
POV Author.
Sudah hampir jam 2 pagi saat iringan mobil memasuki kota Albany, kota yang merupakan Ibukota negara bagian New York itu tampak cukup lenggang dini hari itu.
Mereka bisa memacu kendaraan diatas 50 mil perjam memasuki jalanan kota yang sudah sepi. Bagaimanapun roda ekonomi seudah berjalan tapi belum sepenuhnya kembali seperti semula seperti sebelum infeksi merajalela. Orang yang bisa membeli bensin mobil masih terbatas dan jarang ada aktifitas malam di sini.
Tersembunyi di sebuah blok 500 meter dari sebuah gedung laboratorium besar, sebuah kendaraan operasi besar tampak diam. Tapi di dalam ada enam orang mengawasi beberapa layar monitor yang menampilkan
"Mereka memuju arah yang kita perkirakan." Seorang pria yang berada di di depan layar monitor memperlihatkan GPS mobil yang berkedip.
"Apa pasukan penyergap sudah siap?" Gilbert Gillian berada di belakang lima orang yang merupakan pengendali operasi.
"Sudah Sir."
"Tunggu kendaraan masuk ke komplek gedung baru perintahkan mereka di perintahkan bersiap bergerak. Kalian sudah mengurung semua pintu
"Mengerti Sir."
Itu tak lama dalam lima belas menit kemudian, pengawas sudah mendapatkan visual dan meneruskannya kepada mereka.
"Mereka sudah tiba di faselitas."
"Tahan." Gilbert ikut mengawasi. Mereka baru ada di depannya dan masih melakukan pengecekan keamanan di gerbang.
"Kemungkinan besar mereka ini punya senjata, jika situasi membahayakan kalian berhak melakukan pembelaan diri dan tindakan represif. Usahakan melumpuhkan tapi tidak membunuh."
"Mengerti Sir." Pimpinan regu penyerap yang bertugas menjawab Gilbert.
Mereka menunggu sebentar, dalam waktu singkat empat mobil itu masuk dan berada di faselitas. Gerbang bergerak perlahan di tutup.
Beberapa unit mobil menyerbu ke gerbang, pasukan dengan pelindung lengkap keluar dari mobil-mobil itu mendorong kembali gerbang yang sudah hampir di tutup. Enam orang penjaga keamanan mengangkat tangan di bawah todongan senjata.
"Mobil tadi masuk ke mana?! Jawab aku?!"
"Basement tiga." Dengan wajah terkejut dibawqh senjata mengarah ke dirinya dia menjawab prajurit itu.
"Masuk mobil sekarang! Beritahu jalannya!" Seorang petugas keamanan dipaksa masuk mobil dan mereka melaju menyusul mobil yang sudah masuk duluan.
Sementara unit yang lain masuk ke gedung parkir menuju basement khusus itu segera disusul oleh mobil penyergap. Decit ban mobil menarik perhatian ketika mobil itu menyusul dengan cepat.
"Siapa itu?" Orang-orang yang menculik itu langsung waspada.
"Pasukan khusus?!" Dalam sekejab pasukan khusus dengan pakaian pelengkap dan senjata otomatis itu keluar dan menodong senapan otomatis ke arah mereka. Melawan berarti mereka akan mati sia-sia, mereka hanya memegang revolver.
Semua orang mengangkat tangan ke atas.
Mobil diperiksa dan mereka mendapatkan korban-korban pria yang di culik itu. Sementara yang lain mengamankan korban dan group penculik itu, pasukan bergerak masuk gedung, memeriksa dan mengamankan semua orang yang bekerja di lab isolasi khusus di lantai tiga itu.
Di sebuah ruangan isolasi mereka menemukan dokter dan perawat yang masih bertugas memantau pasien.
"Kami menemukan sandera wanita. Tapi nampaknya mereka di tidurkan."
Semua itu cukup sekarang. Mereka tak bisa mengelak dengan tuduhan penculikan. Gilbert turun, memeriksa sendiri keadaan.
"Apa yang kalian lakukan dengan sandera wanita ini, jawab jujur atau kalian akan menerima hukuman penjara lebih panjang karena menghalangi penyidikan." Gilbert langsung mengancam mereka tanpa ragu.
------ bersambung besok