
"Iya kau benar, mereka seperti mendapat air terjun dari langit, kau bisa lihat grafik saham mereka, sangat mengagumkan. Investor menaruh uang mereka sangat mempercayai investasi mereka."
Aku melihat peningkatan gila-gilaan saham mereka. Laporan mengatakan banyak laboratorium mereka dibuka di seluruh negeri. Banyak orang yang memanfaatkan lab ini karena di klaim lebih murah.
Tapi ini masalah kesehatan, bagaimana kau bisa mementingkan kata murah. Jika hasil test alat ini tidak bisa dipercaya , akan mendatangkan bencana bagimu.
"Aku tidak ingin kita berinvestasi sepeserpun di sini. Apa kau tahu Mitchell punya slot saham mereka?" Mitchell adalah direktur utama unit usaha investasiku.
"Aku tak tahu. Aku harus menanyakan padanya."
"Hubungi Mitchell sekarang, tanya apa dia memasukkan uang kita di sini?" Anna menelepon Mitchell di depanku. Dia berkantor di NYC. Aku memberi tanda memberikan teleponnya padaku.
"Mitchell, kau tahu saham Theranos? Apa kau punya slot disana?" Tanpa basa-basi aku langsung bertanya padanya.
"Theranos Technology maksudmu. Tentu aku punya, itu saham yang sangat bagus. Aku punya nilai sekitar lima juta, dan terus meningkat, kau ingin aku membeli lagi? Akan kulakukan segera, peningkatan mereka gila-gilaan." Sudah kuduga Mitchell pasti punya di portofolio mereka.
"Jual sahamnya di akhir bulan ini atau paling lambat pertengahan bulan depan."
"Kenapa Boss?! Itu saham paling bagus sekarang. Aku agak menyesal tak membeli lebih banyak sebelumnya." Mitchell langsung protes dengan keputusanku.
"Karena itu akan jadi saham tak berguna sebentar lagi. Percayalah padaku. Kau akan melihatnya nanti. Jual saham itu segera, ambil titik tertinggi yang kau dapatkan di bulan ini. Ini perintah bukan saran."
"Baiklah. Akan kulakukan. Ahh sayang sekali, tapi aku sudah cukup mendapat keuntungan jika menjualnya..." Mitchell mematuhi keinginanku segera setelah aku memintanya.
"Kau sangat tak percaya dengan Theranos ini, walaupun dengan all-star director ini?" Aku tertawa kecil dengan pertanyaan Anna sekarang sekarang.
"All star board director mereka tidak realiatis, orang politik, militer yang tidak tahu apapun soal bidang penelitian ini. Ini jelas hanya karena mereka sedang jor-joran marketing."
Sekarang aku jadi menduga-duga, Sergie yang sangat bernap*su memgalahkanku, berapa modal yang sudah dikeluarkannya untuk investasi di saham Theranos Technology. Bagaimana jika dia kuberi pelajaran sekarang. Terakhir dia bersikap sangat arogan dan berani mengancamku. Akan kuberitahu dia uang banyak saja tak cukup untuk mengalahkanku.
"Kira-kira berapa nilai saham Sergie di Theranos." Anna melihatku.
"Kalau itu aku tak tahu, kau ingin aku mencari datanya."
"Hmm dapatkan datanya untukku."
"Apa yang ingin kau lakukankan dengan itu?" Jika aku tak punya tujuan aku tak akan memintanya.
"Aku akan memberi bangs*at sombong itu pelajaran yang tidak akan dia lupakan seumur hidupnya."
"Memberinya pelajaran. Bagaimana caranya?"
"Panggilkan Mitchell, aku ingin bicara dengannya. Kau akan lihat bagaimana aku mengurusnya." Anna melihatku dengan banyak pikiran di kepalanya, tapi dia segera memanggilkan Mitchell untukku.
Mitchell Solomon tiba di ruanganku, peneliti veteran yang membawahi unit research itu biasanya jarang sekali bicara denganku jika tidak ada hal yang sangat penting.
"Sir, Anda memanggil saya? Ada hal yang saya harus lakukan?" Dia langsung penasaran kenapa aku memanggilnya.
"Hmm... aku ingin bertanya padamu tentang Theranos Technology."
"Itu adalah penipuan Sir! Saya akan jelaskan kepada Anda..." Matanya langsung menyala dengan nyalang sebelum mengebu-gebu menjelaskan padaku. Bagaimana sebenarnya metode untuk pengambilan sampĺe, sampai dimana pemanfaatan teknologi nano sekarang dan semua alasan kenapa dia bersikeras bahwa Theranos Technology adalah sebuah penipuan investor juga penyesatan besar bagi pasien.