BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Episode 29. New Assignment


Norman, Oklahoma


Hari ke 20 setelah DEFCON 2


Badai yang menghantam kami lewat. Komandan misi mengirimkan pemeriksa untuk mempertahankan perimeter steril area militer ini bahkan di tengah badai. Nampaknya mereka tidak mau ada penerobosan apapun yang terjadi dari kerusakan pagar pengaman di tengah badai seperti ini. 


Bisa dibayangkan jika kau tiba-tiba digigit infected yang bersembunyi di tempat yang kau kira aman. 


"Jen, kau lihat update berita militer ini ..." Susan memberikan ponsel yang dipegangnya padaku. 


Zona hitam meluas, dua hari terakhir ada dua kota di pantai barat masuk ke zona hitam dan dunia bertambah kacau China juga melaporkan 5% wilayah masuk ke zona hitam tidak dapat dihuni, sementara kota-kota negara-negara lain juga berjatuhan dalam zona hitam. 


Perkembangan tiba-tiba ini membuat kota-kota aman, membangun tembok besar, zona kota perlindungan khusus seperti kami mempertahankan area steril militer  kami. 


Kami melihat berita militer yang disebarkan melalui aplikasi khusus di ponsel kami. 


"Situasinya bertambah parah, tapi untunglah El Paso masih aman. Kata Ibu seluruh laki-laki warga kota sekarang bekerja sama membangun tembok pelindung untuk melindungi kota mulai kemarin..." 



"Iya aku juga  mendengarnya. Untungnya kita masih punya tempat untuk pulang Jen..." Ya, untunglah kami masih punya tempat untuk pulang sementara ini. 


"Iya, tapi sudah 13 hari aku tak mendengar kabar Fred..." Aku harap sebuah keajaiban bisa menyelamatkan Fred sekarang. 


"Kasihan kau, kau pasti tidak bisa tidur memikirkannya..." Aku hanya bisa  menghela napas panjang sekarang. Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya. Mungkin dia dan teman-temannya terjebak dan berlindung di suatu tempat yang aman.


Panggilan untuk berkumpul di ruang briefing pager kami.


"Ada apa lagi ini? Situasi khusus lagi? Kenapa cuma kita berdua yang dipanggil sekarang?" Perawat yang lain tidak dipanggil. Dan kemudian aku bertemu Noah dan tujuh orang paramedic lainnya yang terlibat latihan tambahan. Kenapa kami semua dikumpulkan.


Komandan kami, wakil komandan dan beberapa tactical team berkumpul disama dengan Andrew dan timnya.


"Selamat siang semuanya. Kalian yang dipanggil kesini akan menjadi satu tim khusus. Kita akan membentuk area operasi aman baru di Interstate Road 40 di dekat Eufala Lake, 80 mil dari sini. Ada banyak pembersihan harus dilakukan disana dan akan ada pengerahan besar di daerah ini. Kami perlu dukungan medis terdekat disana..."


Aku hanya pernah mendengar daerah danau itu, tapi tak pernah menginjakkan kaki disana. Kami akan menempati area bagian tengah area operasi di interstare 40 road, ada sebuah rest area luas yabg sudah diamankan.



Sebuah gambar peta daerah operasi di Lake Eufaula State Park yang luasnya 2,853-acre (11.55 km2)  Sekitar 14 miles (23 km) dari kota Checotah . Daerah itu dipilih karena ada tower komunikasi jadi mereka memilih melindungi tower itu untuk memudahkan komunikasi semua anggota infantry yang bergerilya membersihkan daerah Checotah dan sekitarnya.


"Secara teknis kita akan berada di daerah ditengah hutan..." Susan menyimpulkan kondisi kami. Tapi untungnya itu daerah rest area sehingga pasti ada air bersih dan listrik tentu saja. Kami tidak dilempar ke hutan tentu saja...


Dokter Xavier langsung melakukan briefing pembagian tugas ke kami.


"Apa tim Andrew ikut juga tugas kita?"


"Sepertinya begitu bahkan mungkin kita direkomendasikan oleh mereka, mungkin karena mereka menganggap kita lebih siap karena sudah menjalani pelatihan dan medan disana juga lebih berbahaya. Apalagi kau sudah berapa infected yang kau bunuh?" Aku meringis. Entahlah aku sendiri tak tahu berapa yang kubunuh kemarin.


Setelah perjumpaan pertama dengan infected yang terjadi di ruang perawatan itu . Aku jadi lebih tak takut dengan mereka.


Kami mempersiapkan list logistik kami juga barang bawaan pribadi kami. Untuk rumah sakit darurat seperti ini sudah ada standard operasinya jadi kami hanya berpedoman pada manual operasi yang sudah ada.


"Kalian akan ke daerah baru?!" James mencegatku saat aku sedang sibuk dengan pekerjaanku.


"Iya, ..."


"Kenapa kalian yang dipilih?" Dia langsung heran menanyakan alasan pemilihan kami.


"Kurasa karena pelatihan kami, semua tim yang ikut pelatihan khusus ikut, Noah juga karena kemarin bisa mengimbangi di misi dengan De Angelo, ..."


"Siapa saja dokter yang ikut?" Aku menyebutkan nama-nama 8 orang dokter yang ikut. Dan setelah mendengar itu kemudian dia pergi. Kenapa dengan James. Tapi aku tak sempat memikirkannya karena aku masih punya banyak pekerjaan menungguku.


Keesokan harinya kami berkumpul lagi untuk briefing laporan kedua sebelum keberangkatan kami besok pagi.


Tapi aku melihat James diantara delapan orang dokter. Kenapa dia bisa disini.


"Semuanya kita ada pergantian tim. Charlie digantikan dokter James..." Dan briefing dimulai kemudian. Aku tak mengerti kenapa dia ingin ikut. Padahal disini lebih baik dan lebih aman faselitasnya.



"James..." Aku berlari menyusulnya kemudian. Dia menoleh padaku.


"Ada apa?"


"Kenapa kau ingin ikut? Bukankah disini lebih baik? Lagipula disana berbahaya..." Dia tersenyum kecil padaku.


"Aku pemegang sabuk hitam karate sejak umur 20, dan jelas skor tembakanku sempurna jika kau ingin tahu Tootsie." James mengetuk kepalaku dan berjalan pergi kemudian tanpa menjelaskan alasannya ingin ikut operasi.


Aku menatap punggungnya, dia memanggilku Tootsie lagi. Apa dia pikir aku adalah adik temannya yang perlu dilindungi, harusnya dia tak perlu mengambil tanggung jawab itu.


Aku hanya adik teman baiknya. Tidak seharusnya dia mengambil resiko ini.