
Apakah Gilbert dan Elizabeth akan bertemu kembali. Akan dibahas di S2 , yang belum tahu kapan release nya. 😅
\=\=\=\=\=\=
POV Jen
Kulihat Gilbert keluar dari ruang isolasi, dia berani juga bicara dengan wanita itu.
"Dia tak memarahimu." Aku penasaran.
"Tidak."
"Baguslah, mungkin dia tahu dia salah. Aku mendengar semua ceritanya dari James."
"Dia mengecewakan."
"Padahal dia cantik." Gilbert hanya tersenyum mendengar aku menyebutnya cantik.
"Banyak wanita cantik Jen, tenang saja. Aku akan menemukan banyak yang lebih cantik seperti dia." Aku merasa entah kenapa Gilbert menaruh perhatian padanya. Walau mungkin kejadiannya dia telah dikecewakan oleh Elizabeth, tapi dia tetap mengunjunginya. Ada sesuatu yang mungkin berkesan padanya tentang gadis itu.
"Aku percaya kau bisa." Dia meringis sendiri dengan perkataanku.
"Kau akan kembali?"
"Tidak, aku akan tetap mengawasi disini dengan sebagian prajurit, sebagian besar akan pulang tapi masih ada yang bertugas sampai kalian selesai dengan mereka. Aku masih harus memastikan mereka membayar kita untuk gelombang bantuan yang pertama. Aku harus pergi dulu. Jika kalian butuh bantuan bilang saja oke."
"Iya baiklah."
Gilbert pergi aku mengecek kembali satu-satunya pasien sehat kami, karena yang lainnya dalam posisi koma. Karena jam makan siang aku membawakannya makanan.
"Nona Eliza, bagaimana perasaanmu."
"Aku baik." Dia tidak banyak bicara memang. "Komandan Gillian sudah kembali?"
"Sudah, dia masih bertugas di sini jika kau perly bicara dengannya."
"Ohh, baiklah. Dia bilang sesuatu soal aku? Mungkin dia bilang aku pembohong besar yang perlu diawasi agar tidak menyusahkan." Aku melihat pada gadis ini, dia perduli dengan pendapat Gilbert ternyata.
"Kenapa kau tak bicara sendiri dengannya tadi? Dia mengunjungimu secara pribadi..."
"Dia membenciku. Aku mengakalinya habis-habisan. Aku tahu diri, dia bersedia menolongku mengamankan keluargaku juga itu sudah sangat baik hati, walaupun dia menukarnya dengan kesepakatan."
"Komandan Gillian memang baik sebenarnya. Dia mungkin terlihat dari luar punya banyak perhitungan, tapi sebenarnya jika kau tulus padanya dia akan menganggapmu teman."
"Ohh kau mengenalnya secara pribadi?"
"Sebelumnya kami bertugas bersama di kota perintis."
"Kau pacarnya dokter James?"
"Bagaimana kau tahu?"
"Ohh aku pernah sedikit bertengkar dengannya di awal pertemuan kami, dan dia bilang aku mengingatnya padamu. Sama-sama suka berprasangka buruk." Aku tertawa sekarang.
"Itulah bedanya. Aku bukan teman kerja yang baik. Aku membohonginya."
"Dia tetap mengunjungimu." Gadis itu tersenyum kecil sekarang. Mungkin baru sadar yang kukatakan benar.
"Apa keluargaku dalam kondisi baik."
"Tanda vit*al mereka stabil, menurut dokter James ini bagus. Tapi perjalanan mungkin masih panjang, mereka sudah tua, akan ada efeknya yang pasti. Tapi kita berharap saja yang terbaik."
"Terima kasih Perawat Jen."
"Tentu, jika ada apapun perkembangan kami akan memberi tahu."
Keluarga Dugard akhirnya bisa dipulihkan, walaupun dalam hari-hari pertama mereka belum mengenal anak mereka, tapi keinginan mereka akan dara*h sudah di hilangkan. Mereka makan seperti manusia biasa.
Memori akan kembali sedikit demi sedikit setelah kondisi tubuh pulih. Setelah 10 hari dalam perawatan kami, mereka bisa kembali ke daerah aman.
"Aku mendapat bocoran dari Jenderal, putri mereka yang membayar semua biaya pertukaran makanan ke penerintah." Gilbert datang hari ini ke rumah sakit. Ternyata keluarga Dugard masih punya kekuatan ekonomi cukup besar untuk membayar semua bahan makanan yang mereka harus bayar ke pemerintah.
Dan kali ini yang menjadi pimpinan keluarga adalah putrinya, dia mungkin mulai dari awal lagi. Membayar biaya bantuan begitu besar untuk menebus keluarganya.
"Dokter James, Suster Jen, aku sangat beruntung, terima kasih atas bantuan kalian dan semua staff di sini. Ini mungkin hidup kedua bagiku, terima kasih karena perawatan kalian aku jadi punya kesempatan ini."
"Sudah tugas kami Nona Dugard..." Kami melepas pasien kami, Tuan dan Nyonya Dugard masih berada di kursi roda karena kondisi fisiknya masih lemah.
Sekarang dia berhadapan dengan Gilbert. Yang datang kesini sekaligus akan menutup faselitas ini dengan truk-truk bahan makanan gelombang pertama di luar.
"Komandan Gillian, maaf sekali lagi. Terima kasih." Dia menatap Gilbert dan mengulurkan tangannya untuk mengucapkan terima kasih.
"Tentu, aku punya bayarannya sekarang. Jangan lupa kau masih punya hutang 3x pengiriman. Akan kutagih padamu." Gilbert jadi bersikap praktis sekarang di hadapan gadis itu.
Tapi malah membuat Elizabeth tersenyum.
"Aku tahu, ini nomor telepon pribadiku, kau bisa menagihnya sendiri jika kau ingin. Aku tak akan merasa terganggu. Tapi aku akan menyiapkannya secepat yang aku bisa."
Sekarang aku yang ikut tersenyum. Nampaknya mereka akan punya hubungan yang rumit ke depan. Entah apa yang akan terjadi, hanya mereka yang tahu.
Gilbert menimbang sebelum mengambil kartu nama itu. Akhirnya dia mengambilnya. Senyum Elizabeth tambah lebar sesaat, walaupun kemudian dia menyembunyikannya.
"Aku akan menagih jika kau telat." Gilbert tetap pada sikap tidak ramahnya.
"Akan aku sengaja buat telat kalau begitu." Sontak aku dan James terbatuk-batuk sekarang mendengar kata-kata Elizabeth. Gilbert meringis saja mendengar itu.
"Aku tidak mendengar apapun benar bukan sayang." Akhirnya kami tertawa berdua mendengar kata-kata mereka, nampaknya mereka perlu bicara berdua saja. Aku dan James bergandeng tangan pergi.
"Aku juga tidak, kurasa banyak keributan di sekitar sini. Ayo kita pergi saja kalau begitu Tootsie."
Kami meninggalkan mereka, nampaknya mereka perlu berbicara sebentar, berada di sini akan menganggu mereka.