
"James, apa kau sedang melamarku?" Dia melihatku, tiba-tiba mungkin sadar apa yang dia lakukan.
"Ini... memang tak romantis sama sekali." Dia tertawa sekarang. "Maafkan aku. Tapi aku sama sekali tak punya penjual cincin buka. Aku cuma punya diriku sendiri di sini. Ini mungkin mengecewakanmu. Keadaan seperti ini, uang tidak ada, tabunganku sudah lama pergi, aku berjanji padamu jika aku sudah bisa membelinya di masa depan aku akan mengantinya padamu." Dan sekarang dia jadi manis meminta dengan sopan. Aku tersenyum dan menangkup wajahnya.
"Tidak... aku memang hanya perlu itu. Kita tetap bersama, tak perlu dikatakan dengan cincin, asal kita selalu ada bersama. Saling mendukung satu sama lain." Sebuah ciuman darinya mengatakan dia setuju akan perkataanku.
"Jadi kita menikah saja Tootsie." Matanya meneliti manik mataku yang berbinar bahagia.
"Ayo kita menikah."
"Kita harus memberi tahu Ken." Aku tertawa dengan perkataannya sekarang.
"Iya kita akan memberitahu Pighead. Pighead pasti senang mendengarnya. Walaupun jika dia masih ada dia akan mengancammu dulu baru menerimamu." James tersenyum, kurasa dia juga berpikir hal yang sama.
"Aku memang memikirkan hal yang sama." Aku masuk ke pelukannya berbaring dengan aman di dadanya. Perasaan bahagia ini menyenangkan.
"Apa kau bahagia." James bertanya sekarang.
"Iya aku bahagia. Rasanya sangat menyenangkan."
"Aku senang bisa merasakan perasaan seperti ini lagi. Ini tak ternilai."
"Sebelum kita ke Miami kita akan menikah?"
"Iya, sebaiknya kita menikah di sini. Kita bertemu lagi di kota ini. Miami adalah kota baru. Hidup baru yang akan kita jalani."
"Dibawah matahari dan pantai pasir putih. Kelihatannya itu akan menyenangkan."
"Akan menyenangkan."
"Aku tak pernah menyangka akan menikah denganmu saat kita bertemu. Kenapa ini bisa terjadi saat ini."
"Aku juga tak pernah membayangkan itu Tootsie, tidak dengan kekejaman kau menagih utang 50 dollar menjadi 1000 dollar." Aku tertawa ngakak saat dia menciumku dengan gemas.
"Kau tidak rela memberikanku 1.000 dollar kau kaya saat itu."
"Aku rela, hanya aku baru sadar sejak dulu aku terlalu sering menuruti apapun yang kau katakan dengan mudah."
"Benarkah?"
"Itu benar. Aku terlalu lemah hati padamu."
"Well, baguslah. Teruslah begitu." Aku meringis lebar padanya. Dia melihat mataku.
"Aku juga mencintaimu." Aku membalasnya dengan sungguh-sungguh.
Malam membahagiakan ini akan teringat sampai kapanpun.
\=\=\=\=\=\=\=
Dan dibawah sinar matahari bulan musim semi April itu kami menikah. Setelah 3.5 tahun dari infeksi pertama.
"Selamat sayang,..." Gaun putih sederhana yang didapatkan Ibu dari temannya itu terlihat cantik. Aku merasa cantik di pesta kecil yang kami buat di rumah setelah pemberkatan pernikahan kami.
Janji telah diucapkan, kami
"Selamat pengantin tersayang." Ada Susan dan D'Angelo juga bersama denganku.
"Dimana suamimu?" Susan mengatakan suami, itu perkataan yang baru.
"Dia sedang menelepon Kakaknya. Kakaknya tidak bisa datang. Dia sedang di NY. Tapi kemungkinan dia bisa mengunjungi kami saat kami sudah di Miami."
"Kalian akan ke Miami, kami mendapat penugasan di Dallas. Noah ke Chicago. Entah kapan kita akan bisa berkumpul kembali." Kali ini penugasan adalah jangka panjang yang berarti kami akan tetap di sana untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.
"Pasti kita berkumpul kembali. Saat semuanya sudah kembali baik nanti." James kembali dan berkumpul bersama kami.
"Iya. Kita sudah melalui semua yang terburuk. Kita akan berkumpul lagi nanti." Aku meyakinkan teman-teman terbaikku.
Perjalanan masih panjang. Tapi yang pasti ada seseorang teman di sepanjang perjalanan. Entah di saat sulit atau saat suka, kami semua akan melaluinya bersama.
Jika badai terbesar telah berlalu.
Langit cerah biru akan datang selanjutnya.
\=\=\=\=\=\=\=
THE END SEASON 1
\=\=\=\=\=\=
Akhirnya tamat juga 🤗
Makasih buat kalian yang tetap setia menemani menyelesaikan ini, menunggu Fred pulang ke rumah.
Lanjut ke SEASON 2 dengan Gilbert ya. Di post di sini juga.