BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 116. Spring is Coming


Andrew tentu saja di puji atas kepemimpinannya mengelola kota, prajurit-prajurit atas usaha mereka membebaskan kota, juga kami semua yang sudah bekerja keras dan mendapatkan panen yang bagus dan tidak ada yang mati kelaparan di kota ini.


Aku melihatnya dengan bangga dari kejauhan, sampai kulihat dia berdiri dengan seorang gadis cantik yang memeluk lengannya dengan mesra. Kakiku membeku seketika.


Benar sekalu, siapa yang tidak ingin mengoda walikota yang tampan. Baru sebulan, dan dia sudah membuktikan bahwa dia perlu piala untuk keberhasilannya, gadis cantik yang memujanya dan dia bisa mendapatkan siapapun yang diinginkannya. Kota ini memujanya.


Seperti Bella, nampaknya aku tak cukup baik untuknya. Aku tersenyum masam, dan berlalu pergi, aku sudah cukup melihat kurasa dan aku sudah cukup merayakan tahun baru.


Aku duduk di taman dekat rumah sakit. Udara dingin tapi hatiku lebih dingin lagi. Perasaan yang sama beberapa bulan lalu ketika aku melihat bintang di taman ini. Bedanya adalah kali ini aku bertekad tak akan menangis untuknya. Menangisinya adalah hal yang bodoh.


"Tak usah menangis." Entah bagaimana James kembali duduk di sampingku sore itu. Mungkin dia melihatku pergi dari pesta itu dan menghampiriku.


"Tidak. Aku tak akan menangis. Aku memang dibutakan oleh perasaanku sendiri. Tidak mendengar kata-katamu dan kata-kata Susan. Kalian benar aku bodoh."


"Dia tak pantas kau tangisi. Kau akan menemukan yang jauh lebih baik di depan. Percuma punya harapan padanya."


"Iya. Aku percaya itu." Aku tersenyum, tapi rasa kecewa membuatku meneteskan air mata juga. Harapan yang pupus memang membuat hati sakit.


"Maaf... Aku cengeng." Kuhapus air mataku sambil terisak di depannya. "Aku tak akan menangis lagi aku janji. Hanya kali ini... Ini memang terlalu bodoh. Kau tak usah pergi menghajarnya, ini memang kebodohanku sendiri. Ini memalukan..." Dia merangkul bahuku membiarkan aku menangisi harapanku yang hilang. Sampai tangisku menghilang dia tetap duduk di sampingku.


"Terima kasih untuk menuruti permintaanku. Menemaniku menangis seperti ini. Kadang aku merasa terlalu meminta banyak hal padamu."


"Aku jelas lebih berguna daripada walikota itu bukan." Aku tertawa.


"Iya jelas kau lebih berguna." Akhirnya setelah merasa bersedih aku bisa melepaskan harapan ini terasa melegakan di sisi lain.


"Sebulan lagi, musim semi, ikutlah denganku ke Atlanta."


"Aku sedang melatih Edward dua bulan ini sebenarnya sebagai penganti, kondisi sudah stabil sudah disini, pusat CDC membutuhkan trainer berpengalaman untuk pelatihan protokol baru untuk obat eksperimentnya dan kau juga termasuk karena kau mengetahui dan mengawasi langkah-langkahnya. Aku mengajukanmu juga sebagai assisten dan mereka setuju."


"Jadi begitu..." Aku sama sekali tak tahu James akan pindah ke kantor CDC Atlanta.


"Tadinya jika Andrew benar-benar melewati dua bulan, aku akan melepasmu di sini. Jika sesuatu terjadi sesudahnya aku bisa memanggilmu lagi mengikutiku dengan alasan aku meninggalkanmu untuk backup wilayah Arkansas. Tapi yang terjadi adalah kau tahu, ... Bahkan tak sebulan untuk membuktikannya."


"Itu lebih baik. Aku mau ikut ke Atlanta." Aku senang bisa meninggalkan Hot Spring sekarang.


"Atlanta dan kota-kota pendukung di sekitarnya masih utuh seperti El Paso. Mereka kota paling aman sebenarnya, bahkan bisa dikatakan salah satu kota besar yang masih berjalan semua industri pendukungnya."


"Kelihatannya bagus. Nampaknya hidup lebih baik disana."


"Iya pasti jauh lebih baik. Musim dingin ini anggap saja kita liburan di pedesaan." Aku sudah bisa tertawa menanggapinya sekarang.


"Baiklah. Aku akan ikut saja denganmu. Aku juga malas jika harus melihatnya lagi."


"Kita akhirnya kembali ke peradaban. Tidak lagi berada di kota perintis atau di tengah hutan."


"Iya, sesuatu yang melegakan. Akan menyenangkan bisa kembali ke kota." Kami merindukan restoran, penjual makanan, entah kapan semuanya nornal, tapi akan ada saatnya di masa depan, mungkin tiga tahun lagi atau nanti yang jelas ada saatnya ìnfected dan parasit bukan lagi sesuatu yang menakutkan.


Malam merangkak naik. Tahun baru telah berlalu dengan meninggalkan sesuatu di belakang. Ada hal baik, ada hal buruk Tapi sekarang, aku tak sabar menanti musim semi.


Atlanta tunggulah kami