
Kami rupanya menghadapi dua gelombang emergency, sehingga petugas yang bertugas di shift malam harus masuk lebih awal. Plus hasil tes memberikan hasil positif. James pergi menghadap dokter Xavier dan komandan camp untuk menentukan tindakan mereka. Aku memasukkan dosis obat bius kembali ke pasien kami diruang isolasi. Sementara tim keamanan mengatur keamanan tambahan dengan mengikat tubuh mereka sekarang, delapan jam setelah kami memberi mereka penenang,suhu tubuh mereka langsung drop hanya ke 34°C, detak jantung mereka melambat, dan kulit mereka yang pucat sekarang berganti lebih gelap ke abu-abu lagi... seperti warna kulit mayat. Kenyataannya memang dengan warna kulit seperti itu otak mereka sudah dirusak oleh parasit super itu.
Dan kembali lagi, aku agak mengkhawatirkan Andrew, jika perjalanan hanya menempuh 3 jam kenapa sampai sekarang mereka belum kembali. Apa mereka baik-baik saja. Tapi sekali lagi mereka adalah pasukan khusus, aku tak kenal satupun orang di pusat kontrol operasi. Susan juga sama khawatirnya denganku, sehingga dia menghilang secepatnya setelah kami beristirahat untuk mencoba bertanya ke seseorang yang dia kenal bekerja di pusat operasi. Aku mencoba berpikir positif, bagaimanapun mereka adalah pasukan khusus, tak mungkin mereka kalah oleh infected mati batang otak itu.
“Noah, kita perlu mencari orang yang tidak sakit itu.” Ada satu hal lagi yang mengganggu pikiranku saat kami sudah selesai bertugas dan akhirnya bisa beristirahat, aku teringat satu orang lagi yang tidak sakit yang belum kami wawancara, tapi kemudian juga berpikir, kapan mereka terkena infeksi parasitnya, apa dikamp pengungsian, jika begitu kami harus segera memperingatkan kamp disana. Dan mungkin dari kejadian ini bisa diselidiki metode penularan pertamanya mengingat mereka bukan tergigit. “Plus jika mereka terkena infeksi di camp pengungsian bisa kau bayangkan bahayanya. Mungkin seluruh camp terancam...”
“Mungkin James sudah sedang membicarakannya juga, ayo kita cari pengungsi itu.”Tapi sebelum itu James, dr. Xavier, dan komandan camp masuk ke triage menuju ke quarantine room beserta dengan dua prajurit.
“Mereka mau eksekusi?” Tak salah lagi
“Mau lihat?” Aku sebenarnya tak mau melihat, tapi aku penasaran.
“Ehmm...”
“Ayo kita lihat.” Noah langsung mengekor ke ruang isolasi. Aku terpaksa menyusulnya, dengan perasaan ngeri dan miris membayangkan apa yang akan terjadi. Kami melihat dokter James dan Xavier berdiskusi, Komandan Donovan tampaknya berpikir. Dia kemudian memerintahkan sesuatu kepada prajurit. Nampaknya dia mengambil keputusan. Enam prajurit mulai membungkus kain seprai langsung ke tubuh pasien yang masih dalam kondisi bius koma itu, menaruhnya dalam tandu satu persatu keluar dari ruangan.
“Kau mau melihatnya?” Aku mempertanyakan Noah yang matanya mengikuti kemana infected itu dibawa. Kali ini aku tak akan mau melihatnya. Komandan Donovan keluar kemudian tapi James dan dokter Xavier masih didalam.
“Tidak, lebih baik kita menunggu James untuk bicara padanya soal orang yang belum kita temukan. Kita tunggu boss selesai bicara.”
“Sekarang saja.”Bagaimana jika orang itu benar-benar mengembangkan kekebalan tubuh sempurna. Kudengar di China mereka bisa mengendalikan infeksi lebih baik dari kami. Mungkin ada diet khusus di makanan mereka yang punya andil membuang parasit itu sampai keluar tubuh mereka.
Aku masuk duluan.
“Dok, kita belum wawancara pengungsi yang masuk bersama ini.” Aku memotong pembicaraan mereka tapi kurasa semangkin cepat kami menemukannya semangkin kami bisamengurangi korban.
“Ohh? Masih ada lagi...” Dokter Xavier tampaknya belum tahu, dia memang menangambil tugas malam beberapa hari ini.