BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 61. Margarita Jovovich 11


Aku langsung menyerahkan foto itu ke penyidik swasta, membiarkan mereka menentukan siapa dua orang lagi yang Sergie dan Shasha temui. Sementara Bibi Irina juga sudah menyelidiki nomor telepon yang kuberikan padanya.


Dalam tiga hari kemudian nama dua orang itu keluar. Satu bernama Jackson Addams dan satu lagi Victor Conrad. Dua-duanya adalah pengusaha di bidang farmasi. Aku mengerutkan kening dengan temuan itu.


Farmasi? Apa yang ingin dilakukannya dengan bidang farmasi di USA? Di Eropa memang ada cabang laboratorium dan farmasi juga tapi itu umum, bukan pabrik produksi dan penelitian seperti di USA. Aku berinvestasi di sini setelah seorang teman memintaku menyelamatkan kebangkrutan keluarganya. Saat itu akhirnya berkembang dari sana.


"Farmasi?" Anna tersenyum. "Kurasa dia ingin menyaingimu Boss, yang dia tak tahu adalah kau sudah menang dua langkah di depannya. Kita malah sudah mendapatkan pendanaan pemerintah." Anna langsung melakukan tebakan.


"Kau benar, tapi seperti kata Ayah jika aku berhasil menang tanpa mengeluarkan kartu As-ku itu akan lebih bagus."


Sejak awal sebenarnya aku tak fokus ke investasi di farmasi, ada fokus di bisnis keuangan yang lebih kugeluti, tapi ternyata saat di pegang oleh generasi sebelumnya ini bisa bekembang menjadi investasi terbesar ke dua dalam kapitalisasi sebelum dihancurkan oleh CEO yang baru tiga tahun menjabat.


Sekarang aku binggung apa yang dilakukan oleh Sergie di sini, apa dia mau masuk ke bisnis farmasi? Seperti kata Anna ? Untuk menyaingiku?


Itu mungkin, apa dia mau mengatakan dia lebih baik dariku di US di bidang farmasi. Atau dia mau membuat bisnis farmasi juga di Eropa Barat, entah apa rencanannya.


Aku menceritakan ini ke ini ke Bibi.


"Ohh benarkah? Dia mau masuk ke bisnis farmasi juga? Di Amerika? Kenapa tidak di Kanada?"


"Itu sangat Mungkin, di tiga tahun ke depan dia mau menyombong bahwa dia juga memiliki investasi yang sama denganmu di US, bedanya kau hancur tapi dia masih kuat berdiri... Margarita akan mengatakan itu berulang-ulang seperti teriakan berulang cheeleader." Bibi punya pendapat yang sama.


"Itu juga yang kupikirkan."


"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan itu, satu hal adalah dia punya nominal uang yang lebih besar darimu, investasinya kemungkinan bisa jauh lebih besar?" Bibi mencoba bertanya padaku.


"Aku tak bisa mengatur apa yang dia akan lakukan tapi aku bisa mengatur bahwa dalam tiga tahun ke depan aku tak boleh kalah darinya." Aku mengatakan apa yang kupikirkan kepada mentorku itu.


"Pikiran bagus, memang sesederhana itu. Tak usah pikirkan lintasan orang lain, berpaculah lebih cepat di jalurmu sendiri." Bibi mengakhiri diskusi.


Jika itu masalahnya kurasa memang tak ada yang bisa dilakukan. Mungkin Ibunya yang memintanya melakukan hal seperti itu untuk menaikkan nilainya di mata Ayah.


Tapi satu hal kenapa Shasha terlibat dalam semua keributan ini. Ini agak membuatku tak tenang, wanita yang terlibat dalam semua keributan ini membuat masalah menjadi terasa sedikit rumit.


\=\=\=\=