BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 100. Decision 5


"Aku memberimu waktu. Aku memberimu pilihan sangat jelas. Aku tak ingin memberikan tekanan padamu, seperti kubilang banyak gadis cantik di Moskow, banyak wanita yang mengharapkanmu."


"Moon! Hanya kau yang ada dimataku. Aku mencintaimu." Dia menangkupkan tangan di wajahku.


"Cinta tak cukup untuk pernikahan. Ada banyak masalah harus diputuskan, jika kau memaksaku harus mengikutimu ke Moskow karena kita punya keluarga itu juga tak adil. Dan lagi aku tak mau hidup berdekatan dengan Margarita. Jika dia membicarakanku didepanku saja aku tak tahu artinya,... Moskow terlalu asing bagiku. Jika kau memintaku pindah ke Paris mungkin aku masih setuju tanpa pertanyaan tapi Moskow ...itu terlalu jauh."


"Kau ingin berpisah denganku..."


"Aku hanya ingin sebuah jawaban jelas. Aku mencintaimu, tapi aku tak ingin pindah ke Moskow. Aku membayangkan banyak hal buruk jika kau pindah ke sana."


"Jadi maksudmu aku harus kalah dari mereka?"


"Kau sudah menang, Ayahmu sudah akan menjadikanmu CEO Moskow. Kau punya dua pabrik, kau punya saham besar di Moskow, lagipula kau pasti punya saham di perusahaan utama, kau punya jaringan restoran, kau punya unit investasi dan penanaman modal yang sukses, apa itu belum cukup bagimu. Dibanding keluarga stabil, anak-anak aman, perasaan aman dan aku ... apa kau tak bisa melepas Moskow? Kumohon... " Aku memeluknya dengan putus asa berharap dia mengatakan iya dia akan memilihku.


Dia menghela napas panjang.


"Kau menyuruhku mengalah untuk ular tua itu."


"Jadi menang dari ular tua itu lebih penting dariku dan keluarga masa depanmu?" Aku melepaskan pelukanku dan menjauh. Baiklah aku akan menerima kebenaran itu.


"Kau tahu bukan begitu maksudku!"


"Lalu apa?! Bukankah itu jelas."


"Kau terlalu melebih-lebihkan." Aku terlalu melebih-lebihkan? Bagian mana yang kulebihkan.


"Ohh baiklah, nampaknya saudara psychopathmu itu adalah hal yang normal bagimu. Maaf aku tak ingin berurusan dengan itu."


Dia diam. Saat ini aku mulai merasa bahwa apa yang dikatakan Albert benar. Harus ada yang mengalah dan berpikir untuk masa depan.


"Moon...tidak harus begini."


"Sayangnya kita memang harus begini."


"Jika aku ingin menggambil posisi di Moskow kau bisa kembali ke sini kapanpun kau ingin. Aku bisa menangani keluargaku."


"Aku sudah melihat bagaimana keluarga kalian saling menangani. Dan aku tidak ingin terlibat lagi." Adiknya yang psychopath itu mengirim pembunuh untuk membunuh Sergie, di masa depan mungkin dia akan mengirim pembunuh untuk membunuh anakku.


"Kita tidak akan berpisah, aku akan mencari cara bagaimana mengambil posisi itu tapi kau tak perlu ikut ke Moskow." Dia salah mengerti semua yang ku minta.


"Kau rupanya tidak mengerti permintaanku. Aku ingin kau melepas posisi CEO CSL Group Moskow. Hanya dengan cara itu keluargamu bisa berdamai. Dan anak-anak kita di masa depan tidak dalam bahaya lagi. Kau bisa meminta pemisahan wewenang sepenuhnya kepada Ayahmu. Kalian tidak menganggu satu sama lain. Itu baru akan berdamai."


"Kalau begitu mungkin jalan kita memang berbeda."


"Moon..." Dia mengiba.


Aku tahu ini sangat berat, kemungkinan kami berpisah akan besar. Tapi melihat apa yang akan terjadi bertahun-tahun ke depan, lebih baik aku memilih ini.


"Aku sudah membuat keputusanku Alex. Bukan untukku tapi untuk masa depan kita juga. Jika kau tak bisa berarti di depan sana ada yang lain untukmu dan ada yang lain untukku juga. Tak usah dipaksakan, seperti kataku banyak wanita cantik yang bisa membuatku jatuh cinta di Moskow. Aku mencintaimu tapi di masa depan cinta saja tidak cukup." Aku berdiri di depannya mengatakan itu dengan suara pelan.


"Kau membuatku sakit kepala."


"Aku sudah menangis berhari-hari untuk memutuskan ini." Aku menyentuhnya tangannya dengan putus asa.


"Maafkan aku." Memeluknya untuk memintanya tinggal. Aku tak tahu nilaiku, sekarang aku menunggu apa yang diputuskannya.


"Aku mencintaimu Moon..."


"Aku mencintaimu Tuan Mafia."


"Aku mafia, bagaimana jika aku menculikmu saja."


"Aku tahu kau bisa melakukannya." Aku tertawa kecil. Andai cinta cukup bagiku. Tapi sayangnya tidak. Dia menatapku dan menciumku, ciuman itu hampir membuatku menangis.


Dia memelukku dengan erat hampir membuatku tak bisa bernapas. Aku merindukannya, bayangan aku kehilangannya membuat aku semangkin merindukannya.


"Aku menginginkanmu." Walau aku memberinya waktu tiga bulan, aku tak yakin bisa mengucapkan perpisahan padanya dalam waktu tiga bulan. Dia sudah seperti bagian dari hidupku, bagaimana aku bisa merelakannya pergi.


Dengan cepat dia menanggapi keinginanku, dibawah kekuasaannya aku terlalu terlena. Cium*an demi ci*um*an membangkitkan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi. Bagaimana cara aku harus meninggalkannya, dia dan aku terlalu membutuhkan satu sama lain. Bersamanya terasa terlalu sempurna.


"Aku tak akan melepasmu Moon." Perasaan dikuasai yang memuaskan itu menerpaku, aku menger*ang panjang napasku teren*gah. Kami berdua terlalu membutuhkan satu sama lain. "Kau tak akan bisa lari dariku." Perkataannya membuatku melihat tekad dimatanya.


"Aku menunggumu disini. Kau yang pergi dariku, kau selalu ingin ke Moskow seakan kau punya seseorang menunggumu di sana. Moskow selalu mengalahkanku."


Dia tak mangatakan apapun hanya memelukku erat.


Moskow, apakah aku berhasil menang darimu.


Aku tak tahu.....