
Pengawal di tambah. Mobil sedang di buru, sebentar lagi aku akan punya senjata untuk menekan habis-habisan Mark Humphrey. Entah Jacob tahu atau tidak kelakuan anak buahnya ini. Kita akan segera tahu saat aku tidak mengembalikan uangnya nanti.
Beberapa hari berlalu.
"Ada dua orang yang mengikutimu mulai hari ini. Daripada terjadi tersuatu aku merekomendasikan untuk menginterogasi mereka." Anthony meneleponku di kantor.
"Maksudmu kau mau menangkap mereka dan menginterogasinya."
"Mereka hanya cecunguk orang sipil yang dibayar untuk bekerja, dengan sedikit ancaman kita bisa mendapatkan informasi yang kita inginkan."
"Kau yang mengatur interogasinya?"
"Iya."
"Baiklah."
Bersamaan dengan itu polisi juga menciduk orang yang membawa kendaraan yang menembakku. Sekarang semua jalan memudahkanku. Aku menunggu hingga keesokan harinya untuk mendapatkan berita bagus.
"Mereka semua sudah mengaku mereka orang Mark Sir, polisi akan menahan Mark Humphrey hari ini."
"Bagus, apa ada indikasi terhubung ke Adrian Russel?"
"Untuk yang itu kita masih harus menunggu sampai Mark Humphrey ditangkap, tapi kurasa dia tak akan mengakuinya dengan mudah sampai kita punya pancingan yang tepat." Pengacara yang melapor padaku, dia yang mengatur semuanya karena aku sendiri sibuk dengan pekerjaanku sendiri.
Aku menunggu dengan sabar Mark ditangkap, jika Mark ditangkap, otomatis Jacob akan turun tangan, uangnya dengan jumlah besar akan melayang, entah siapa yang merencanakan penabrakan itu yang jelas jika ini tak diurus aku akan menahan uangnya lebih lama lagi atau jika Jacob tidak maju kuanggap mereka mendermakan uangnya padaku.
"Sir, ada berita buruk." Sore hari pengacaraku menelepon.
"Berita buruk apa?"
"Mark Humphrey buron. Polisi kehilangan jejaknya."
"Polisi yang datang menangkapnya menemukan dia sudah tak ada di rumah dan kantornya."
"Hmm baiklah, tahan saja uangnya di investasi yang menguntungkan kita. Kita tak akan mengembalikan uang mereka."
"Mengerti Sir."
Makan malam dengan keluarga Warner berjalan lancar beberapa hari kemudian. Walaupun mereka berusaha mendekatkan aku dan Kylie. Baik Kakak dan Ayahku tidak memberikan harapan yang mereka inginkan. Urusan jodoh tidak akan bisa dipaksakan padaku.
Dan akhirnya mereka tak memaksakan lagi. Satu masalah dengan keluarga Warner selesai.
Masalah Mark tidak bisa ditemukan mengantung sampai penentuan CEO perusahaan Warner. Aku dan Kakakku muncul di rapat pemilihan CEO, kami telah membereskan beberapa saham terbanyak untuk memihak pada kami.
"Ternyata kau bisa datang." Kylie menyapaku begitu melihatku muncul dengan Kakak.
"Aku hanya ingin melihat muka menderita Adrian Russel." Kylie meringis
"Kalau begitu kau harus muncul di depannya dan menggodanya sampai dia menangis, tapi kali ini jangan menamparnya di depan umum, itu agak berlebihan, bukankah begitu." Aku tertawa sekarang ternyata dia masih mengingat aku bukannya memukul tapi menampar anak manja itu.
"Iya aku mode tenang, tidak akan membuat keributan kali ini."
"Ayo kubawa kau ke depannya." Kylie menarik lenganku sekarang. Beberapa saat kemudian aku melihat anak manja itu.
"Apa yang kau lakukan disini?!" Adrian mengerutkan alisnya begitu melihatku. "Ini rapat pemilihan CEO, yang bisa berpartisipasi adalah orang yang memegang saham perusahaan Warner bukan memegang tangan Kylie." Dia nampaknya sudah putus harapan soal menikahi Kylie.
"Ohh aku memang pemilik saham, kau saja yang tak tahu pecundang." Wajahnya sekarang langsung berubah.
"Dia memegang 4% saham kami, sudah kubilang kau akan kalah hari ini Adrian." Kylie tersenyum manis pada Adrian sekarang.