BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 173. Revenge 1


Keesokan harinya James meneleponku.


"Dokter James, aku sudah menunggu darimu."


"Well, aku mendapatkan update terakhir soal infected pintar ini, aku tak tahu apa akan jadi berita baik atau buruk untukmu."


"Perkembangan terakhir adalah, mereka menggolongkan infected pintar ini adalah manusia yang terinfeksi di tingkat parasit paling lemah. Saat terjangkit itu tubuh berhasil mengembangkan kekebalan tapi tak cukup untuk melindungi pusat perilaku manusia, pengobatan yang sudah berhasil di ujicobakan dokter kita bukan saja bisa memperbaiki itu, tapi mengembalikan sebagian besar memori. Sekarang pasien yang terinfeksi bisa hidup kembali dengan normal dan memperoleh kekebalan terhadap infeksi."


"Ohh benarkah. Jadi itu malah jadi kekebalan di masa depan."


"Tapi kalau kau bilang yang terjangkit itu satu kota, itu berarti sangat berbahaya untuk pasukanmu memasuki kota itu."


"Aku mengerti. Memang berbahaya untuk menghadapi manusia yang masih menggunakan otaknya tapi haus darah."


"Analogi yang tepat."


"Baiklah, untuk sementara jangan berikan obat ke mereka, mereka tidak jujur padaku. Sekarang mereka harus membayar jika ingin mendapatkan sesuatu dariku."


"Maksudmu harus membayar? Kau tidak mau kita merawat pasien yang terinfeksi dari pihak mereka? Itu akan menyalahi sumpah dokter kami."


"Bukan aku tak akan memberikan mereka obat dengan cuma-cuma, kau dengarkan ini..." Kuceritakan semua informasi yang ditutupi selama ini oleh Elizabeth Dugard.


"Ternyata begitu. Aku mengerti alasanmu, tidal ada yang akan senang jika dicurangi begitu, tenang saja tidak ada ampul yang keluar kecuali untuk infeksi akibat pertempuran."


"Iya, kecuali untuk infeksi akibat pertempuran. Thanks Doc. Lakukan seperti itu."


Tinggal menunggu laporan dari regu penyusup.


\=\=\=\=


Laporan itu datang kepadaku dengan rapat rahasia yang kubuat agar tak ada yang tahu kami melakukan rapat.


"Hmm... baik. Mungkin sekitar 5 hari lagi kita akan sampai ke lokasi titik pertama kontak Toronto. Perintahkan pasukan berhenti langsung berhenti jika menemukan kejanggalan, dan mundur 5mil ke belakang, mulai 3 hari ke depan pakai sistem double backup, harus ada tim lain yang mengawasi situasi tim yg bekerja... Dan begitu tim berbalik mundur, matikan penjejak lokasi dan hanya perlihatkan posisi terakhir saat maju."


Komandan-komandan tim sekarang binggung.


"Begini situasi kita...," kujelaskan fakta yang kutahu dari dokter James tentang infected pintar ini.


"Kami mengerti Sir."


"Jangan ada kebocoran soal perintah ini. Aku paling tak suka dimanfaatkan. Sudah kuberi 'wonder women' itu kesempatan kedua. Sekarang aku akan menagih bayaran atas kedatanganku ke sini."


"Anda akan menagih bayaran?"


"Tentu saja. Mereka punya banyak barang yang kita perlukan."


"Jadi apa yang akan kita lakukan setelah kita mundur Sie?"


"Masukkan pasukan khusus untuk bergerak maju sesuai rencana ke kediaman Dugard. Tapi mereka hanya bergerak maju tak boleh membuat kontak, satu hari mereka hanya di wajibkan maju 3 km. Biarkan wonder woman pergi ke kediaman keluarganya." Aku melanjutkan rencanaku.


"Perintahkan 4 group pengintai yang sudah tiba lebih dulu untuk mengintai di kediaman Dugard, mereka pasti cepat atau lambat butuh bantuan, perintahkan penembak jitu kita untuk mengambil posisi siap siaga, perintahkan satu peleton 30 orang pasukan khusus masuk ke daerah itu. Saat itu aku akan membuat mereka membayar. Wonder woman sok pintar itu akan tahu apa yang dia hadapi dan perdana Menteri itu akan membayar keberaniannya menjebak misi sosial kurang dana ini."


"Kami mengerti Komandan."


"Dan satu lagi, jika mereka bisa menemukan lokasi keluarga Dugard, kurasa mereka dipakai untuk melakukan kesepakatan di masa depan."


"Anda mau menukar nyawa 4 orang dengan supply lebih banyak Komandan. Sebaiknya lebih banyak lebih baik, mereka orang penting."


"Apa salahnya, mereka menukar nyawa ribuan prajurit kita untuk mencari tiga orang, pertukaran yang sangat bagus. Mereka yang mencari masalah duluan."


Komandan-komandanku tersenyum kecil dengan rencanaku.