, kau sudah akan punya keluarga di sana, tahun depan kau tak bisa kembali karena ada bayi."
"Bibi benar, aku tak akan kembali karena ada bayi tahun depan."
"Bergembiralah, jangan biarkan Monica terlalu lelah."
"Aku akan menjaganya dengan baik Bibi."