BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 124. Kissimmee 1


Perjalanan antara Atlanta ke Kissimme yang 450 mil itu bisa ditempuh sekitar 11 jam, molor 4 jam dari perjalanan normal, ada beberapa halangan yang diatasi dengan mudah oleh pasukan.


Michelle ingin semobil dengan James tapi dimentahkan oleh James yang tidak memberinya kesempatan. Dia semobil dengan dokter-dokter laki-laki yang lain, sementara Michelle harus semobil denganku.


Dia jadi semobil denganku dan kelihatan kesal sepanjang perjalanan.


"Kau kelihatan kesal, kau ingin pulang, belum terlalu jauh seseorang pasti bisa menjemputmu ke sini." Aku menggodanya.


"Kau bercanda Jen. Aku tak akan pulang secepat itu." Aku tersenyum lebar. Gadis seumurku itu nampaknya bertekad sekali walaupun dia kesal.


"Baiklah. Kalau begitu jangan cemberut saja. Kau mau berusaha, aku akan memberiku sedikit clue. Selama ini James sebenarnya tidak pernah menanggapi gadis yang mengejarnya. Dia anti komitmen, teman kencannya juga punya pemahaman sama, mereka hanya casual date. Semankin kau mengejarnya dia akan semankin menjauh, dia tak suka seseorang mendesaknya. Kurasa itu hal yang benar sekarang. Kondisi dunia masih kacau. Kau perlu banyak hal untuk hidup tenang, bahkan kami yang di militer tidak bisa kembali ke rumah."


Sekarang dia diam, nampaknya memikirkam apa yang kukatakan padanya.


"Aku tak memaksanya berkeluarga atau hal-hal terlalu jauh seperti itu. Aku hanya terlalu menyukainya."


"Jika kau ingin membantunya berhentilah menggangunya, semangkin kau menganggunya dia akan semangkin menjauhimu."


"Aku tidak akan menggangunya." Setelah itu dia tidak bicara lagi. Mungkin sekarang dia baru menyadari bahwa kepergiannya ke sini sia-sia. atau mungkin dia berpikir menganti stateginya. Entahlah, dia sendiri yang tahu. Tapi dia sudah sampai sini. Mau tidak mau dia harus melanjutkan tugas yang dimintanya sendiri.


Kami sampai di Kissimmee, untungnya mess kami sudah siap, kami masuk kota yang sudah diamankan setidaknya gedung rumah sakit.dan komplek.gedung sekitarnya yang kami tempati sudah aman. Osceola Medical Center itu adalah komplek gedung yang luas dan lengkap. Kami yakin bisa menangani pasien dengan baik di sini.




Aku selesai membagi kamar-kamar asrama.


"Jen aku boleh sekamar denganmu."


"Iya boleh, dikamarku masih ada satu bed yang belum ditempati." Terlihat wajahnya tidak nyaman, aku sekarang berharap dia akan secepatnya pulang dengan konvoi pertama. Satu kamar di tempati 8 orang.


"Kau belum pernah tidur di asrama militer bukan?"


"Belum." Kalau begitu ini akan jadi malam yang panjang untuknya. "Ayo makan aku sudah lapar." Kurasa kejutan lainnya akan muncul. Dia kali ini akan merasakan makan dengan kentang saja, mungkin ikan tawar, dan sayuran, tak ada roti atau hal-hal yang biasa dia makan di Atlanta.


"Kita makan ini?" Benar perkiraanku tapi hari ini bukan kentang tapi ubi manis dan labu dan ikan yang dibalut tepung dan digoreng.


"Iya ini menu kota-kota perintis, sesuai dengan panen dan apa yang ada. Jika ada makanan kalengan itu akan sangat dihemat.


"Berapa lama kita makan seperti ini."


"Ehm selamanya...."


"Selamanya?!" Dia kaget, nampaknya sekarang dia menyesal terdampar disini. Mungkin seminggu dia akan minta pulang?! Aku meringis kecil.