
"Tidak apa, aku hanya ingin mengunjungi prajurit yang terluka. Apa mereka bisa dikunjungi."
"Bisa, tentu saja bisa, kondisi kesadaran mereka baik-baik saja, Anda berdua hanya harus mengenakan sarung tangan dan shield wajah untuk mencegah kontak cairan yang mungkin terjadi."
Komandan resimen yang terkait juga menemaninya. Aku menemani mereka ruang demi ruang.
"Nampaknya, kalian tidak takut lagi menghadapi infeksi? Saat di Kissimme kulihat kalian lebih tegang." Komandan Gillian bertanya.
"Kami punya beberapa pengalaman buruk dan saat di Kissimme adalah uji pertama protokol baru. Sekarang kami membawa staff yang sudah berpengalaman, obat yang disempurnakan. Menjalankannya juga lebih lancar Komandan."
"Mereka bisa bertugas lagi berarti?" Komandan Allen , seorang Komandan batalyon sekarang yang bertanya.
"Dari pusat menetapkan 7x24 jam Sir. 4 hari pertama isolasi, 3 hari observasi bisa berobat jalan sambil tes akhir.
"Jika mereka bisa kembali ke kesatuan dan groupnya itu akan membuktikan banyak hal kepada banyak orang."
"Benar Sir."
"Nampaknya kita tak perlu khawatir, mereka berada di perawatan yang baik." Komandan Allen yang bicara.
"Tentu saja mereka dalam perawatan baik Sir."
"Baiklah. Terima kasih perawat Jen. Mereka dalam semangat yang baik. Terima kasih sudah merawat mereka."
"Sudah tugas kami Sir."
Aku senang bisa memberikan laporan yang baik dan mengantar mereka pergi.
Walaupun ada beberapa lagi yang masuk, kami berhasil menyelesaikan mereka tanpa masalah berarti, walaupun beberapa lebih lama karena harus menyembuhkan luka cedera juga.
Aku duduk kelelahan di dapur umum sendiri, karena ada pasien masuk bersamaan hari ini, kali ini memang tugas zona merah berat, kami harus menambah personel, lebih dari 20 orang ada di pengawasan kami sekarang. Sementara yang cedera juga ada di gedung sebelah. James juga masih membantu di sebelah sampai lewat jam 10 malam.
"Nampaknya hari yang melelahkan?"
"Sir, selamat malam,..." Aku langsung berdiri.
"Ah tak apa. Tugas personel medis memang kadang tak bisa diprediksi. Tadi pasien terakhir masuk pukul 8, kami harus merawat dan menilai cederanya dulu. Baru bisa memasukkan obat infeksi." Aku tersenyum padanya yang duduk didepanku.
"Masih 20% dari target zona, ini memang akan berat, beberapa daerah terlampau padat infeksi sehingga kadang kami harus memikirkan bagaimana harus menyerang."
"Kita sudah tahu kali ini pekerjaan menggunung tinggi." Aku tersenyum padanya.
"Makanlah, kau pasti lapar."
"Anda sudah makan."
"Sudah rapat strategi terakhir tadi berakhir pukul 9, kami baru selesai makan, aku melihatmu masuk sendiri tadi."
"Saya makan kalau begitu." Aku memang sudah kelaparan, untung mereka masih ada makanan. Perawat di shiftku sudah makan dari tadi, aku harus memastikan shift kedua beres sebelum menyerahkannya.
"Tidak merindukan rumah, kau dari bagian tengah bukan."
"El Paso. Sudah hampir dua tahun tak kembali. Anda sendiri."
"Aku memang dari Florida, beberapa saat dikirim ke tengah. Tapi akhirnya kembali ke sini karena daerah ini masih sumber masalah."
"Hmm... itu bagus." Jika ditanya tentang rumah, aku sangat ingin bertemu Mom, hanya bisa mendengar suaranya kadang.
"Orang tua di sana?"
"Iya Ibu di sana."
"Saudara yang lain?"
"Aku hanya dengan Ibuku. Kakak dan Ayah sudah meninggal dari aku belasan tahun."
"Nampaknya kau ..." Dia tidak melanjutkan kata-katanya.
"Terbiasa hidup tidak mudah. Kau benar." Aku tertawa.