BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 63. Jealousy 1


"Aku juga lapar." Aku melihat Andrew lagi, kali ini di makan malam. Dia bergabung denganku di antrian di dapur umum untuk mengambil makanan.


Ada 4 dapur umum disini. Yang disini khusus melayani semua staff, pasien yang bekerja di RS dan kompi yang bertugas di dalam kota.


"Mana Komandan Kompi, biasanya kau makan bersama dengan mereka."


"Ohh dia masih ada meeting dengan masing-masing kapten kompi. Mereka sedang memetakan kota baru untuk dibebaskan. Kau akan segera punya lebih banyak pekerjaan minggu depan kukira. Tapi James sudah menbuat persiapan dengan stok lebih banyak obat."


"Ohh aku kemarin memang melihat beberapa perawat mengerjakan daftar permintaan baru. Rupanya untuk itu."


"Hari ini ada spagetti? Kejutan menyenangkan." Untungnya masih ada aku datang cepat hari ini.


"Mereka membersihkan sebuah convenience store di barat, jadi kita dapat spagetti." Walaupun rasanya mungkin tak begitu pas karena bahan yang kurang lengkap, tapi nampaknya cukup menjanjikan.


"Walikota Andrew, kau sendiri, tak bersama Komandan." Ahh ini seorang penggemarnya, dia adalah seorang wakil kapten wanita yang cantik. Namanya Joana jika aku tak salah.


"Aku bersama Jen. Apa dia semacam tak terlihat sebesar ini." Aku meringis sekarang. Tentu saja dia mengangapku seperti tak ada.


"Ahh maaf, dia terlihat. Aku hanya heran biasanya kau bersama Komandan. Aku boleh bergabung denganmu?"


"Aku ada yang harus dibicarakan dengan Jen. Maaf." Wanita itu terlihat sekali kecewa.


"Mungkin besok jika begitu."


"Aku tak tahu. Kebanyakan aku sibuk Joana." Dia langsung menghindar. "Aku pergi dulu, Jen ayo, kesana saja. Dia langsung pergi dan aku harus mengikuti langkahnya segera.


Kami mendapat tempat duduk tapi belum sempat makan ada seorang lagi yang duduk di sebelahnya.


"Tuan Walikota, Andrew sayang, senang melihatmu sendiri disini. Makan malam sayang." Dan Andrew langsung melihatnya dengan tak senang.


"Aku Gina, dua hari yang lalu kita berkenalan kau lupa denganku, kau jahat sekali." Dia bermain sebagai gadis manja sekarang, dari seragamnya dia penduduk sipil kurasa, mungkin di tugaskan di bagian sini.


"Maaf aku lupa, maaf aku sedang ingin bicara dengan Jen masalah penting, aku tak bisa bicara denganmu, bisa kau tinggalkan kami." Andrew tanpa basa-basi mengusirnya. Dua orang dipatahkan hatinya dalam 10 menit kami tiba disini.


"Ahh begitu rupanya. Baiklah mungkin lain kali saja oke. Namaku Gina jangan lupa. Sampai nanti Walikota Andrew." Aku meringis melihat kepergian penggemarnya itu.


"Penggemarmu sangat banyak." Aku meringis lebar.


"Lain kali aku akan pesan makan di kantor saja." Dia malah mengumpat panjang pendek. Beberapa gadis lain tampak melihatnya dengan terang-terangan dan aku merasa di tatap dengan tatapan di ancam sekarang. .Tak ada gadis yang suka jika aku memonopoli Andrew.


"Aku merasa jadi target kebencian di sini."


"Abaikan saja." Dia melihatku. "Makanlah, jangan perdulikan yang lain. Dia mulai makan, aku mengikutinya.


"Kau terlihat sedikit lelah?"


"Tidak, hanya beberapa masalah yang harus diselesaikan belakangan membuatku kurang istirahat. Tapi malam ini aku akan istirahat yang cukup, rasanya aku sudah mengantuk sekarang."


"Nanti biar kuberikan kau beberapa vitamin oke. Ikutlah bersamaku nanti. Walikota yang sakit tak akan baik." Dia tersenyum padaku sekarang.


"Terima kasih, aku senang punya perawat pribadi yang perhatian."


"Sejak kapan aku jadi perawat pribadimu. Jangan terlalu meninggikan dirimu." Dia meringis lebar sekarang.


bersambung besok....