
Pernikahan Eliza dengan Jenderal Gilbert. Ini adalah kali pertama kali aku bertemu dengan Ibu Svetluny. Dengan kakaknya Albert aku sudah pernah bertemu di beberapa acafa partai. Walaupun dia bilang telah menceritakan siapa aku ke Ibunya, walaupun dia bilang begitu aku masih perlu bertanya apa yang boleh dikatakan dan yang tidak.
"Apa Ibumu tidak pernah melarangmu berhubungan dengan Mafia Rusia sepertiku." Sekarang aku bertanya dengan penasaran.
"Kami tak pernah membiarkan Mom terlalu tahu hal yang berat, kesehatannya tak begitu bagus lagi, jadi kami tak ingin membebaninya. Lagipula kita semua sudah dewasa kenapa harus memberatkan orang tua kita lagi." Aku setuju tentu saja, kami mengurus masalah kami sendiri.b
"Oh jadi dia tidak tahu aku yang menculikmu?"
"Tidak."
"Ternyata begitu." Pantas saja, kupikir Ibu mana yang tidak melakukan sidang padaku.
"Jangan beritahu dia, cukup katakan hal umum, jangan bicarakan semua masalah keluargamu."
Pertemuan keluarga itu berjalan lancar, aku diterima dengan hangat, keluarga yang penuh kasih sayang dan dukungan satu sama lain. Aku hanya bisa ikut bergembira bersama mereka, merasakan keharuan dan kegembiraan keluarga pengantin yang akan melepas putri mereka.
"Keluarga kalian memang keluarga yang sangat bahagia." Sesudah makan malam itu aku punya gambaran yang sangat indah tentang hubungan persaudaraan yang tak pernah aku miliki, pun cerita tentang Eliza menyelamatkan Ayah dan Ibunya dari zona hitam itu heroik sekali.
"Hubungan Kakak dan Gillian bukan tak ditentang sebelumnya. Albert ingin Eliza tetap di Kanada untuk membantunya mengurus masalah partai. Sampai akhirnya ada kompromi aku yang mengantikan Kakak."
"Ahh begitu." Aku baru mengerti kenapa aku sering melihatnya di acara partai sekarang rupanya dia memang dipersiapkan untuk tugas itu.
"Tuan Mafia, kau harus jujur padaku. Kau ingin kembali ke Moskow atau tidak, memindahkan kantor pusat ke dari Montreal ke Moskow itu tidak mungkin, jangan berbohong padaku." Dia terus mengejarku tentang itu, seakan tidak ada ruang negosiasi lagi untuk hal ini. Aku masih berusaha membengkokkan pendiriannya.
"Kenapa tak bisa, aku tahu bagaimana kondisinya. Jika aku bilang bisa maka pasti bisa." Celah itu belum kudapatkan tapi bukan berarti tak ada cara di masa depan.
"Jika kau berbohong kau akan membuang waktuku. Apa yang kau cari di Moskow? Kau punya kehidupan puluhan tahun di sini, bisnis dan pekerjaan di sini, anak-anak kita akan punya keluarga di sini. Paman , Bibi, Nenek yang mencintai mereka, keluarga yang sempurna. Apa kau akan menukar itu untuk kesempatan kembali ke Moskow, katakan padaku apa yang ada di sana, selain Ibu tiri yang membencimu."
"Kau benar, tentu saja kau benar." Aku akui semua yang dikatakan Svetluny benar, semua teman yang kuanggap keluarga ada di sini, kadang Bibipun sering ke US, aku sudah terlalu lama meninggalkan Moskow sehingga rasanya sangat jauh.
"Aku akan membencimu jika kau berbohong tentang ini, kau serius bukan. Kau harus menemukan caranya, apapun itu kehidupanmu selama 20 tahun ini ada di Montreal."
"Iya aku tahu, sudah kubilang aku tak akan meninggalkan Montreal."
"Iya, aku akan menemukan caranya Svetluny." Dia menatapku dengan mata indahnya. Sangat berharap apa yang kukatakan benar.
"Sergie masih bertengkar denganmu?"
"Hmm masih."
"Masih akan mencari masalah denganmu jika kau kembali ke Moskow nanti?"