
Ruangan pesta makan malam itu meriah. Kami berkeliling menyapa orang-orang yang kami kenal dan bicara dengan mereka. Aku sudah sering berada di pesta ini, tak punya kesulitan untuk berbaur dengan teman-teman Paman yang juga teman Ayah.
"Paman David mereka semua sudah membayar padamu bukan?"
"Sudah, tentu saja sudah, kau sudah sangat membantu Eliza. Tuan Bessette bendahara kita sangat senang sekarang. Dia bilang kekacauan semacam ini sangat menguntungkan jika ditangani dengan benar." Aku meringis lebar dan tertawa dengan Tuan Bessette yang kebetulan bersamanya.
"Nona Eliza, kau sangat pintar menangani situasi yang tadinya tak menguntungkan menjadi menguntungkan." Tuan Bessette memujiku.
"Aku beruntung memperoleh bantuan Sir David dan staffnya Tuan Bessette, uang tak penting tapi adikku lebih penting."
"Tapi kau harus tahu ini, Mashkov datang hari ini, dia bilang dia mau menjadi donatur tetap partai, tentu saja aku tak bisa menolak uang tanpa syarat." Tuan Bessette memberikan informasi yang tak kuduga.
"Benarkah, dia memang ban*gsat licik." Aku sekarang menimpali Tuan Bessette.
"Dia memang licik." Monica yang sekarang ikut bergabung dalam pembicaraan.
"Monica baru sekarang Paman melihatmu bergabung."
"Eliza minta ditemani Paman, Albert tak bisa datang, aku jadi adik yang baik sekarang."
"Kau benar adik yang baik, dan sekarang bangsat licik itu sedang menuju ke arah kita." Monica yang adalah musuh besarnya menoleh ke arah yang dilihat Paman. Kami melihat Alexsey dengan jas hitam dan blonde popularnya berjalan ke arah kami.
"Blonde itu sama seperti Tuannya, sangat menyebalkan." Aku meringis dengan kata-kata Monica sekarang.
"Selamat malam, Tuan David, Tuan Bessette. Senang bisa diundang ke sini. Saya sangat menikmati berkenalan dengan banyak oramg baru" Dia bersalaman dengan Paman David terlebih dahulu tentu saja. Dan bercakap dengannya sedikit sebelum menuju kami yang masih berbicara dengan Sir Bessette. "Nona Eliza, dan Nona Monica, senang melihat Ànda berdua." Dia menyapaku dan Monica tapi sebagian besar dia menatap ke arah Monica yang berdiri agak di belakangku.
"Nona Eliza, saya hanya berusaha melakukan pekerjaan saya dengan baik. Maafkan saya harus menunjukkan wajah saya lagi di depan Anda."
"Anda membayar tiket Anda sendiri, saya tak ikut campur Tuan Mashkov."
"Saya sangat menghargainya jika begitu. Terima kasih Nona Eliza." Dia mengarahkan pandangannya ke Monica yang masih tidak mau menjawab sapaannya.
"Nona Monica, saya sudah melakukan janji saya. Anda bahkan tidak mau membalas sapaan saya."
"Itu hakku tak suka denganmu. Kau pikir kau bisa mengaturku." Monica masih memasang sikap bermusuhan dengannya.Tapi Aleksey nampaknya malah tak tersinggung. Dia senyum-senyum saja melihat Monica tak memperdulikannya. Pria ini nampaknya sudah terpesona dengan Monica.
"Aku tak bisa tentu saja. Yang kulakukan hanya menyapamu. Jangan terlalu marah padaku." Monica membuang muka. Dan kemudian mukanya cerah setelah dia melihat seseorang.
"Ada Jenderal Gillian." Aku juga langsung menoleh. Gilbert ada di sini? Sebaliknya wajah Aleksey langsung kehilangan senyumnya mendengar nama itu.
"Jenderal Gillian!" Monica memanggilnya, Membuatnya menoleh dan dalam sekejab melambai balik ke Monica dan pandangannya beralih padaku. Dia dengan celag menghampiri kami.
"Monica, Eliza, kalian juga di sini rupanya." Pandangannya bentrok dengan seseorang di depan kami. "Alexsey Mashkov?"
"Gilbert Gillian..."
"Dia orang yang menyebalkan." Monica langsung menudingnya sambil memegang lengan Gillian. Ekspresi Alexsey langsung menegang.
Sekarang akan ada perang disini karena Monica.