BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 76. My Moonlight 3


"Baiklah, aku memanasinya dengan sengaja, karena dia telah kehilangan investasi besarnya di US. Kau tahu kasus Theranos Technology bukan, itu sedang gempar beberapa minggu ini, sahamnya terjun bebas setelah keluar laporan investigasi di New York Times, dia punya investasi besar disana untuk mengalahkanku, sebelumnya itu naik gila-gilaan tapi sekarang mungkin hampir jadi 0." Alexsey tertawa seakan itu adalah hal yang sangat menyenangkan baginya.


"Kau sengaja melalukan itu, jelas saja kau memancing kemarahannya. Kenapa tidak membiarkannya kalah dalam diam. Kau yang mencari masalah sendiri." Sekarang aku yang memarahinya, tak mengerti kenapa dua saudara ini harus sampai membunuh satu sama lain.


"Itu hanya permainan kecil. Yang namanya permainan perlu sedikit kata-kata untuk memanasi satu sama lain, kau tak tahu terakhir dia mengajukan syarat agar aku tak mengintervensi wilayah Eropa Barat dan masalah kredit jangka panjang keluarga Ibuku. Dia pikir dia punya hak itu setelah aku duduk di kursi pimpinan, menggelikan."


Permainan kecil, terakhir dia hampir kehilangan nyawanya terakhir kali. Aku memeluknya, memeluk tengkuknya, mencium keningnya, takut sesuatu yang buruk akan terjadi padanya, walaupun Sergie dan Margarita sudah diancam oleh Ayahnya, aku tetap takut sesuatu terjadi kepadanya.


"Berjanjilah padaku, jangan sampai kau terluka oleh mereka. Jangan melakukan provokasi tak perlu lagi." Aku tahu alasan dia melakukan semua permainan ini tapi aku takut dia terluka.


"Aku bukan Alexsey yang dulu lagi, sekarang aku mampu melawan." Dia mungkin ingat bagaimana keadaannya di masa lalu yang tak berdaya ketika bahkan Margarita mengasingkannya ke benua lain.


"Tidak ada yang mengatakan kau tak berdaya. Kau sekarang Mafia Rusia, siapa yang bisa melawanmu." Dia langsung tertawa.


"Kau yang membuatku seperti ini Svetluny." Dia memandangku dengan ekspresi lembutnya. "Sejak kita bertemu lagi, aku sudah jadi milikmu." Aku mau tak mau tersenyum mendengar kata-kata semanis madu itu. Mafia Rusia ini tak mau melepasku sejak dia pertama melihatku. Bahkan dia rela bertahan untuk mengirimkan bunga setiap minggu untukku hanya untuk bisa mendapatkan kata maaf dan kesempatan bicara.


"Aku banyak pergi belakangan, maafkan aku. Tapi aku membawa hadiah untukmu." Dia menurunkanku dan mengambilkanku sebuah kantong kertas berwarna biru gelap tapi dengan pernis seperti mutiara. Mikimoto, aku tahu paper bag itu. Senyumku langsung terkembang dengan hadiah murah hatinya. Mafia Rusia ini memang royal padaku, dia tak keberatan memberiku hadiah mahal. Tanganku langsung terulur untuk menjangkau paperbagnya. Tapi dia menjauhkannya.



*Mikimoto adalah merk perhiasan mewah yang mengkhususkan diri di mutiara, salah satu karya yang terkenal adalah Mikimoto Tiara yang dipakai oleh Miss Universe.


"Apa?" Aku langsung bertanya kenapa dia menjauhkannya.


"Ciu*m dulu." Aku menyerbunya dan langsung menci*umnya singkat. Dia tertawa dengan apa yang ku lakukan.


"Aku ingin lihat hadiahnya." Siapa yang tidak senang membuka kotak hadiahnya.


"Itu bukan ciu*man, hadiahnya kusimpan dulu." Aku protes ketika dia memeluk pinggangku dan memberikan cium*an panas yang melelehkan tub*uhku membuat jariku menyen*tuh kuli*tnya dengan permohonan.


"Aku hadiahmu sekarang." Dia memang hadiahku aku tak sabar memeluknya dan mendapatkannya melakukan sesuatu pada tubuhku.


"Alex..." Aku hanya bisa menyebut namanya ketika pelukan dan ciumannya membuatku memejamkan mata. Sementara pelukan erat tubuhnya membuat tubuhku merasakan dirinya yang dibawah sana.


"Aku merindukanmu, ..." Sesaat kemudian kimo*no tidur pendek itu sudah terbuka, dan dia menguasaiku dan eranganku tak tertahankan lagi. "Tahukah kau, kau sangat cantik bahkan saat kau gadis kecil."


"Aku tahu." Tuan Mafia Rusia itu melihatku. Dia menci*umku dalam dalam gerakannya yang menguasai tubuhku dan membuatku mengerang panjang.


"Dan kau juga sangat sombong."


"Itu diperlukan. Gadis cantik tidak boleh mudah didapatkan." Dia tertawa dan menekan dirinya padaku, napasku tertahan dengan antisipasi dan meledak dengan eran*gan puas. "Tuan Mafia, aku sangat menyukai apa yang kau lakukan padaku." Kerinduan ini terpuaskan dengan manis.


"Kau hanya milikku saat kita bertemu lagi." Aku memeluknya dengan erat. "Aku mencintaimu ." Jika dipikir-pikir aku memikirkan semua hal buruk tentangnya sebelumnya, tapi sekarang... semua itu lenyap tak berbekas.


"Aku mencintaimu Tuan Mafia." Sebuah ciuman di keningku diantara matanya yang mengatakan dia mencintaiku. Pipiku memanas dengan bahagia di awah tatapannya. "Berjanjilah kau tak akan mencari masalah lagi."


"Aku akan hati-hati." Tangannya menjangkau bag hadiahku. "Ini untukmu." Aku menerimanya dengan mata berbinar, membuka pita kotak hadiah, menemukan kotak perhiasan di dalamnya.


Isi kotak ini kemungkinan adalah choker mutiara. Aku membukanya dengan mata berbinar. Dan benar saja sebuah kalung mutiara susun dua yang cantik ada di depan mataku. Aku langsung tersenyum melihatnya kilau lembut mutiaranya.


"Ini terima kasih, ini hadiah yang murah hati."


"Apapun untukmu Svetluny, my moonlight..."


Moonlight, dia selalu memanggilku itu bahkan dari awal dia mengirimkan bunga. Mungkin dia memang menganggapku sinar bulannya.