BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 14. Candidates


Paris.


Dua minggu kemudian.


Aku harus melihat neracaku minus di umumkan di layar presentasi, betapa rasanya tidak menyenangkan. Sementara Ibu tiriku tersenyum lebar melihat penurunan yang kuderita. Setelah tiga tahun ini selalu menerima pujian karena meningkat paling banyak, tahun ini aku terpuruk dan Sergie yang menerima pujian tahun ini.


CEO-ku masuk penjara, pabrik di sita karena membahayakan keamanan negara, bahkan harus beroperasi dari negara lain. Karena CSL Technology America merupakan porsi nilai investasi besar, neracaku turun signifikan.


"Ohh rupanya ada yang salah denganmu tahun ini. Sayang sekali, tahun depan kau harus lebih berusaha keras." Margarita pura-pura prihatin dengan ekspresi wajah sempurna. Aku sudah terbiasa dengan sikapnya. Pura-pura baik di depan tapi menikam di belakang.


"Terima kasih Ibu, aku akan berusaha lebih baik lagi." Dan aku juga sudah terbiasa menanggapi dramanya. Dia berpikir jika aku tak menggangu wilayah anak tersayangnya maka dia tak perlu khawatir. Tapi yang terjadi ternyata sebaliknya, aku diberikan wilayah sulit memang untuk menempa diri oleh Ayah. Seberapa jauh aku bisa berkembang, sekaligus bagaimana aku mengatasi krisis seperti ini.


"Sial sekali nasibmu Alexsey, harusnya kau mengawasi orangmu jangan salah menculik orang." Sergie lebih langsung jika bicara. Anak Mama yang dilindungi oleh Margarita dan klan Jovovich ini bisa bicara sombong tahun ini untuk pertama kalinya.


"Empat tahun lalu kau juga kehilangan pabrikmu bahkan 3 di daerah non krisis, kau juga gagal mengatur keamanan sehingga alat produksi rusak semua. Kau ingat berapa besar investasi ulangnya? Itu sama saja. Nilai kerugian yang kau akibatkan jauh lebih besar."


Papa menyindir Sergie yang diam kemudian. Aku juga tak bicara karena seperti yang Papa bilang ini salahku karena tidak memperhatikan detail.


"Aku sama kerasnya ke semua orang." Ayah menukas Margarita. Tak ada yang bicara kemudian. Pun Bibi Irina dan Pamanku satu lagi Vladimir yang semeja dengan kami diam.


Bibi Irina dan Paman Vladimir adalah dua saudara kandung Ayah, Bibi Irina tidak terlibat di perusahaan lagi, tapi dia tetap pemegabg saham mayoritas sama seperti Ayah dan Paman, sementara Paman Vladimir masih membantu Ayah di perusahaan utama yang bergerak di pertambangan dan industri baja.


"Eropa barat hampir sepenuhnya pulih, lagipula mereka tal terkena imbas terlalu besar, tak heran tahun ini Sergie bisa memperoleh keuntungan bagus. Selamat Sergie." Bibi Irina yang selalu bersikap manis ke semua orang.


"Bibi terima kasih. Masih jauh dari menutup kerugian. Aku masih harus bekerja keras. Ayah bilang aku harus lebih banyak terlibat untuk keputusan dan inovasi yang lebih efektif. " Dia tahu merendah juga.


"Calon pimpinan perusahaan utama memang harus rendah hati." Margarita yang bicara. Nampaknya Sergie diunggulkan oleh Ibunya daripada Leo. "Benar bukan sayang." Dia meminta persetujuan suaminya soal calon pimpinan utama.


"Kau ingin membicarakan ini disini?" Ayah malah tidak menanggapi pancingannya. Dia malah melihat istrinya itu dengan pandangan menyuruhnya berhenti.


"Kita sudah tua, sebentar lagi juga anak-anak yang memegang perusahaan. Kenapa aku tak boleh membicarakannya." Ayah tak menjawab apapun. Margarita beralih ke Bibi Irina karena suaminya tidak memperdulikannya.


"Irina, kau ada acara akhir tahun. Bagaimana jika ikut ke Bahama. Kita bisa sekalian mengajak yang lain juga ikut."