BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 64. Investogation 3


"Dia tahu! Aku tidak bertindak tanpa persetujuannya." Dia kena jebakanku. 


"Ohh jadi dia tahu? Jadi di sini kalian sengaja melawan perintah pusat, menurunkan harga sementara kalian membayar nelayan lebih rendah dan melemparkan masalah untuk kami?! Lalu kemana kalian menaruh perbedaan  uangnya nanti kalian akan dibagi berdua?!


"Tuduhanmu tidak beralasan Nona, bahkan uangnya belum ada di sini. Masalah laporan itu mungkin kepala cabang atau keuangan yang lupa." Kali ini dia tidak terjebak kali ini. Cukup pintar, dia melemparkan masalah ke kepala cabang. Tapi yang jelas sekarang kepala cabang dan manager keuangan tahu masalah ini. Masalah besar dia terpancing mengakui sendiri. Aku sudah memegang leher mereka sekarang.


"Ohh jadi manager keuangan juga tahu, sangat bagus. Kalian bertiga kepala cabang, manager pembelian dan manager keuangan semuanya menipu kami. Semua orang tahu tapi kami yang menyediakan uang tak tahu. Kalian bertiga memang pintar, jika aku tak turun sendiri ke bawah tak ada yang tahu masalah ini."


"Saya yakin bukan begitu Nona. Mungkin memang mereka lupa, banyak hal yang harus diurus ketika musim herring dimulai, mesin-mesin, perekrutan pekerja dan estimasi produksi. Ini bukan seperti yang Anda tuduhkan! Saya menurunkan harga untuk keuntungan perusahaaan juga." Dia sekarang memasang nada naik diakhir hanya untuk menekan kecurigaanku.


"Kau pintar mengelak Tuan Mike Pence. Aku tak suka orang yang pintar mengelak, kau mungkin lupa, ini sudah hampir musim tangkapan, bahkan dalam hitungan satu dua hari lagu kudengar mereka akan segera berburu herring. Keteranganmu yang belum melapor itu akan menyebabkan kepala cabang dalam masalah besar. Sekarang aku ingin tahu apa pembelaan kepala cabangmu dan manager keuangan." 


Wajahnya sekarang berubah. Dia sadar kesalahannya mengatakan kepala cabang dam keuangan tahu akan membawanya dalam masalah besar.


"Nona, ini cuma masalah kami belum melapor, keteledoran kecil, kenapa kau mempersulit kami." 


"Oh sekarang kau bilang aku mempersulitmu. Kau yang tak sadar mempersulit kami." 


Dia diam sekarang. Hanya matanya yang menyorotkan ketidaksukaannya padaku.


"Sekarang ikut aku ke ruangan Kepala Cabang, aku ingin tahu apa pembelaan kepala cabangmu." Wajahnya tampak ketakutan ketika aku mengajaknya ke ruangan kepala cabang.


"Sudah terlanjur jauh. Tidak ada yang bisa kau lakukan lagi karena kau sendiri yang bilang kepala cabang dan manager keuangan tahu hal ini. Sekarang ikut aku ke kantor kepala cabang Tuan Mike."


Aku lurus ke kantor kepala cabang sambil menelepon staff keuanganku.


"Mitchell, bawa kepala keuangan ke ruangan kepala cabang aku ingin menyidangkan mereka bersamaan. Dia sudah mengaku kepala cabang tahu masalah ini. Tetap di cerita awal. Bagaimana pengakuan manager keuangan?" Aku tidak ingin membongkar siapa aku terlalu dini.


"Dia bilang dia tidak tahu harganya di ganti Nona, saya sudah mencecar panjang lebar keteledorannya. Tapi dia bilang itu keteledorannya. Dia tidak tahu apa kepala cabang tahu."


"Teledor yang tidak bisa di tolelir. Manager Keuangan tahu, Mike Pence sendiri yang mengatakan dia juga tahu hal ini."


"Jadi mereka bertiga memang bekerja sama. Apa yang akan kau lakukan Nona."


"Aku akan menyidangkan mereka bertiga dulu sebelum mengambil keputusan."


"Baik Nona, saya akan membawa manager keuangan ke kantor kepala cabang."


Kurasa dalam hal ini mereka sudah jelas-jelas tidak bisa dipakai lagi. Aku akan bicara pada Kakak setelah sidang ini. Baru pertama berjalan mereka sudah berusaha mengakali kami. Tak ada gunanya memelihara tumor penghisap di tubuh sendiri.