
Minggu-minggu selanjutnya selain proses hukum, aku mulai melakukan publikasi negatif terhadap Dave Thomas dan Mashkov, berita-berita dengan jelas menyebutkan bahwa mereka menjadikan korban sebagai kelinci percobaan demi uang, bahkan membunuh, menculik empat orang termasuk Monica yang dengan senang hati berakting trauma di depan kamera.
Harus kuakui akting Monica sangat bagus, bukan tanpa keuntungan, semua orang sekarang mengenalnya. Selain ini sebagai balas dendam tentu saja.
Plus aku mempublikasikan semua perusahaan Dave Thomas dan Mashkov, terutama perusahaan yang dikenal luas dan punya affiliasi jaringan luas dengan masyarakat seperti retail paling terpukul dengan pemberitaan ini.
Dan selama itu pula, teleponku, Albert dan sekertarisku dipenuhi oleh permintaan pertemuan keluarga Dave Thomas dan Mashkov, tapi tak ada yang kami setujui.
Sampai berminggu-minggu kemudian, aku harus menghadiri sebuah acara pesta gathering perusahaan klien. Dan kali ini aku tak bisa menghindar bertemu dengan Alexshey Mashkov.
"Nona Dugard, selamat malam." Kali ini assistennya yang berambut pirang itu tak terlihat. Hanya dia dengan jas gelapnya menghampiriku. Aku melihatnya, dia mencoba tersenyum ramah. Russian ini aksennya sempurna, tak nampak dia punya aksen khusus, mungkin sudah lama di sini.
"Selamat malam, ada apa aku tak punya waktu untuk pembicaraan tak berarti. Posisi Anda dan saya sudah jelas." Aku langsung berjalan meninggalkannya. Baru di awal pesta dia memang sudah menungguku di sini.
"Nona...." Dia menahan tanganku yang langsung kutepis dan kupelototi dia. Kurang ajar, dia belum tahu aku bisa menghajarnya.
"Maaf, aku tak bermaksud tak sopan..." Dia mengangkat tangannya.
"Kau tahu berapa gigi Dave Thomas yang kupatahkan Tuan Mashkov. Sekali lagi kau menyentuhku kau akan tahu akibatnya, aku akan sangat senang mematahkan sesuatu dari orang yang berani menjadikan adikku bahan percobaan lab." Aku menunjuk wajahnya dengan geram.
"Aku minta maaf. Aku benar-benar tak tahu mereka memiliki ide menculik orang." Dia pikir aku percaya omong kosong seperti itu.
"Kau sudah selesai membuat alasan. Nanti jika kau sudah mendapatkan adikmu sendiri di culik lalu di buat kelinci percobaan untuk disuntik inang infeksi kau boleh kembali padaku. Kita akan damai."
"Saya tahu saya salah, sangat bersalah kepada keluarga Anda, apapun alasan saya. Ijinkan saya membayarnya."
"Membayarnya? Ohh Anda ingin menukarnya dengan adik Anda jadi kelinci percobaan. Boleh, sangat boleh... kita bisa membicarakan hal seperti itu."
"Bukan begitu maksud saya Nona."
"Kalau bukan begitu maksudmu, berarti tak sebanding, berhentilah menghabiskan waktuku." Aku meninggalkannya, aku memang tak berniat bicara dengannya sejak awal.
Dia memotong jalanku lagi. Aku menghela napas marah.
"Tempat yang lebih tenang, gedung pengadilan tenang tentu saja, saya akan menunggu Anda di sana." Sekarang dia tak bisa menghentikan langkahku lagi.
Pertemuan pertama yang isinya dominan aku memarahi dan mengabaikannya. Tapi ternyata dia tak menyerah.
Kali lain aku sedang menikmati makan malamku di sebuah restoran sambil mengobrol dengan teman wanitaku.
"Selamat malam Nona Dugard." Aku melihatnya dengan tak percaya, bagaimana dia bisa muncul di sini.
"Selamat malam tampan, kau tersesat." Temanku langsung menjawabnya, Sementara aku membuang muka karena terganggu.
"Kau menyuruh orang mengikutiku Tuan Mashkov? Anda memang punya banyak orang yang diandalkan bukan, menculik, mengikuti orang?"
"Mashkov yang menculik adikmu." Temanku Martha langsung terkejut."
"Benar sekali, itu dia."
"Astaga, mafia penculik Russia." Dari kagum sekarang Martha ketakutan.
"Sekali lagi itu bukan ideku, saat aku tahu mereka menimbulkan masalah sebesar ini aku memarahi Jim, CEOku habis-habisan, mereka harusnya berpikir bagaimana menyelesaikan masalah ini lebih sederhana. Izinkan saya bicara Nona Dugard."
"Sudah kubilang kita akan bicara di pengadilan, tak ada yang akan mendengarkanmu Tuan. Martha ayo kita pergi saja." Aku langsung beranjak dari kursiku.
"Saya akan menganti kerugian Anda dengan ribuan kali lipat Nona, sekaligus membayar ganti rugi ke korban penculikan." Dia langsung bicara dan membuatku terhenti melangkah.
"Ternyata metode Anda kebalikan dari orang lain, gunakan kekerasan dulu, lalu kalau tidak berhasil baru gunakan cara damai.
bersambung besok \=\=\=\=
"